Banser yang membakar bendera Tauhid bertulisan Laa ilaaha illallaah di Garut Jawa Barat, Senin 22/10 2018. / foto ngelmu

“Yang saya heran begini, yang bakar bendera Banser, yang sibuk menjelaskan pemerintah. Masa pemerintah jadi juru bicara Banser,” ujar Eggi di komplek DPR RI Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (25/10).

“Jadi saya kritik ke Wiranto jangan jadi jubir Banser. Anda itu Menko Polhukam, jadi harus betul-betul menjaga keamanan,” sambungnya.

Saya hanya mengingatkan saja ini bisa menjadi strategi yang bisa jadi chaos. Bayangkan ini sudah sangat subtansif, ‘La illaha illallah’ dibakar coba, itu udah dahsyat,” jelasnya.

Inilah beritanya.

***

Eggi Sudjana: Wiranto Jangan Jadi Jubir Banser, Anda Itu Menkopolhukam

Captured foto pembakaran bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid oleh oknum Banser di Garut, Jawa Barat, Senin 22 Oktober 2018. (istimewa)

JawaPos.com – Upaya pemerintah menyikapi pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid oleh Barisan Ansor Serbaguna (Banser) menuai kritik dari Eggi Sudjana. Pemerintah dianggap terlalu keluar batas dari kewenangannya.

Direktur Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi itu menilai pemerintah seperti menjadi juru bicara Banser. Pasalnya pemerintah terlalu sibuk menjelaskan perkara ini. Padahal seharusnya Banser sendiri yang disibukkan dengan itu.

“Yang saya heran begini, yang bakar bendera Banser, yang sibuk menjelaskan pemerintah. Masa pemerintah jadi juru bicara Banser,” ujar Eggi di komplek DPR RI Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (25/10).

“Jadi saya kritik ke Wiranto jangan jadi jubir Banser. Anda itu Menko Polhukam, jadi harus betul-betul menjaga keamanan,” sambungnya.

Di sisi lain, Eggi tidak memungkiri bahwa perkara ini sangat sensitif. Oleh karenanya Eggi menolak berbicara terlalu dalam.

“Saya hanya mengingatkan saja ini bisa menjadi stratgei yang bisa jadi chaos. Bayangkan ini sudah sangat subtansif, ‘La illaha illallah’ dibakar coba, itu udah dahsyat,” jelasnya.

Atas dasar itu, caleg Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengimbau agar publik tidak terprovokasi oleh perkara ini. Itu guna menghindari munculnya konflik di masyarakat.

Selain itu, penegakan hukum bagi para pelaku pun harus dilakukan dengan sebaik mungkin. Jangan sampai terkesan ada tebang pilih yang dilakukan oleh polisi.

“Makanya saya hanya mengingatkan saja, teman-teman jangan terpancing, jangan terprovokasi. Kedua secara hukum harus ditindak tegas,” pungkas Eggi.

Sebelumnya, viral sebuah video menunjukkan sejumlah anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) melakukan aksi pembakaran bendera bertuliskan kalimat Tauhid. Peristiwa tersebut berlangsung saat peringatan Hari Santri Nasional di Garut, Jawa Barat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pembakaran bendera tersebut terjadi pagi tadi skitar pukul pukul 09.30 WIB di Lapang Alun Alun, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.*/(sat/JPC)/jawapos.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 2.723 kali, 1 untuk hari ini)