Panti pijat BS Oukup (Spa Tradisional Karo)  Hancur bagian depan, dan sejumlah tenaga pijatnya tewas.

79 jenasah korban kecelakaan sudah dievakuasi, kemungkinan jumlahnya bertambah.

Hercules keluaran 1964 itu hancur total, dan di dalamnya ada 101 penumpang dan 12 personel TNI AU pengawaknya.
Inilah beritanya.

***

HERCULES JATUH: 5 Penduduk Sipil Ini Ikut Tewas

SELASA, 30 JUNI 2015 | 21:38 WIB

 

TEMPO.COMedan – Pesawat C-130 Hercules yang jatuh di permukiman padat penduduk menimpa tiga bangunan yang ada orang di dalamnya.

Menurut salah seorang saksi mata, Christian Tarigan, dia melihat ada sekitar lima karyawan panti pijat BS Oukup (Spa Tradisional Karo) yang menjadi korban. “Empat orang staf dan satu kasir meninggal,” ujar Christian.

Selain informasi dari Christian, masih banyak informasi yang simpang-siur tentang adanya korban warga sekitar. Tapi yang pasti, bagian depan BS Oukup, salah satu bangunan yang tertimpa pesawat milik TNI Angkatan Udara tersebut, tampak hancur tertimpa bangkai pesawat Hercules.

Di depannya terlihat tiga bangkai mobil ringsek rata dengan tanah. Bangkai mobil itu sudah tidak terkenali lagi saat disingkirkan ekskavator pembongkar. Menurut Ade, saksi mata lain yang hadir di tempat kejadian sekitar sepuluh menit setelah kecelakaan terjadi, menceritakan bahwa banyak sekali mayat yang digeletakkan di tengah jalan.

“Rata-rata mayat itu ditutup pakai koran dulu sebelum ambulans datang,” ujarnya. Hal itu dibuktikan dengan menunjukkan foto-foto mayat korban yang sempat dia ambil.

Dalam foto tersebut tampak puluhan mayat yang digeletakkan di tengah Jalan Jamin Ginting, Medan, hanya ditutupi sehelai koran. Saat ini situasi lokasi jatuhnya pesawat itu masih ramai dipadati warga. Status jalan juga ditutup sejak Simpang Selayang hingga Simpang Simalingkar Medan.

SALOMON PANDIA/ http://nasional.tempo.co/

***

Kapuspen TNI 79 jenasah korban Hercules telah dievakuasi

MEDAN (voa-islam.com) – Rabu, 14 Ramadhan 1436 H / 1 Juli 2015 05:50 wib

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal TNI Fuad Basha menyatakan hingga pukul 22.00 WIB Selasa, sudah 79 jenasah korban kecelakaan C-130B Hercules TNI AU yang bisa dievakuasi dari lokasi dan 23 di antaranya sudah diidentifikasi.

“Identifikasi yang dimaksud itu baru sebatas pengamatan pandangan mata, belum identitas pasti para almarhum dan almarhumah itu. Jadi memang cukup perlu waktu namun kami bekerja sekuat mungkin,” katanya saat dihubungi di Jakarta, Selasa malam.

C-130B Hercules bernomor registrasi A-1310 dari Skuadron Udara 32 jatuh hanya beberapa menit penerbangan dari Pangkalan Udara TNI AU Suwondo, Medan. C-130B keluaran 1964 itu hancur total, dan di dalamnya ada 101 penumpang dan 12 personel TNI AU pengawaknya.

C-130B Hercules itu jatuh di kawasan padat penduduk pada jam sibuk, di Jalan Jamin Ginting, Medan. Kawasan ini menjadi salah satu kawasan yang menjadi jalur penting Kota Medan menuju Berastagi dan sekitarnya.

Menurut Basha, jumlah korban sangat bisa bertambah. “Apalagi kita paham bahwa kawasan di mana kejadian itu terjadi adalah padat. Kami masih juga fokus pada upaya evakuasi gabungan,” katanya.

Terkait keterangan resmi dan terpercaya yang bisa diperoleh, dia menyatakan,”Kami akan segera membuka pusat krisis terpadu yang juga menjadi pusat informasi tentang ini. Di sana nanti, masyarakat, pers, dan pihak-pihak berkepentingan bisa beroleh data yang resmi sehingga tidak simpang-siur,” katanya. [antara/Suryanto]

***

Berikut Ini Nama-nama Korban Hercules Jatuh di Medan

SELASA, 30 JUNI 2015 | 21:23 WIB

hercules

Bangunan yang rusak akibat tertimpa badan pesawat Hercules. Pihak TNI AU masih berusaha menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat. Medan, Sumatera Utara, 30 Juni 2015. Istimewa

TEMPO.COJakarta – Kecelakaan pesawat C-130 Hercules milik TNI Angkatan Udara yang jatuh di permukiman warga di Jalan Jamin Ginting, Medan, Sumatera Utara, menelan korban dari warga sipil. Badan pesawat menimpa rumah pijat BS Okup, Selasa, 30 Juni 2015. (Baca: Saksi Mata: Hercules Itu Meraung, Oleng dan Menukik.. )

Berikut ini nama-nama korban yang dihimpun Tempo hingga Selasa malam, 30 Juni 2015.

Anggota TNI AU: 
1. Kapten Shandy Permana (pilot)
2. Lettu Pandu Setiawan (kopilot I)
3. Letda Dian Sukma (kopilot II)
4. Kapten Riri Setiawan (navigator)
5. Serma Bambang (teknisi)
6. Peltu Ibnu Kohar teknisi
7. Pelda Andik Teknisi (teknisi)
8. Peltu Ngateman (teknisi)
9. Peltu Yahya Komari (teknisi)
10. Pelda Agus (teknisi)
11. Prada Alfian (teknisi)
12 Pelda Parijo (teknisi)

Sipil dan anggota TNI AD dan Paskhas:
1. Iren boru Sinaga
2. Boru Purba
3. Pendeta Sahat Martua Sinaga
4. Agus Salim Sutio
5. Like Simbolon
6. Ita Yunita Sihombing (pelajar sekolah menengah pertama)
7. Ester Yosefin Sihombing (pelajar SMP)
8. Nyonya Tarlina Sinaga
9. Nyonya Yuliani Fetawati
1O.Letnan Satu Herry Syahputra
11. Adelina Tobing.
12. Prajurit Satu Cepri Dony (anggota Paskhas)
13. Prajurit Satu Warsianto (anggota Paskhas)
14. Sersan Satu Aun Subarna
15. Pembantu Letnan Satu Warsito
16. Sersan Satu Sugianto (anggota Paskhas)
17. Sersan Dua Joko (penerbang Angkatan Darat)

Korban pegawai rumah pijat BS Okup:
1. Siti
2. Arni (kasir)
3. Anas (room boy)
4. Ari (room boy)
5. Dewi (pegawai)
6. Amel (pegawai)
7. Sindi (pegawai)
8. Rani (pegawai)

SAHAT SIMATUPANG/ http://nasional.tempo.co/

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.198 kali, 1 untuk hari ini)