Bendera terbalik di buku panduan Sea Games 2017 / style.tribunnews.com


Bendera RI terbalik di buku panduan SEA Games, baru kali ini terjadi!

Padahal SEA Games sudah berpuluh tahun digelar sejak saya masih anak-anak.

Tidak mungkin panitia tidak hafal bendera RI yang hanya dwi warna merah dan putih.

Ada hikmah dibalik setiap kejadian bagi mereka yang mau berfikir!

Mungkin dengan adanya gambar bendera terbalik ini agar kita semua berpikir, merenung, introspeksi, bahwa di negeri ini sudah SERBA TERBALIK.

Banyak contohnya :

  1. Anggota DPR berorasi di depan konstituennya dg provokatif dan ajakan saling bunuh, habisi, malah dibela, sementara doa yang didalamnya tidak ada unsur provokasi, malah dihujat.
  2. Perusahaan raksasa membangun property dalam bentuk satu kota exclusive tanpa ijin, dibiarkan berpromosi, dan terus menjual unit bangunannya, sementara penggilingan beras yang membeli beras lebih mahal kepada petani, menguntungkan petani, malah dipidanakan hanya dengan alasan mencantumkan label AKG tidak benar.
  3. Yang memposting video penghinaan kepada agama Islam dengan terang-terangan mengatakan agama Islam agama setan, dibiarkan. Sementara yang mengunggah video polisi menerima suap malah diancam pidana.
  4. Pejabat menistakan agama dibiarkan tetap menjabat, selama sidang bebas, bahkan hingga vonis jatuh dan incraacht pun tidak tampak dia ditahan. Sementara seorang ustadz yang mengingatkan bahaya PKI diborgol.
  5. Seorang ahli IT yang dibacok di jalan toll dini hari buta, hanya diselamatkan oleh istrinya, malah istrinya yang difitnah habis-habisan. Sementara pembacoknya disuguhi makanan, diajak makan bersama Kapolda, diberi panggung wawancara dengan stasiun tv.
  6. Seorang penyidik KPK disiram air keras wajahnya sampai nyaris buta kedua matanya, malah dia yang disudutkan dengan beragam issu, sementara penyiramnya sampai sekarang tidak tersentuh.
  7. Nenek ambil kayu tidak berniat mencuri hanya untuk kebutuhan hidup, dipidana. Sementara tersangka korupsi eKTP yang merugikan negara milyaran rupiah masih bebas mengemban jabatannya.
  8. Remaja yang jelas-jelas PLAGIATOR diundang ke istana, dijadikan idola dan panutan, tulisannya yang hanya contekan diviralkan, sementara anak lain yang berprestasi dan terbukti mengharumkan nama bangsa di kancah internasional sebagai hafidz cilik, sedikitpun tidak dilirik.
  9. Ulama yang mendapat sumbangan dana sukarela dari ummat untuk mendukung aksinya, dikriminalisasi dengan alasan menyalahgunakan dana masyarakat. Padahal yang menyumbangkan dana nya ikhlas dipakai untuk Aksi Bela Islam. Sementara Dana Haji yang jelas peruntukannya untuk IBADAH, mau dipakai untuk proyek infrastruktur TANPA MEMINTA PERSETUJUAN YANG PUNYA DANA.
  10. LGBT dibela, yang jelas melakukan pesta seks sesama jenis puluhan orang, dibebaskan. Sedangkan ulama yang mau bikin aksi damai, langsung ditangkap, dipenjara selama 100 hari tanpa ada alasan jelas.
    Silakan tambahkan sendiri fenomena TERBALIK dimana KEBENARAN DIPAKSAKAN JADI SALAH, sementara KESALAHAN DIPUJA BERSAMA DAN DIBELA SEOLAH KEBENARAN.
MULYAWAN RUDI <[email protected]>
07.46

***

Imaratus Sufaha’

by Nahimunkar.com,  8 Februari 2017

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِكَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ أَعَاذَكَ اللَّهُ مِنْ إِمَارَةِ السُّفَهَاءِ قَالَ وَمَا إِمَارَةُ السُّفَهَاءِ قَالَ أُمَرَاءُ يَكُونُونَ بَعْدِي لَا يَقْتَدُونَ بِهَدْيِي وَلَا يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِي فَمَنْ صَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ لَيْسُوا مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُمْ وَلَا يَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُمْ وَسَيَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي

الراوي : جابر بن عبدالله المحدث : الألباني

المصدر : صحيح الترغيب الصفحة أو الرقم: 2242 خلاصة حكم المحدث : صحيح لغيره

/Dorar.net

Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Ka’b bin’ Ujroh, “Semoga Allah melindungimu dari Imaratis Sufahaa’ (pemerintahan orang-orang yang bodoh)”, (Ka’b bin ‘Ujroh Radliyallahu’anhu) bertanya, apa itu pemerintahan orang-orang bodoh? (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) bersabda: “Yaitu para pemimpin (kekuasaan) sesudahku yang tidak mengikuti petunjukku dan tidak pula berjalan dengan sunnahku, barangsiapa yang membenarkan mereka dengan kebohongan mereka serta menolong mereka atas kedholiman mereka maka dia bukanlah golonganku, dan aku juga bukan termasuk golongannya, mereka tidak akan datang kepadaku di atas telagaku, barang siapa yang tidak membenarkan mereka atas kebohongan mereka, serta tidak menolong mereka atas kedholiman mereka maka mereka adalah golonganku dan aku juga golongan mereka serta mereka akan mendatangiku di atas telagaku. (Musnad Ahmad No.13919, shahih lighairihi menurut Al-Albani dalam Shahih at-Targhib).

(nahimunkar.com)