.

 

Di tengah kontroversi pencapresan Joko Widodo pada Pemilu 2014, ada sejumlah fakta yang tampaknya sengaja tidak disorot oleh media massa sekuler tentang para tokoh sesat yang akan memberi pengaruh di lingkar kekuasaan Jokowi bila jadi Presiden. Salah satu tokoh itu adalah Musdah Mulia yang menjabat selaku direktur lembaga pemberdayaan ideologi (think-tank) bagi PDI Perjuangan, Megawati Institute.

Bagi kalangan ulama, nama Musdah Mulia sudah lama diwaspadai sebagai tokoh liberal yang merusak ajaran Islam dengan pembelaan yang menyesatkan ke kaum LGBT (Lesbian-Gay-Bisexual-Transgender). Bahkan media massa muslim pun memberikan julukan khusus baginya selaku Ratu Sepilis (Secularism-Pluralism-Liberalism) atas reputasinya yang selama ini gencar menyebar ideologi-ideologi sesat tersebut. Namun kalangan awam tentu banyak yang belum mengenali sosok Musdah Mulia dan belum memahami kerusakan yang akan ditimbulkan oleh pengaruh sang Ratu Sepilis terhadap kekuasaan Jokowi. Apalagi sebagian muslim yang awam dengan mudahnya dibodohi tipuan media massa arus utama (mainstream) hingga terpikat citra Jokowi yang dijual melalui rekayasa penokohan dari parapolitisi dan korporat kafir.

Musdah Mulia dengan kejahatannya terhadap Islam telah membuat suatu pernyataan biadab bahwa, “Homoseksual adalah alami dan diciptakan Tuhan, karena itu dihalalkan dalam Islam”. Ironisnya, atas kebiadaban macam itu justru Musdah Muli apada 2007 diberi penghargaan oleh pemerintah Amerika Serikat melalui ajang International Women of Courage Award. Ini membuktikan betapa AS dengan kedok HAM-nya punya kepentingan besar untuk merusak masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim, karena rusaknya moral merupakan kunci pengaman bagi negara kafir imperialis tersebut agar bisa terus menguras kekayaan nusantara tanpa perlawanan dari muslim yang tak peduli pada penjajahan sistemik.

Hikmah dari terbongkarnya banyak kasus sodomi/pedofilia menjelang Pilpres 2014 patut dimaknai umat Islam sebagai peringatan atas azab Allah SWT bila homoseksual kian dibiarkan merebak di negeri ini. Kejahatan seksual yang terorganisir melalui JIS juga menguatkan bukti adanya upaya perusakan moral anak-anak secara terorganisir dari tingkat guru sampai kepala sekolah yang berasal dari AS. Seperti diketahui, AS sendiri semakin membuka diri terhadap keberadaan homoseksual. Sangat mungkin Megawati Institute melalui pengaruhnya ke Jokowi bila jadi Presiden nanti akan wujudkan pengesahan (legalisasi) bagi perilaku homoseks seperti yang dilakukan Presiden Obama yang mengakui pernikahan sesama jenis sebagai bentukdukungannya terhadap status legal kaum homoseksual di Amerika Serikat.

Peran lembaga think-tank semacam Megawati Institute tidak bisa diremehkan dalam mempengaruhikebijakan pemerintahan seandainya Jokowi menang. Sejarah membuktikan biadabnya CSIS yang sempat menjadi think-tank bagi Suharto semasa OrdeBaru. Saat itu CSIS merupakan kendaraan ideologis bagi tirani minoritas kafir guna menindas muslim yang mayoritas dengan posisikan Islam sebagai ‘ancaman’. Musdah Mulia adalah tokoh Liberal yang layak disebut sebagai musuh bersama bagi umat Islam karena sepak terjangnya menjilat imperialis Barat dengan menghamba pada kepentingan kaum kuffar di negeri ini. PDIP juga merupakan sarang musuh-musuh Islam yang jadi penentang di parlemen ketika aspirasi kaum muslimin diperjuangkan melalui rancangan undang-undang. Kini saatnya umat Islam menyadari kerusakan yang selama ini ditimbulkan PDIP selaku parpol yang merupakan peleburan partai Kristen.

Kendati berupaya ditutupi oleh media massa sekuler, namun sesungguhnya umat Islam di kalangan akar rumput mulai sadar bahwa Pilpres 2014 ini adalah pertarungan politik yang sengit antara kalangan muslim melawan kalangan kafir yang menokohkan Jokowi selaku pembuka jalan bagi kuasa kaum kuffar di negeri mayoritas muslim ini. Celakanya sebagian masyarakat muslim yang awam terlanjur dibodohi arus opini media massa sekuler hingga memuja Jokowi sampai wabah kultus individu membuat mereka buta hati hingga rela terseret ke neraka sekalipun demi membela Capres Boneka PDIP yang disanjung dan dijunjung bagai Berhala. [TJ]

https://www.facebook.com/pages/Tolak-Jokowi/720697814628014?ref=ts&fref=ts

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.693 kali, 1 untuk hari ini)