Alhamdulillah, sebuah hotel yang kerap menjadi tempat mesum berhasil ditutup. Dikabarkan oleh akun Facebook bernama Sha’id Pecinta Alam, seperti tampak pada foto di atas, hotel tersebut ditutup setelah mendapatkan desakan dari warga Dusun Cumpeng Desa Plumbon Kecamatan Tawangmangu Karanganyar Jawa Tengah.


JAS & Masyarakat Tutup Hotel Mesum ‘Lembah Hijau’

Sat, Nov 15th, 2014

KARANGANYAR, Muslimdaily.net Sering digunakan untuk mesum sebuah penginapan yang memiliki nama Lembah Hijau diprotes dan disegel oleh JAS (Jamaah Anshorusyariah) dan masyarakat sekitar. Hotel yang sudah berdiri dua tahun tersebut terletak di Dusun Cumpeng Desa Plumbon Kecamatan Tawangmangu Karanganyar Jawa Tengah dikelola langsung oleh pemiliknya sendiri yang bernama Gino.

Jika dilihat dari standar hotel memang penginapan Lembah Hijau jauh dari syarat tersebut. Yang kedua ditempat tersebut jauh dengan lokasi objek wisata. Masalah itulah yang akhirnya membuat masyarakat resah dan akhirnya berkonsultasi dengan Jamaah Ansharusyariah Karangnayar untuk menutup tempat mesum tersebut.

Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan maka pada hari Jumat (14/11/2014) pagi masyarakat dikumpulkan di Balai Desa oleh Kepala Desa Suwaji untuk menyaksikan pernyataan dari Gino (pemilik lembah hijau) yang berjanji akan menutup penginapan tersebut dan berjanji tidak akan menggunakan tempat tersebut untuk penginapan lagi.

Tak cukup disitu JAS dan masyarakat lantas mendatangi penginapan tersebut dan melakukan penyegelan.

“Sebelumnya kami mendapat informasi ini dari masyarakat sekitar. Lantas kemi mengirimkan tim informasi untuk menyelidiki tempat penginapan ini dan ternyata benar di tempat ini sering dipakai untuk mesum. Bahkan kami pernah memergoki ada anak-anak sekolah yang juga menggunakan penginapan ini” ujar Maman Amir Mudiriyah Jamaah Anshorusyariah Karangnyar disela-sela aksi.

Rencananya penginapan yang telah menghabiskan dana 700 juta tersebut akan dibangun belasan kamar namun belum selesai membangun sudah keburu ditutup oleh masyarakat.

Sayangnya Gino pemilik Lembah Hijau tersebut tak diproses secara hukum atas keteledorannya. Padahal meski telah beroperasi lama Lembah Hijau belum memiliki ijin sama sekali. Menanggapi permasalahan ini Kapolsek Tawangmangu AKP M Riyanto kepada wartawan menjelaskan bahwa “Tidak semua pelanggaran harus diproses secara hukum, jika pelaku sudah menyatakan bersalah dan bertobat” ujarnya

Usai melakukan orasi dan penyegelan masa membubarkan diri dengan tertib.

(nahimunkar.com/br)

(Dibaca 1.842 kali, 1 untuk hari ini)