.

(twitter.com/@mulyonomahesa)

Banjir 2 Meter, Rumah di Tangerang Tersisa Atap

Rumah di Pondok Gede Terendam Hingga 4 Meter

Banjir 2 Meter, Ratusan Warga Kampung Pulo Mulai Mengungsi

Mari kita simak ayat-ayat Allah Ta’ala.

{ وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا مَا حَوْلَكُمْ مِنَ الْقُرَى وَصَرَّفْنَا الْآيَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ (27) فَلَوْلَا نَصَرَهُمُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ قُرْبَانًا آلِهَةً بَلْ ضَلُّوا عَنْهُمْ وَذَلِكَ إِفْكُهُمْ وَمَا كَانُوا يَفْتَرُونَ} [الأحقاف: 27، 28]

27. dan Sesungguhnya Kami telah membinasakan negeri-negeri di sekitarmu[1389] dan Kami telah mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami berulang-ulang supaya mereka kembali (bertaubat).

28. Maka mengapa yang mereka sembah selain Allah sebagai Tuhan untuk mendekatkan diri (kepada Allah) tidak dapat menolong mereka. bahkan tuhan-tuhan itu telah lenyap dari mereka? Itulah akibat kebohongan mereka dan apa yang dahulu mereka ada-adakan. (QS Al-Ahqaf/46: 27, 28).

[1389] Yang dimaksud dengan negeri-negeri di sekitarmu ialah negeri-negeri yang berada di sekitar kota Mekah, seperti negeri-negeri Al Hijr, Sadum, Ma’rib dan lain-lain.

Kemusyrikan telah menyebabkan murka Allah hingga negeri-negeri dihancurkan. Itulah akibat kebohongan mereka dan apa yang dahulu mereka ada-adakan. Demikian menurut firman Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an.

Coba kita mengoreksi diri, aneka bencana di Indonesia ini tentunya akibat dari tingkah penduduknya. Apakah kebohongan dan mengada-ada soal agama (Islam) telah melanda penduduk Indonesia atau tidak? Bagaimana mau mengelak? Lha wong ormas yang mengaku Islam bahkan terbesar yakni NU saja justru membolehkan diadakan lokalisasi pelacuran, dan penghuninya tidak boleh diganggu gugat dalam kegiatan zinanya dengan dalih itu legal. (Menjijikkan ! NU Bolehkan Zina di Tempat Pelacuran)

Na’udzubillahi min dzalik. Sedang Din Syamsuddin yang di sana-sini membela aliran sesat syiah justru kini diangkat jadi ketua umum MUI. Pemimpin polisi malah melarang jilbab untuk polisi wanita. Pemimpin tertinggi negeri ini malah membolehkan beredarnya miras dengan aturan yang dia bikin. Semua itu jelas menentang Islam terang-terangan. Apakah itu bukan membuat kebohongan dan mengada-ada padahal menyangkut agama Allah? Itu belum dihidup suburkannya kemusyrikan di mana-mana oleh pejabat di berbagai daerah hingga ada upacara larung sesaji di mana-mana dengan berbagai bentuk dan nama. Kuburan-kuburan pun bagai disembah di mana-mana.

Di samping itu mereka justru mesra dengan orang-orang kafir yang membenci Islam. Yang itu juga mengakibatkan murka Allah Ta’ala.

تَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ !

                          “Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. (QS Al-Maaidah: 80)

Bila diterus-teruskan dan terutama para pemimpin dan kaum elitnya tidak mau beraubat, maka telah ada ancaman Allah Ta’ala seperti yang tercantum dalam kitab suci Al-Qur’an:

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا فِي كُلِّ قَرْيَةٍ أَكَابِرَ مُجْرِمِيهَا لِيَمْكُرُوا فِيهَا وَمَا يَمْكُرُونَ إِلا بِأَنْفُسِهِمْ وَمَا يَشْعُرُونَ (١٢٣)

 Dan  demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri pembesar-pembesar  yang  jahat  agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri  itu.  Dan mereka  tidak  memperdayakan melainkan  dirinya  sendiri,  sedang mereka tidak menyadarinya. (QS Al-An’aam/ 6: 123). (Terjemahan ini menurut Al-Quran dan  Tafsirnya,  Depag  RI 1985/1986, juz 8 halaman 266).

Lafal أَكَابِرَ مُجْرِمِيهَا  akaabiro mujrimiihaa itu terjemah Depag sendiri ada  dua macam.  1,  penjahat-penjahat yang terbesar (dalam  Al-Quran  dan Terjemahnya,  Depag  RI  1971, halaman  208),  dan  2,  pembesar-pembesar  yang  jahat  (dalam Al-Quran dan  Tafsirnya,  Depag  RI 1985/1986, juz 8 halaman 266). Dua makna itu berbeda  pengertiannya. Yang satu pembesar-pembesarnya yang jahat, sedang yang satunya lagi penjahat-penjahatnya yang besar.

Kedua-dua makna itu ada semua bahkan banyak, hingga entah berapa jumlah pejabat yang masuk bui gara-gara korupsi. Itu belum tentang membiarkan para koruptor kelas kakap dari orang-orang Cina yang lari ke Singapura. Bahkan yang sudah masuk ke pengadilan pun akhirnya dibebaskan. Atau penjahat narkoba yang telah divonis berat pun kemudian diberi grasi.

Murka Allah dengan mendatangkan musibah kepada manusia adalah agar manusia kembali ke jalan yang benar. Di antara musibah yang terulang kesekian kalinya adalah banjir di Jakarta dan sekitarnya.

Inilah beritanya.

***

Banjir 2 Meter, Rumah di Tangerang Tersisa Atap

Oleh Naomi Trisna

Posted: 22/02/2014 19:50

TOPIK #Banjir

Liputan6.com, Hujan deras membuat Kali Sabi kembali meluap. Banjir dengan ketinggin 2 meter pun merendam Perumahan Total Persada, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Sabtu (22/2/2014).

Diakui Mumu (27), salah seorang warga RT 08/08 yang menjadi korban banjir, air mulai memasuki rumahnya pada Sabtu siang sekitar pukul 14.30 WIB.

“Awalnya hujan tak kunjung berhenti dari malam harinya, seperti biasa, air Kali Sabi yang letaknya persis disamping perumahan, langsung meluap,” ungkapnya.

Bukannya surut, justru ketinggian air semakin meninggi, hingga akhirnya mencapai 2 meter lebih, pada rumah yang letaknya berdampingan dengan tembok pembatas Kali Sabi. Akhirnya, rumah warga pun hanya terlihat atapnya atau lantai 2 saja.

Akibatnya, warga terpaksa mengungsi kembali ke Gedung Sekolah SDN Total Persada, yang lokasinya 200 meter dari lokasi banjir. “Mau enggak mau, akhirnya ngungsi lagi. Padahal kan baru kemarin beberes rumah,” ungkap Mumu lemas.

Tak hanya Mumu dan keluarganya saja, sekitar 500 kepala keluarga mengungsi di tempat yang lebih tinggi. Selain gedung sekolah dasar negeri, warga pun mengungsi ke sebuah masjid yang ada di RW 11, atau berseberangan dengan gang rumah warga yang terendam banjir. (Mut)

***

Rumah di Pondok Gede Terendam Hingga 4 Meter

Liputan6.com, Bekasi : Hujan yang mengguyur wilayah Bogor, membuat debit air Kali Cikeas naik. Akibatnya, perumahan di Pondok Gede Permai, Jati Asih, Bekasi, terendam hingga ketinggian 3,5 meter hingga 4 meter.

Pantauan di lokasi, Sabtu (22/2/2014), air mulai memasuki rumah warga sejak pukul 15.00 WIB sore. Atap rumah-rumah kini sudah tidak terlihat lagi. Hanya yang berlantai 2 saja yang masih tampak.

Tim evakuasi gabungan TNI, Polri dan PMI telah diterjunkan. Sebanyak 8 perahu karet dikerahkan untuk mengevakuasi warga ke Jalan Raya Pondok Benda.

“Ada 6 perumahan yang terendam banjir, paling parah Pondok Gede Permai ini,” ungkap Kapolsek Jati Asih Imelda Sihotang. (Mut) Oleh Rahmat Hidayat

Posted: 22/02/2014 20:31

***

Banjir 2 Meter, Ratusan Warga Kampung Pulo Mulai Mengungsi

Oleh Taufiqurrohman

Posted: 22/02/2014 21:11

Liputan6.com, Jakarta : Banjir di pemukiman padat penduduk Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, semakin naik. Pemukiman 2 RW yang letaknya bersebelahan dengan Kali Ciliwung, kini sudah mencapai ketinggian 2 meter.

Pantauan Liputan6.com di lokasi banjir, ratusan warga dengan barang bawaannya berupa pakaian ganti dan buku anak-anaknya mengungsi di 2 titik posko pengungsian, yakni Masjid Attawabin dan Gedung Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur.

Menurut Rohimah warga RT 16 RW 03, banjir sudah merendam lantai dasar rumahnya yang berlantai 2 tersebut dan ratusan rumah di RT 16. Tanpa bantuan perahu karet, dia bersama keluarga dan beberapa tetangganya menerobos banjir.

“Di RT saya sudah 2 meter, warga kita kan letaknya paling bawah dan pinggir kali banget. Terobos aja barengan sama yang lain. Sekitar 100 rumah di RT saya mah yang terendam,” ujar Rohimah di lokasi banjir Kampung Pulo, Sabtu (22/2/2014).

Sekitar 150 warga dari RW 02 dan RW 03 Kampung Pulo sudah mengungsi di Gedung Sudin Jakarta Timur. Untuk di Masjid Attawabin sendiri, pengungsi sudah mencapai sekitar 120 orang.

“Di Attawabin tadi ada sekitar 120 orang, barusan saya kesitu. Kalau disini (Sudin) ya sekitar 150 orang dan nambah terus ini,” kata Ketua RT Ketua RT 10 RW 02 Usep, di gedung Sudin Jakarta Timur.

Untuk di wilayahnya, ungkap Usep, ketinggian air maksimal mencapai 1 meter. 56 Kepala keluarga (KK) warganya sudah mengungsi di 2 posko tersebut, dan sebagian ke tempat saudaranya yang berada di luar Kampung Pulo.

“Ya mulai ngungsi semua. Ketinggian air bervariasi, dari 40 cm sampai 1 meter,” ujarnya.

Untuk alas tidur, pengungsi memanfaatkan matras dan tikar sisa banjir beberapa waktu kemarin. Petugas yang berwenang dalam pendataan pengungsi belum tampak, meskipun saat ini warga Kampung Pulo terus berbondong-bondong untuk mengungsi di 2 tempat tersebut.

Banjir mulai merendam pemukiman warga sekitar pukul 15.00 WIB. Ketinggian air berpotensi terus naik, dikarenakan hujan yang terus mengguyur hingga saat ini. (Mut)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 639 kali, 1 untuk hari ini)