Hukum Boikot Produk Prancis Menurut MUI, Ulama Senior Arab Saudi, dan Dewan Fatwa Libya

Silakan simak ini.

***

Hukum Boikot Produk Prancis Menurut MUI


Pengunjuk rasa melakukan aksi boikot Presiden Prancis Emmanuel Macron di kawasan Nol Kilometer Yogyakarta, DI Yogyakarta, Jumat (30/10). Foto: Hendra Nurdiyansyah/ANTARA FOTO

 

Setelah menyerukan untuk boikot produk Prancis di Indonesia, kini Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjabarkan hukum dari pemboikotan tersebut. Pemboikotan diserukan MUI atas sikap Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dianggap menghina Nabi Muhammad SAW dan Islam.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Saleh mengatakan yang dilakukan Macron adalah salah satu bentuk pelecehan dan penghinaan kesucian Nabi Muhammad dan juga kesucian agama Islam . Padahal bagi umat Islam penghormatan kepada Nabi merupakan bagian dari keimanan.

“Maka tidak ada ruang sedikitpun untuk perendahan dan juga pelecehan kehormatan serta kemaksuman baginda Rasulullah SAW sekalipun dengan guyonan candaan karikatur dan beberapa aktivitas yang melecehkan lainnya,” kata Niam dalam keterangannya, Sabtu (31/10).


Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Ni’am di Graha BNPB Foto: Dok. BNPB

Terkait hukum pemboikotan itu, Niam mengatakan jika tujuan pemboikotan untuk mengingatkan Macron akan kesalahan dan mengembalikannya ke jalan yang benar maka hukumnya syar’i. Dengan begitu pemboikotan menjadi sarana pengingat.

Namun pemboikotan juga bisa jadi cara untuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Karena melalui aksi tersebut tidak hanya bisa mengingatkan kesalahan Macron, tapi juga membuat dia tidak tidak sewenang-wenang dalam melakukan penistaan sekalipun atas nama kebebasan.

“Sarana memiliki hukum yang sama dengan tujuan. Tujuan penghormatan kepada baginda Rasulullah SAW dan mengingatkan akan kesalahan orang yang menistakan baginda Rasulullah SAW. Maka sarana itu bisa jadi menjadi wajib,” kata Niam.

Konten ini diproduksi oleh kumparan, 31 Oktober 2020 22:21

 

***

 

 

Fatwa-Fatwa Ulama Senior Arab Saudi tentang pemboikotan produk Prancis

 

(TERBARU)

Fatwa-Fatwa Ulama Senior Arab Saudi tentang pemboikotan Perancis:

1. Al-Allamah asy-Syaikh Shalih al-Luhaidan hafizhahullah (Min Kibar ulama Arab Saudi):

Belia berkata:

Ada opini yang mengatakan:

” tak perlu Ada aksi pemboikotan”

Lalu beliau membantah dan berkata: ”

“Bisa jadi negara tidak melakukan pemboikotan karena politik yang ia jalankan, maka kita tinggalkan urusan negara dan politik.

Tapi bagi para pebisnis bisa mengatur perdagangan sesuai yang ia inginkan sendiri.

Beliau melanjutkan:

لا
شك
أن
الأعمال
التجارية
لها
أثرها
على
الدول
الكبرى, ..لو
يتجه
العالم
الإسلمي
إلى
تجنب
مصنوعاتها
لكان
ذلك
ضربة
قاسية
على
إقتصاد
الدولة

هذه
المواقف
والغيرة
على
رسول
الله
صلى
الله
صلى
الله
عليه
وسلم
هذه
من
الأعمال
الإيمانية
التي
نرجو
الله
أن
يثيب
القائمين
بها
أجزل
الثواب

Tidak diragukan Lagi bahwa aksi (pemboikotan) perdagangan ini mempunyai pengaruh atas negara2 besar, jika dunia Islam meninggalkan produk² mereka, maka hal itu akan menjadi pukulan telak terhadap perekenomian negara mereka.

Sikap ini (pemboikotan) dan semangat membela kehormatan Rasulullah termasuk amalan-amalan keimanan yang kita berharap pahala yang besar bagi orang yang melaksanakannya.

 

2. Allaamah Asy-Syaikh Abdul Karim Al-Khudhair hafuzhahullah :

والإنسان
غير
ملزم
في
الإصل
أن
يشتري
من
بضائع
هولاءوإن
كان
بين
أبيك
وبين
أخيك
وشخص
أخر
عداوة
وهذا
الرجل
له
تجارة
وقاطعته
وهل
يلومك
أحد؟؟؟؟وكيف
بمن
أبدى
عداوته
للإسلام
قاطبة؟؟؟؟
الحمد
لله
أن
الأمور
ماشية
بدون
بضائعهم , ولا
شك
أنها
أثرت
فيهموأحدثت
عنهم
ارباكإن
كانت
هذه
الأثر
ظاهرا
فلا
شك
أن
المقاطعة
حينئذ
تكون
مطلوبا.

Seseorang pada dasarnya memang tidak diharuskan untuk membeli produk² mereka, jika antara ayahmu atau saudaramu ada permusuhan dengan seseorang, dan seseeorang tersebut memiliki barang dagangan lalu engkau memboikotnya, apakah ada orang yang mencelamu??? Lalu bagaimana dg orang yang jelas menampakkan permusuhan dengan agamamu??

Alhamdulillah sesungguhnya semua perkara berjalan (dg baik) tanpa produk² (barang dagangan) mereka. Dan tidak diragukan lagi pemboikotan ini berpengaruh kepada mereka, menimbulkan goncangan di tengah-tengah mereka, jika pengaruhnya ini nampak jelas maka tidak diragukan lagi bahwa pemboikotan saat ini sangat diharuskan.

Sumber video dari:


https://www.facebook.com/%D8%AA%D8%B1%D8%A7%D8%AB-%D8%A7%D9%84%D8%AD%D9%86%D8%A7%D8%A8%D9%84%D8%A9-408527479582322/

 

3. Pendapat al-Allamah Syaikh Abdurrahman al-Barrak Hafizhahumallah

“….Yang dilakukan oleh negara Perancis dengan memasang karikatur nabi di gedung resmi pemerintahan ini bentuk peperangan terhadap umat Islam, maka wajib bagi kaum muslimin untuk menghadapi mereka semampunya dan minimal dg pemboikotan produk atau barang dagangan mereka, pemboikotan ini akan menyempitkan mereka dan menjadikan mereka berhenti dari memusuhi dan melecehkan Nabi shalallahu alaihi wasallam, dan sudah terbukti bahwa pemboikotan ekonomi menjadikan orang jahat berhenti dari kejahatannya..”

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10208407613343879&id=1712224364

 

4. Al-Allamah asy-syaikh Mustafa al-Adawi hafizhahullah (Ulama salafi Mesir) :

“Pemboikotan Tak perlu Izin pemerintah,….. Perkara yang aneh, terkadang seseorang menempatkan posisi waliyul amri, seperti posisi sesembahahan …”

Sumber: https://www.facebook.com/256042561094679/posts/3768141089884791/

Via fb

Fadlan Fahamsyah

1StSfpdon4rmos oorjamed  · 

 

Muhammad Fakhrurrazy

tSng3 Spgonsosjarehdm  · 

***

 

Dewan Fatwa Libya Serukan Boikot Produk Prancis

Produk prancis diserukan Dewan Fatwa Libya untuk diboikot.

TRIPOLI — Rumah Fatwa Libya menyerukan pemboikotan produk-produk Prancis sebagai protes terhadap Presiden Emmanuel Macron yang telah menghina Islam dan Nabi Muhammad. Seperti dilansir the Libya Observer pada Kamis (29/10), Dewan Riset Rumah Fatwa Libya menyerukan kepada semua Muslim, konsumen dan pedagang untuk memboikot barang-barang Prancis termasuk makanan dan lainnya.  “Pemboikotan itu senjata efektif dan menyakitkan,” dalam pernyataannya Dewan Riset Fatwa Libya.

Dewan Fatwa Libya menekankan perlunya melakukan pemboikotan Prancis di semua level termasuk dalam hubungan resmi dan masyarakat umum. Dewan Fatwa juga meminta para sarjana, pengkhotbah, dan elit untuk berkontribusi dalam kampanye memprotes Prancis dan melawan Islamofobia dengan cara mendidik orang-orang tentang tugas mereka untuk mempertahankan keyakinan dan kesucian agama.

Sebelumnya Presiden Prancis, Emmanuel Macron dalam pernyataannya baru-baru ini justru membela dan mendukung penerbitan karikatur Nabi Muhammad oleh majalah Charlie Hebdo yang telah memicu kemarahan negara-negara Muslim.

Seperti di Libya, para aktivis membuat kampanye daring yang menyerukan pemboikotan produk-produk Prancis dengan membagikan daftar merek produk Prancis yang harus dihindari oleh konsumen. Selain itu para aktivis juga menginformasikan sebuah aplikasi bernama Made In yakni sebuah aplikasi bagi konsumen agar dapat mengetahui asal produk dengan cara memindai kode pada produk tersebut.

Tak hanya di Libya, produk-produk Prancis dari makanan hingga produk kecantikan telah dihapus dari pusat-pusat perbelanjaan modern di Kuwait, Yordania, Qatar dan juga Mesir. Sementara itu protes juga tak hanya terjadi di Libya namun juga berlangsung di Suriah, jalur Gaza, Turki, Pakistan, Bangladesh. Langkah serupa juga dilakukan Arab saudi sebagai salah satu negara dengan ekonomi terbesar di dunia Arab.

Sumber:

https://www.libyaobserver.ly/news/libyan-fatwa-house-calls-boycott-french-products

Kamis 29 Oct 2020 09:08 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, Rep: Andrian Saputra/ Red: Muhammad Hafil

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 597 kali, 1 untuk hari ini)