Ustadz. Dzulkarnaen Sunusi (Hafidhahuallah) 

#SAYA MENGKAFIRKAN ?
Repost : Atha bin Yussuf

Belajar dulu gih bahwa Para Ulama telah Ijma (sepakat) bahwa barangsiapa yang menghina, mencela, mencaci, merendahkan, mengolok-olok atau menisbatkan keburukan atau menyematkan keburukan atau gelar-gelar buruk dan keji kepada Nabi dan Rasul Allah maka dia telah Murtad, Kafir, keluar dari Islam serta hukumannya adalah wajib dibunuh tanpa diminta Taubatnya.

Al-Qadhi bin Iyadh rahimahullah berkata,

“Barangsiapa melecehkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ATAU SALAH SEORANG DARI NABI atau menghina, atau menyakiti mereka, MAKA DIA KAFIR BERDASARKAN IJMA.”– Asy-Syifa, II/1069

Al-Qadhi bin Iyadh rahimahullah berkata,

“Malik bin Anas berkata dalam kitab Ibnu Habib dan Muhammad, Ibnul Qasim, Ibnul Majisyun, Ibnu Abdul Hakam, Ashbagh dan Sahnun berkata tentang orang YANG MENCELA PARA NABI, atau salah seorang dari mereka, atau MERENDAHKANNYA bahwa ORANG TERSEBUT DIBUNUH TANPA DITUNTUT BERTAUBAT.” – Asy-Syifa, II/1098

Ibnu Hazam Az Zahiri rahimahullah berkata,

“Benarlah dengan dasar apa yang telah kita sebutkan, BAHWA SIAPA PUN YANG MENCACI (MENCELA) SALAH SEORANG NABI ATAU MEMPEROLOK-OLOKNYA, MAKA DIA KAFIR MURTADZ, HUKUMNYA ADALAH MURTAD (DIBUNUH).” – Al-Muhalla, 13/501-502. Lihat pula Al-Fashl, III/299

Ibnu Nujaim Al Hanafi rahimahullah berkata,

“DIA KAFIR KARENA MENCELA SEORANG NABI.” – Al-Bahr ar-Rayiq, V/130

Ad-Dardir Al Maliki rahimahullah berkata,

“BARANGSIAPA YANG MENCACI SEORANG NABI YANG DISEPAKATI KENABIANNYA, ATAU MENCELA DENGAN BAHASA TIDAK LANGSUNG MAKA DIA KAFIR.” – Asy-Syarh Ash Shaqir Ala Aqrab Al Manasik, VI/149-150

Asy-Syarbini Asy-Syafi’i rahimahullah berkata,

“Barangsiapa mendustakan seorang Rasul atau Nabi, atau mencacinya (mencelanya), atau melecehkannya atau melecehkan namanya, MAKA DIA KAFIR.” – Mughni Al Muhtaj, IV/134

Mar’i bin Yussuf Al-Karmi Al Hanbali rahimahullah berkata,

“Barangsiapa MENCACI (MENCELA) SEORANG RASUL, MAKA DIA KAFIR.” – Ghayah Al Muntaha, III/335

Syaikh Al Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,

“Di antara kekhususan para Nabi, bahwa barangsiapa mencaci (mencela) salah seorang dari mereka MAKA DIBUNUH berdasarkan Ijma’, dia murtad.” – Ash-Shafdiyah, I/261

ALASAN KHILAF KARENA MANUSIA TIDAK ADA YANG SEMPURNA

Itulah mulut-mulut racun … Laa Hawla Wala Quwwata Illa Billah, memang manusia tidak ada yang sempurna, namun kita lihat kondisi orang tersebut, dia lulusan universitas ternama, berilmu dan dia belajar bahkan sekarang diustadzkan dan telah membaca Al-Qur’an sehingga hujjah Allah telah sampai dan telah tegak kepada dia yang karenanya dia telah mengetahui adab-adab kepada Nabi dan Rasul Allah yang salah satunya dengan tidak memberikan atau menisbatkan gelar-gelar buruk seperti Preman kepada Nabi dan Rasul Allah … sehingga alasan Khilaf yang dilontarkan oleh pendukungnya tidak dapat diterima

Para Ulama pendahulu tidak pernah menerapkan Khilaf, mereka langsung mengkafirkan bahkan membunuh kepada siapapun yang memang benar-benar telah nyata mencela, mencaci, menghina, memperolok-olok atau menisbatkan keburukan atau gelar buruk dan keji kepada Nabi dan Rasul Allah …. apakah Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan Khilaf ? Jawabnya TIDAK sebagaimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, “SESUNGGUHNYA KAMI HANYALAH BERSENDA GURAU DAN BERMAIN-MAIN SAJA.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok ?” TIDAK USAH KAMU MINTA MAAF, KARENA KAMU TELAH KAFIR SESUDAH BERIMAN.” – QS. At-Taubah [9] : 65- 66

dan Nabi Musa alaihisallam adalah Rasul-Nya sehingga alasan Khilaf tidak dapat diterima walaupun sejengkal

ALASAN MEMBERI UDZUR JAHIL

Saya katakan, kalau yang mengatakan itu orang yang baru masuk Islam dan belum membaca dan sampai serta tegak hujjah Allah kepada dia yakni Al Qur’an maka WAJIB DIBERI UDZUR JAHIL.

atau kalau dia tinggal di tempat terpencil yang belum sampainya dakwah yang karenanya belum sampai dan belum membaca juga belum tegak hujjah Allah yakni Al-Qur’an atau tempat terpencil yang terputusnya dari risalah Dakwah maka WAJIB DIBERI UDZUR JAHIL.

SEDANGKAN yang mengatakan itu lulusan universitas luar negeri, belajar dan berilmu, telah sampai dan telah membaca serta telah tegak hujjah Allah yakni Al-Qur’an, dan juga telah berdakwah dan diustadzkan … LANTAS DIMANA UDZUR JAHILNYA ?

Atha bin Yussuf

Jakarta

Hukum Mencela Nabi dan Ummul Mukminin

Hukum Mencela Nabi dan Ummul Mukminin Ustadz. Dzulkarnaen Sunusi (Hafidhahuallah) .#SAYA MENGKAFIRKAN ?Repost : Atha bin Yussuf Belajar dulu gih bahwa Para Ulama telah Ijma (sepakat) bahwa barangsiapa yang menghina, mencela, mencaci, merendahkan, mengolok-olok atau menisbatkan keburukan atau menyematkan keburukan atau gelar-gelar buruk dan keji kepada Nabi dan Rasul Allah maka dia telah Murtad, Kafir, keluar dari Islam serta hukumannya adalah wajib dibunuh tanpa diminta Taubatnya..Al-Qadhi bin Iyadh rahimahullah berkata,.“Barangsiapa melecehkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ATAU SALAH SEORANG DARI NABI atau menghina, atau menyakiti mereka, MAKA DIA KAFIR BERDASARKAN IJMA.”.- Asy-Syifa, II/1069.Al-Qadhi bin Iyadh rahimahullah berkata,.“Malik bin Anas berkata dalam kitab Ibnu Habib dan Muhammad, Ibnul Qasim, Ibnul Majisyun, Ibnu Abdul Hakam, Ashbagh dan Sahnun berkata tentang orang YANG MENCELA PARA NABI, atau salah seorang dari mereka, atau MERENDAHKANNYA bahwa ORANG TERSEBUT DIBUNUH TANPA DITUNTUT BERTAUBAT.”.- Asy-Syifa, II/1098.Ibnu Hazam Az Zahiri rahimahullah berkata,.“Benarlah dengan dasar apa yang telah kita sebutkan, BAHWA SIAPA PUN YANG MENCACI (MENCELA) SALAH SEORANG NABI ATAU MEMPEROLOK-OLOKNYA, MAKA DIA KAFIR MURTADZ, HUKUMNYA ADALAH MURTAD (DIBUNUH).”.- Al-Muhalla, 13/501-502. Lihat pula Al-Fashl, III/299.Ibnu Nujaim Al Hanafi rahimahullah berkata,.“DIA KAFIR KARENA MENCELA SEORANG NABI.”.- Al-Bahr ar-Rayiq, V/130.Ad-Dardir Al Maliki rahimahullah berkata,.“BARANGSIAPA YANG MENCACI SEORANG NABI YANG DISEPAKATI KENABIANNYA, ATAU MENCELA DENGAN BAHASA TIDAK LANGSUNG MAKA DIA KAFIR.”.- Asy-Syarh Ash Shaqir Ala Aqrab Al Manasik, VI/149-150.Asy-Syarbini Asy-Syafi’i rahimahullah berkata,.“Barangsiapa mendustakan seorang Rasul atau Nabi, atau mencacinya (mencelanya), atau melecehkannya atau melecehkan namanya, MAKA DIA KAFIR.”.- Mughni Al Muhtaj, IV/134.Mar’i bin Yussuf Al-Karmi Al Hanbali rahimahullah berkata,.“Barangsiapa MENCACI (MENCELA) SEORANG RASUL, MAKA DIA KAFIR.”.- Ghayah Al Muntaha, III/335.Syaikh Al Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,.“Di antara kekhususan para Nabi, bahwa barangsiapa mencaci (mencela) salah seorang dari mereka MAKA DIBUNUH berdasarkan Ijma’, dia murtad.”.- Ash-Shafdiyah, I/261.ALASAN KHILAF KARENA MANUSIA TIDAK ADA YANG SEMPURNA.Itulah mulut-mulut racun … Laa Hawla Wala Quwwata Illa Billah, memang manusia tidak ada yang sempurna, namun kita lihat kondisi orang tersebut, dia lulusan universitas ternama, berilmu dan dia belajar bahkan sekarang diustadzkan dan telah membaca Al-Qur'an sehingga hujjah Allah telah sampai dan telah tegak kepada dia yang karenanya dia telah mengetahui adab-adab kepada Nabi dan Rasul Allah yang salah satunya dengan tidak memberikan atau menisbatkan gelar-gelar buruk seperti Preman kepada Nabi dan Rasul Allah … sehingga alasan Khilaf yang dilontarkan oleh pendukungnya tidak dapat diterima.Para Ulama pendahulu tidak pernah menerapkan Khilaf, mereka langsung mengkafirkan bahkan membunuh kepada siapapun yang memang benar-benar telah nyata mencela, mencaci, menghina, memperolok-olok atau menisbatkan keburukan atau gelar buruk dan keji kepada Nabi dan Rasul Allah …. apakah Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan Khilaf ? Jawabnya TIDAK sebagaimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,.“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, “SESUNGGUHNYA KAMI HANYALAH BERSENDA GURAU DAN BERMAIN-MAIN SAJA.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok ?” TIDAK USAH KAMU MINTA MAAF, KARENA KAMU TELAH KAFIR SESUDAH BERIMAN.”.- QS. At-Taubah [9] : 65- 66.dan Nabi Musa alaihisallam adalah Rasul-Nya sehingga alasan Khilaf tidak dapat diterima walaupun sejengkal.ALASAN MEMBERI UDZUR JAHIL.Saya katakan, kalau yang mengatakan itu orang yang baru masuk Islam dan belum membaca dan sampai serta tegak hujjah Allah kepada dia yakni Al Qur’an maka WAJIB DIBERI UDZUR JAHIL..atau kalau dia tinggal di tempat terpencil yang belum sampainya dakwah yang karenanya belum sampai dan belum membaca juga belum tegak hujjah Allah yakni Al-Qur’an atau tempat terpencil yang terputusnya dari risalah Dakwah maka WAJIB DIBERI UDZUR JAHIL..SEDANGKAN yang mengatakan itu lulusan universitas luar negeri, belajar dan berilmu, telah sampai dan telah membaca serta telah tegak hujjah Allah yakni Al-Qur’an, dan juga telah berdakwah dan diustadzkan … LANTAS DIMANA UDZUR JAHILNYA ?.Atha bin YussufJakarta

Posted by Pengikut Sunnah on Friday, July 20, 2018

Via Fb Pengikut Sunnah

(nahimunkar.org)

(Dibaca 189 kali, 1 untuk hari ini)