Hukum Menundukkan Kepala sebagai Bentuk Hormat


Ilustrasi. Foto dari Video: https://twitter.com/i/status/1294573171375370241

  • “Perbuatan tersebut menyerupai gerakan ruku’ sedangkan ruku’ adalah penghormatan dan pengagungan yang tidak boleh diberikan kecuali hanya untuk Allah”

     

Fatwa Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’ (Fatwa Komisi Tetap Riset, Penelitian Ilmiah dan Fatwa)

السؤال الثاني من الفتوى رقم 6779

Pertanyaan kedua dari fatwa no 6779

س 2 : ما حكم انحناء الرأس لمسلم عند التحية؟

Lajnah Daimah mendapatkan pertanyaan sebagai berikut, “Apa hukum menundukkan kepala sebagai bentuk penghormatan kepada seorang muslim?

ج 2 : لا يجوز لمسلم أن يحني رأسه للتحية ، سواء كـان ذلك لمسلم أو كـافر ؛

Jawaban Lajnah Daimah, “Seorang muslim tidak boleh menundukkan kepalanya sebagai bentuk penghormatan baik kepada sesama muslim apalagi kepada orang kafir.

لأنه من فعل الأعاجم لعظمـائهم ، ولأنه شبيه بالركوع ، والركوع تحية وإعظاما لا يكون إلا لله

Hal itu dilarang karena dua pertimbangan:
a.  Hal itu adalah perbuatan orang-orang kafir kepada para pembesar mereka
b. Perbuatan tersebut menyerupai gerakan ruku’ sedangkan ruku’ adalah penghormatan dan pengagungan yang tidak boleh diberikan kecuali hanya untuk Allah”

وبالله التوفيق ، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم .
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
عبد العزيز بن عبد الله بن باز الرئيس
عبد الرزاق عفيفي نائب الرئيس
عبد الله بن غديان عضو
عبد الله بن قعود عضو

Fatwa ini ditandatangani oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz sebagai ketua Lajnah Daimah, Syaikh Abdurrazaq Afifi sebagai wakil ketua, Syaikh Abdullah bin Ghadayan dan Syaikh Abdullah bin Qaud masing-masing sebagai anggota.

فتاوى اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء>المجموعة الأولى>المجلد السادس والعشرون (كتاب الجامع 3)>البعد عن قرناء السوء>انحناء الرأس عند التحية

Fatwa ini bisa dibaca di buku Fatawa Lajnah Daimah seri pertama jilid 26 di bawah judul bab Kitab al Jami’

Sumber: Fatwa Al Lajnah Ad Daimah

Catatan:
Fatwa di atas diletakkan oleh Syaikh Ahmad bin Abdurrazaq ad Duwaisy, penyusun fatwa-fatwa Lajnah Daimah di bawah judul bab Kitab al Jami’ dan tidak di bawah judul bab al Akidah.
Ada dua alasan yang disampaikan oleh para ulama yang duduk di Lajnah Daimah untuk melarang menundukkan kepala yang dilakukan dalam rangka memberikan penghormatan.

  • Pertama adalah karena dinilai mengandung unsur menyerupai orang-orang kafir. Sebagian orang-orang Eropa memberikan penghormatan kepada para pembesar mereka dengan membuka topi kepala mereka sambil menundukkan kepala dan sedikit punggung. Menyerupai orang kafir dalam hal yang merupakan ciri khas mereka adalah suatu hal yang hukumnya haram.
  • Kedua menyerupai gerakan ruku’ yang hanya boleh diberikan kepada Allah.

NB:
Penulisan fatwa ini adalah sekaligus sebagai ralat dan koreksi atas semua pernyataan saya di kolom komentar di blog ini seputar permasalahan di atas.
Saya ucapkan jazakumullahu khoiron dan terima kasih yang setulusnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantahan, sanggahan dan tambahan ilmu kepada saya.

Artikel www.ustadzaris.com

Posted on 24 November 2018

by Nahimunkarcom

 

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 366 kali, 1 untuk hari ini)