Menjawab Video Hadits Maudhu (Palsu) Huru-Hara Di Pertengahan Ramadhan Pada Malam Jum’at Dari “SAHABAT ASWAJA”

-Hati-Hati menerima hadits dari golongan Sufi berkedok Aswaja-

Kalau kalian mendapatkan video (seperti yang diatas) yang menjelaskan bahwa pertengahan RAMADHAN INI yang konon katanya jatuh pada malam Jum’at. MAKA KATAKAN BAHWA HADITS TERSEBUT ADALAH HADITS MAUDHU (PALSU), SARANKAN BAGI YANG MENYEBARKAN VIDEO DAN YANG BUAT VIDEO UNTUK SEGERA BERTAUBAT, DAN SARANKAN UNTUK INGAT ANCAMAN BERDUSTA ATAS NAMA RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM

INI ULASAN LENGKAP HADITSNYA.

NU’AIM BIN HAMMAD berkata : Telah menceritakan kepada kami Abu Umar : dari IBNU LAHI’AH, ia berkata : Telah menceritakan kepadaku ABDUL WAHHAB BIN HUSAIN : dari MUHAMMAD BIN TSABIT AL-BUNANI : dari ayahnya, dari AL-HARITS AL-HAMDANI, dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu : dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda,

“Bila telah muncul suara di bulan Ramadhan, maka akan terjadi huru-hara di bulan Syawal, kabilah-kabilah saling bermusuhan (perang antar suku, pent) di bulan Dzul Qo’dah, dan terjadi pertumpahan darah di bulan Dzul Hijjah dan Muharram…”. Kami bertanya : “Suara apakah, wahai Rasulullah ?” Beliau menjawab : “Suara keras di PERTENGAHAN BULAN RAMADHAN, PADA MALAM JUMAT, akan muncul suara keras yang membangunkan orang tidur, menjadikan orang yang berdiri jatuh terduduk, para gadis keluar dari pingitannya, pada malam Jumat di tahun terjadinya banyak gempa. Jika kalian telah melaksanakan solat Subuh pada hari Jumat, masuklah kalian ke dalam rumah kalian, tutuplah pintu-pintunya, sumbatlah lubang-lubangnya, dan selimutilah diri kalian, sumbatlah telinga kalian. Jika kalian merasakan adanya suara menggelegar, maka bersujudlah kalian kepada Allah dan ucapkanlah : “Mahasuci Allah Al-Quddus, Mahasuci Allah Al-Quddus, Rabb kami Al-Quddus”, kerana barangsiapa melakukan hal itu, niscaya ia akan selamat, tetapi barangsiapa yang tidak melakukan hal itu, niscaya akan binasa”.

Hadits ini diriwayatkan oleh Nu’aim bin Hammad di dalam kitab Al-Fitan I/228, No.638, dan Alauddin Al-Muttaqi Al-Hindi di dalam kitab Kanzul ‘Ummal, No. 39627

DERAJAT HADITS : MAUDHU (PALSU)

karena di dalam sanadnya terdapat beberapa perawi hadits yang pendusta dan bermasalah sebagaimana diperbincangkan oleh para ulama hadits. Para perawi tersebut ialah sebagaimana berikut ini

(1) NU’AIM BIN HAMMAD

Dia seorang perawi yang DHA’IF (LEMAH),

An-Nasa’i rahimahullah berkata tentangnya,

Dia seorang yang Dha’if (lemah).”

– Lihat Adh-Dhu’afa wa Al-Matrukin, karya An-Nasa’i I/101 no. 589

Abu Daud rahimahullah berkata : “Nu’aim bin Hammad meriwayatkan dua puluh hadits dari Nabi shallallahu alaihi wasallam yang tidak mempunyai dasar sanad”

Al-Azdi rahimahullah mengatakan,

“Dia termasuk orang yang memalsukan hadits dalam membela As-Sunnah, dan membuat kisah-kisah palsu tentang keburukan An-Nu’man (maksudnya, Abu Hanifah, pent), yang semuanya itu adalah kedustaan.”

– Lihat Mizan Al-I’tidal karya Imam Adz-Dzahabi IV/267

Adz-Dzahabi rahimahullah berkata tentangnya,

“Tidak boleh bagi siapa pun berhujjah dengannya, dan ia telah menyusun kitab Al-Fitan, dan menyebutkan di dalamnya keanehan-keanehan dan kemungkaran-kemungkaran.”

– Lihat As-Siyar A’lam An-Nubala X/609

(2) IBNU LAHI’AH (ABDULLAH BIN LAHI’AH)

Dia seorang perawi yang DHA’IF (LEMAH), karena mengalami kekacauan dalam hafalannya setelah kitab-kitab haditsnya terbakar.

An-Nasa’i rahimahullah berkata tentangnya,

“Dia seorang yang Dha’if (lemah).”

– Lihat Adh-Dhu’afa wa Al-Matrukin, karya An-Nasa’i I/64 no. 346

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah berkata,

“Dia mengalami kekacauan di dalam hafalannya setelah kitab-kitab haditsnya terbakar.”

– Lihat Taqrib At-Tahdzib I/319 no. 3563

(3) ABDUL WAHHAB BIN HUSAIN

Dia seorang perawi yang MAJHUL (TIDAK DIKENAL)

Al-Hakim rahimahullah berkata tentangnya,

“Dia seorang perawi yang Majhul (tidak jelas jati dirinya dan kredibilitasnya).”

– Lihat Al-Mustadrak No. 8590

Adz-Dzahabi rahimahullah berkata di dalam At-Talkhish,

“Dia mempunyai riwayat hadits palsu.”

– Lihat Lisan Al-Mizan, karya Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani II/139

(4) MUHAMMAD BIN TSABIT AL-BUNANI

Dia seorang perawi yang DHA’IF (LEMAH DALAM PERIWAYATAN HADITS) sebagaimana dikatakan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani, Ibnu Hibban dan An-Nasa’i.

An-Nasa’i rahimahullah berkata tentangnya : “Dia seorang yang Dha’if (lemah).”

Yahya bin Ma’in rahimahullah berkata,

“Dia seorang perawi yang tidak ada apa-apanya.”

– Lihat Al-Kamil Fi Dhu’afa Ar-Rijal, karya Ibnu ‘Adi VI/136 no. 1638

Ibnu Hibban rahimahullah berkata,

“Tidak boleh berhujjah dengannya, dan tidak boleh pula meriwayatkan darinya.”

– Lihat Al-Majruhin, karya Ibnu Hibban II/252 no. 928

Al-Azdi rahimahullah berkata,

“Dia seorang yang gugur riwayatnya.”

– Lihat Tahdzib At-Tahdzib, karya Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani, IX/72 no. 104

(5) AL-HARITS BIN ABDULLAH AL-A’WAR AL-HAMDANI

Dia seorang perawi pendusta, sebagaimana dinyatakan oleh Imam Asy-Sya’bi, Abu Hatim dan Ibnu Al-Madini.

An-Nasa’i rahimahullah berkata tentangnya,

“Dia bukan seorang perawi yang kuat (hafalannya)”

– Lihat Al-Kamil Fi Dhu’afa Ar-Rijal, karya Ibnu ‘Adi II/186 no. 370

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah berkata tentangnya,

“Imam Asy-Sya’bi telah mendustakan pendapat akalnya, dan dia juga dituduh menganut paham/madzhab Rafidhoh (syi’ah), dan di dalam haditsnya terdapat suatu kelemahan.”

– Lihat Taqrib At-Tahdzib I/146 no. 1029

Ali bin Al-Madini rahimahullah berkata : “Dia seorang pendusta.”

Abu Hatim Ar-Razi rahimahullah berkata,

“Dia tidak dapat dijadikan hujjah.”

– Adz-Dzahabi, Siyar A’lam An-Nubala’,IV /152 no. 54

PERKATAAN PARA ULAMA TENTANG HADITS INI :

Al-Uqaili rahimahullah berkata,

“Hadits ini tidak memiliki dasar dari hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang tsiqah (terpercaya), atau dari jalan yang tsabit (kuat dan benar adanya).”

– Lihat Adh-Dhu’afa Al-Kabir III/52

Ibnul Jauzi rahimahullah berkata, “Hadits ini dipalsukan atas nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

– Lihat Al-Maudhu’at, III/191

Syaikh Al-Albani rahimahullah berkata, “Hadits ini Palsu (Maudhu’). Dikeluarkan oleh Nu’aim bin Hammad dalam kitab Al-Fitan.” Dan beliau menyebutkan beberapa riwayat dalam masalah ini dari Abu Hurairah dan Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhuma.”

– Lihat Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah wa Al-Maudhu’ah no. 6178, 6179

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata, “Hadits ini tidak mempunyai dasar yang benar, bahkan ini adalah hadits yang batil dan dusta.”

– Lihat Majmu’ Fatawa Bin Baz XXVI/339-341

KESIMPULAN :

DENGAN DEMIKIAN, KITA DAPAT MENGAMBIL KESIMPULAN BAHWA HADITS INI ADALAH HADITS MAUDHU’ (PALSU). TIDAK BOLEH DIYAKINI SEBAGAI KEBENARAN, DAN TIDAK BOLEH DINISBATKAN KEPADA RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WASALLAM.

Ingatlah ancamannya yang barangsiapa berdusta atas nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam maka siapkan tempat duduknya di neraka. Bertaubatlah !!!

Telah menceritakan kepada kami Abu Nu’aim : telah menceritakan kepada kami Sa’id bin ‘Ubaid : dari ‘Ali bin Rabi’ah : dari Al Mughirah radhiyallahu ‘anhu berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya berdusta kepadaku tidak sama dengan orang yang berdusta kepada orang lain. Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja maka hendaklah dia bersiap-siap (mendapat) tempat duduknya di neraka.”

– HR. Bukhari no. 1209 | Fathul Bari no. 1291 dan Muslim no. 5 | Syarh Shahih Muslim no. 4. Lafazh dan sanad di atas milik Bukhari

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ubaid al-Ghubari telah menceritakan kepada kami Abu Awanah dari Abu Hashin dari Abu Shalih dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa berdusta atas namaku maka hendaklah dia menempati tempat duduknya dari neraka.”

– HR. Muslim no. 4 | Syarh Shahih Muslim no. 3, Bukhari no. 107 | Fathul Bari no. 110, Ibnu Majah no. 34 | no. 34, Darimi no. 592 | no. 613, 614, dan Ahmad no. 8982, 10109, 10310. Lafazh dan sanad di atas milik Muslim

Telah menceritakan kepada kami ‘Ali bin Al Ja’d berkata : telah mengabarkan kepada kami Syu’bah berkata : telah mengabarkan kepadaku Manshur berkata : aku mendengar Rib’i bin Jirasy berkata : aku mendengar Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Janganlah kalian berdusta terhadapku (atas namaku), karena barangsiapa berdusta terhadapku dia akan masuk neraka.”

– HR. Bukhari no. 103 | Fathul Bari no. 106, Muslim no. 2 | Syarh Shahih Muslim no. 1, Ibnu Majah no. 31 | no. 31, Tirmidzi no. 2584, 3648 | no. 2660, 3715, dan Ahmad no. 551, 595, 596, 953, 1225. Lafazh dan sanad di atas milik Bukhari

Telah menceritakan kepada kami Abdul Kabir Bin Abdul Majid Abu Bakar Al Hanafi : telah menceritakan kepada kami Abdul Hamid Bin Ja’far : dari bapaknya : dari Mahmud Bin Labid dari Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu, dia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Barangsiapa sengaja berbohong atas namaku maka siapkanlah rumah di neraka.”

– HR. Ahmad no. 476. Shahih. Sanadnya Jayyid. Semua perawinya adalah rijal Bukhari dan Muslim kecuali Ja’far bin Abdullah bin Al Hakam, ia hanya digunakan oleh Muslim

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Walid berkata : telah menceritakan kepada kami Syu’bah : dari Jami’ bin Syaddad : dari ‘Amir bin ‘Abdullah bin Az Zubair : dari Bapaknya berkata : Aku berkata kepada Az Zubair “Aku belum pernah mendengar kamu membicarakan sesuatu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana orang-orang lain membicarakannya ?” Az Zubair bin Al Awwam bin Khuwailid radhiyallahu ‘anhu menjawab : Aku tidak pernah berpisah dengan beliau, aku mendengar beliau mengatakan,

“Barangsiapa berdusta terhadapku maka hendaklah ia persiapkan tempat duduknya di neraka.”

– HR. Bukhari no. 104 | Fathul Bari no. 107, Abu Dawud no. 3166 | no. 3651, Ibnu Majah no. 36 | no. 36 dan Ahmad no. 1339. 1353. Lafazh dan sanad di atas milik Bukhari

Telah menceritakan kepada kami Abu Ma’mar berkata : telah menceritakan kepada kami ‘Abdul Warits dari ‘Abdul ‘Aziz berkata : Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata : Beliau melarangku untuk banyak menceritakan hadits kepada kalian karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Barangsiapa sengaja berdusta terhadapku (atas namaku), maka hendaklah ia persiapkan tempat duduknya di neraka.”

– HR. Bukhari no. 105 | Fathul Bari no. 108, Muslim no. 3 | Syarh Shahih Muslim no. 2, Ibnu Majah no. 32 | no. 32, Darimi no. 237, 238, 240 | no. 241, 242, 244 dan Ahmad no. 11504, 11667, 11711, 12241, 12303, 12627, 12712, 13459, 13469. Lafazh dan sanad di atas milik Bukhari

Telah menceritakan kepada kami Abu Hisyam ar Rifa’i : telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin ‘Ayyasy : telah menceritakan kepada kami Hasyim dari Zirr dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda

“Barangsiapa yang berbohong kepadaku dengan sengaja maka hendaklah mempersiapkan tempat duduknya di neraka.”

– HR. Tirmidzi no. 2583 | no. 2659, Ibnu Majah no. 30 | no. 30 dan Ahmad no. 3623, 3654, 4110. Lafazh dan sanad di atas milik Tirmidzi.

Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Ashim : telah mengkhabarkan kepada kami Abdul Hamid bin Ja’far : telah menceritakan kepada kami Yazid bin Abu Habib dari ‘Amru Ibnul Walid dari Abdullah bin ‘Amru bin Al Ash radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Barang siapa mengatakan sesuatu atas namaku sedangkan aku sendiri tidak mengatakannya, maka hendaklah ia bersiap-siap tempat duduknya dari jahannam.”

– HR. Ahmad no. 6302. Shahih. Sanadnya Jayyid. Semua perawinya adalah rijal Bukhari dan Muslim kecuali Amru bin Al Walid bin Abdah, ia hanya digunakan oleh Ahmad dan Ibnu Majah namun Ibnu Hibban mengatakan “Tsiqah”, Ibnu Hajar al Asqalani mengatakan “Shaduuq” dan Adz-Dzahabi mengatakan “Tsiqah.”

Note : Sudah tidak asing lagi bahwa “ASWAJA” suka berdalil dengan hadits-hadits dhaif, maudhu (palsu), mungkar dan batil dalam beramal.
.
Atha bin Yussuf
Jakarta, 11 Ramadhan 1439 H
Al Ikhwanul As Sunnah
“Hanya peneliti dan penunut ilmu”

Via Fb Koalisi Umat Islam

(nahimunkar.org)

(Dibaca 7.613 kali, 1 untuk hari ini)