Ibu Rektor IAIN Kendari, Mustafa Kemal Attaturk _(Mati Mengenaskan)_ Minder Padamu

 


_Oleh : Hasmin Roy_
__________________

*Prof Dr. Faizah Binti Awad, M.Pd*, sang Rektor IAIN Kendari (periode 2019-2023) mulai tercium di kalangan warga net sejak sengketanya dengan salah seorang mahasiswanya yang bernama *Hikma Sanggala*.

Perkaranya bermula sejak Ibu Rektor IAIN Kendari, Prof Dr. Faizah Binti Awad, M.Pd mengeluarkan Surat Keputusan *Drop Out* terhadap Hikma Sanggala, dengan *’tuduhan’* yang bersangkutan *’berpaham’* radikal dan mengikuti ajaran sesat.

Berbagai upaya persuasif telah diupayakan oleh saudara Hikma Sanggala, sebagai mahasiswa ia meminta konfirmasi secara langsung perihal tudingan yang dianggap sepihak yang di alamatkan terhadapnya.

Pasalnya Saudara Hikma Sanggala selama ini adalah mahasiswa berprestasi di kampus, bahkan pernah diberikan penghargaan sertifikat mahasiswa berprestasi oleh pihak kampus sebagai mahasiswa dengan Indeks Prestasi Terbaik di Fakultasnya.

Namun semua kondisi itu tak menemui jalan yang memuaskan kedua belah pihak. Rektor IAIN Kendari telah yakin dengan keyakinan mendalam bahwa saudara Hikma Sanggala telah nyata ‘menganut’ paham radikal dan paham ajaran sesat.

Upaya yang ditempuh Hikma Sanggala melayangkan Surat Keberatan, mengadukan kepada Ombudsman setempat perihal cacat porsedural pemecatannya, dan menyambangi DPRD Sultra meminta di mediasi. Namun semua tak menuai hasil, sehingga kemudian kasus ini diteruskan ke Pengadilan TUN Kota Kendari.

Namun kemudian pada selasa, 26 November 2019, tepatnya pukul 10.00 waktu setempat, Sidang Perdana Gelar Perkara perihal mendengarkan jawaban Pihak Tergugat dari IAIN Kendari terhadap gugatan Hikma Sanggala akhirnya digelar setelah sebelumnya tertunda, yang disebabkan karena pihak IAIN Kendari belum bisa memberikan jawaban.

Dalam sidang yang berlangsung lebih dari 1 jam tersebut, akhirnya memperjelas *’tuduhan’* Rektor IAIN Kendari selama ini, perihal paham radikal dan ajaran sesat yang di maksudkannya terhadap Hikma Sanggala.

Pihak Rektor IAIN Kendari melalui kuasa hukumnya memberikan jawaban bahwa, yang dimaksud paham radikal dan ajaran sesat tersebut adalah *Khilafah Islamiyah*.

Sontak, para ulama yang turut hadir dalam persidangan tersebut mengelus dada, beristighfar dan meminta ampunan Allah ‘Azza wa Jalla. Menyayangkan dan sedih mendengar jawaban dari pihak Rektor IAIN Kendari.

Sedih bukan karena merasa kalah dari persidangan, melainkan sedih jika membayangkan betapa beratnya balasan dari Allah Ta’ala atas pernyataan serius menyebutkan ‘Khilafah adalah ajaran sesat’, _na’udzubillahi mindzalik_.

Ibu Rektor IAIN Kendari *Prof Dr. Faizah Binti Awad, M.Pd*, Mustafa Kemal Attaturk minder terhadapmu, asbab engkau lebih berani darinya.

*_Semoga ketika Prof Dr. Faizah Binti Awad, M.Pd, ibu sang rektor mati nanti, Tidak LEBIH MENGERIKAN seperti kematiannya Mustafa Kemal Attaturk._*

Sebagaimana kita ketahui dan tertulis dalam tinta sejarah Turki Utsmani, *Mustafa Kemal Attaturk* adalah tokoh utama penghapusan Sistem Khilafah Islamiyah dalam Peradaban Islam, dan menggantikannya dengan sistem sekularisme pada tahun 1924 M.

Mustafa Kemal Attaturk telah menghapuskan Khilafah Islamiyah, namun tak pernah terlontar dari lisannya yang mengatakan jika ‘KHILAFAH adalah Ajaran Sesat’. Pun demikian Allah telah cukup memberikan balasan setimpal terhadap perbuatannya yang telah menghapuskan Khilafah dari eksistensinya.

Atas perbuatannya yang telah menghapus Khilafah dan mengganti dengan sistem sekuler, *Mustafa Kemal Attaturk di azab oleh Allah dengan sakit yang menyiksa sejak di dunia hingga mati*. Ia mengalami sakit yang membuat seluruh tubuhnya merasa panas, mengeluarkan nanah dan bau di sekujur tubuhnya hingga ia mati mengenaskan.

Dan tidak terhenti disitu, jenazahnya pun tertolak oleh bumi. Setelah Mustafa Kemal dikuburkan, esok harinya jenazahnya ditemukan kembali di atas kuburnya dengan bau yang mengenaskan. Kemudian dikuburkan kembali, hal yang sama terjadi sepanjang 3 kali setiap jenazahnya di kuburkan.

Hingga pada akhirnya, masyarakat mengasingkan jenazahnya Mustafa Kemal Attaturk di sebuah gunung, dan dikemas dalam sebuah peti mayat yang kemudian ditindiskan sebuah batu marmer di atasnya dengan berat lebih dari 1 ton, disebabkan jenazahnya ditolak oleh tanah.

_Na’udzubillah tsumma na’udzubillah.._

Ibu Rektor, Prof Dr. Faizah Binti Awad, M.Pd, sungguh Mustafa Kemal Attaturk minder terhadapmu. Ia yang tak berani mengatakan KHILAFAH Ajaran Sesat, mendapati siksa dan azab yang mengerikan,

*Bagaimana ketika kematian anda nanti ibu Profesor..* 


 

Via fb Annisa Nisa

8 jam

 

Foto IAIN Kendari/ zonasultra

(nahimunkar.org)

(Dibaca 2.307 kali, 1 untuk hari ini)