Ide-Ide Brilian Era Jokowi: Dari SEMBAKO, KNALPOT, Hingga SEKOLAHAN


DARI SEMBAKO, KNALPOT, HINGGA SEKOLAHAN

 

Memang, di era pak Jokowi ini banyak ide-ide brilian yang tak pernah terpikirkan oleh presiden-presiden sebelumnya. Baik oleh Soekarno, Soeharto, Profesor Habibi, Gus Dur, Profesor Megawati, maupun SBY. 

 

Contohnya pajak sembako dan pajak SPP Pendidikan, selain asap knalpot tentu saja. Ini saya kira semua harus sepakat bahwa ide-ide itu adalah  terobosan yang sangat spektakuler dan super brilian. Ibarat main sepakbola, ini adalah umpan terobosan yang langsung menukik ke jantung pertahanan dan tinggal disambut oleh striker untuk diceploskan ke gawang.


 

Sebagai rakyat kita harus memahami cara berpikir beliau yang pernah lama jadi tukang kayu dan hidup di pinggiran kali, bahwa berpikir itu yang simpel saja tapi brilian. Kalau mau mencerdaskan kehidupan bangsa ya tinggal pajakin aja murid-murid sekolahnya. Bukan dengan memperbanyak beasiswa dan pendidikan gratis untuk diperebutkan anak-anak bangsa khususnya dari kalangan orang tua miskin yang angkanya mencapai 120 juta jiwa itu.

 

Yakinlah, bahwa memberikan beasiswa hingga perguruan tinggi atau memperbanyak pendidikan gratis bagi anak-anak bangsa yang cerdas bukanlah solusi. Malah akan menjadi beban bagi negara. Yang benar, palaki eh pajaki dan naikkan terus nanti pajaknya tahun demi tahun. Maka bangsa ini akan semakin cerdas dengan sendirinya.

 

(By Among Kurnia Ebo)

portal-islam.id, Senin, 14 Juni 2021 CATATAN/ dikutip bagian awal dan akhirnya.

***

Ada kata-kata Betawi:

Enak di die ga’ enak di kite

—–

Soal belajar atau bersekolah, ada ide “brilian” dari pemimpin Badui Dalam di Cebeo Banten.

Pemimpin Badui Dalam itu menerapkan idenya, haram bagi orang Badui Dalam dan anak-anaknya untuk bersekolah atau belajar. Karena kalau bersekolah atau belajar maka akan pintar, akibatnya hanya akan jadi penipu. Agar tidak jadi penipu, maka haram bersekolah atau belajar. Titik!

Ide brillian pemimpin Badui Dalam itu dikemukakan langsung oleh pihak mereka ketika kami datang secara resmi (berizin dari Pemda Provinsi di Bandung, karena dulu tahun 84-an belum ada provinsi Banten, masih gabung dengan Jawa Barat) ke lokasi mereka tinggal.

Hasil dari ide brillian pemimpin Badui Dalam itu, sampai saat itu, mungkin sampai kini, mereka tetap kumuh, dekil, miskin, dan bodoh total.

Itulah contoh nyata, aneh tapi nyata.

***

Di dunia ini ada Pemimpin sejati yang menunjuki kebaikan untuk dunia dan akherat, tapi banyak juga yang sebaliknya, sangat menjerumuskan namun ngakunya menunjuki kebenaran.

Di dunia ini memang ada pemimpin yang benar2 menyayangi masyarakat yang dipimpinnya, dan menunjuki serta mengarahkan agar bahagia dunia dan akherat. Contohnya adalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Makanya dipuji oleh Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an:

{لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا } [الأحزاب: 21]

21. Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah

[Al Ahzab21]

Sebaliknya, ada pentolan2 jahat yang idenya merusak, hingga akibatnya seluruh negeri hancur, kecuali yang Allah selamatkan saja.

{ وَكَانَ فِي الْمَدِينَةِ تِسْعَةُ رَهْطٍ يُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ وَلَا يُصْلِحُونَ (48) قَالُوا تَقَاسَمُوا بِاللَّهِ لَنُبَيِّتَنَّهُ وَأَهْلَهُ ثُمَّ لَنَقُولَنَّ لِوَلِيِّهِ مَا شَهِدْنَا مَهْلِكَ أَهْلِهِ وَإِنَّا لَصَادِقُونَ (49) وَمَكَرُوا مَكْرًا وَمَكَرْنَا مَكْرًا وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ (50) فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ مَكْرِهِمْ أَنَّا دَمَّرْنَاهُمْ وَقَوْمَهُمْ أَجْمَعِينَ (51) فَتِلْكَ بُيُوتُهُمْ خَاوِيَةً بِمَا ظَلَمُوا إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ (52) وَأَنْجَيْنَا الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ} [النمل: 48 – 53]

48. Dan adalah di kota itu sembilan orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan

49. Mereka berkata: “Bersumpahlah kamu dengan nama Allah, bahwa kita sungguh-sungguh akan menyerangnya dengan tiba-tiba beserta keluarganya di malam hari, kemudian kita katakan kepada warisnya (bahwa) kita tidak menyaksikan kematian keluarganya itu, dan sesungguhnya kita adalah orang-orang yang benar”

50. Dan merekapun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak menyadari

51. Maka perhatikanlah betapa sesungguhnya akibat makar mereka itu, bahwasanya Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya

52. Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh disebabkan kezaliman mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu (terdapat) pelajaran bagi kaum yang mengetahui

53. Dan telah Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka itu selalu bertakwa

[An Naml,48-53]

Itulah pentolan jahat kaum Tsamud, kumnya Nabi shalih ‘alaihissalam. Mereka menjerumuskan kaumnya, namun mulut mereka mengatakan: “… dan sesungguhnya kita adalah orang-orang yang benar”.

Kaum Tsamud yang mendiami al-Hijr diazab oleh Allah dengan satu suara keras yang menggelegar hingga mati bergelimpangan di rumah-rumah mereka. Sebab, menolak seruan Nabi Shalih yang mengajak mereka meninggalkan penyembahan berhala dan karena membunuh unta Nabi Shalih.

Peristiwa ini diabadikan Al-Quran dalam Surat Al A’raf.

وَإِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمۡ صَٰلِحٗاۚ قَالَ يَٰقَوۡمِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥۖ قَدۡ جَآءَتۡكُم بَيِّنَةٞ
مِّن رَّبِّكُمۡۖ هَٰذِهِۦ نَاقَةُ ٱللَّهِ لَكُمۡ ءَايَةٗۖ فَذَرُوهَا تَأۡكُلۡ فِيٓ أَرۡضِ ٱللَّهِۖ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٖ
فَيَأۡخُذَكُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٞ  ٧٣ وَٱذۡكُرُوٓاْ إِذۡ جَعَلَكُمۡ خُلَفَآءَ مِنۢ بَعۡدِ عَادٖ
وَبَوَّأَكُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ تَتَّخِذُونَ مِن سُهُولِهَا قُصُورٗا وَتَنۡحِتُونَ ٱلۡجِبَالَ بُيُوتٗاۖ فَٱذۡكُرُوٓاْ ءَالَآءَ ٱللَّهِ وَلَا تَعۡثَوۡاْ فِي ٱلۡأَرۡضِ مُفۡسِدِينَ  ٧٤ [ الأعراف:73-74]

“Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka, Saleh. Ia berkata. “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhanmu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya, dengan gangguan apa pun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih.”

“Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum ‘Aad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan.” (QS: Al A’raf [7]: 73-74)

Al-Hijr atau Hegra terletak 20 km utara kota Al-`Ula dan 400 km barat laut Madinah, Arab Saudi.

https://www.nahimunkar.org/inilah-negeri-negeri-yang-diazab/

Sekali lagi, dalam ayat tersebut Nabi Shalih Alaihissallam juga mengingatkan akan nikmat yang mereka dapatkan:

وَاذْكُرُوا إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِنْ بَعْدِ عَادٍ وَبَوَّأَكُمْ فِي الْأَرْضِ تَتَّخِذُونَ مِنْ سُهُولِهَا قُصُورًا وَتَنْحِتُونَ الْجِبَالَ بُيُوتًا ۖ فَاذْكُرُوا آلَاءَ اللَّهِ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ

Dan ingatlah olehmu di waktu Rabb menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum ´Aad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; maka ingatlah nikmat-nikmat Allâh dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan [Al-A’râf / 7:74]

Namun peringatan itu tidak berguna bagi mereka. Dengan sangat ingkarnya mereka menanggapi seruan dakwah beliau:

قَالُوا يَا صَالِحُ قَدْ كُنْتَ فِينَا مَرْجُوًّا قَبْلَ هَٰذَا ۖ أَتَنْهَانَا أَنْ نَعْبُدَ مَا يَعْبُدُ آبَاؤُنَا وَإِنَّنَا لَفِي شَكٍّ مِمَّا تَدْعُونَا إِلَيْهِ مُرِيبٍ

Kaum Tsamud berkata, “Hai Shalih, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan, apakah kamu melarang kami untuk menyembah apa yang disembah oleh bapak-bapak kami? dan sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami” [Hûd /11: 62]

Lebih jauh lagi mereka menyembelih unta yang diperintahkan  untuk dijaga dan agar jangan diperlakukan buruk:

فَعَقَرُوا النَّاقَةَ وَعَتَوْا عَنْ أَمْرِ رَبِّهِمْ وَقَالُوا يَا صَالِحُ ائْتِنَا بِمَا تَعِدُنَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ

Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan. Dan mereka berkata: “Hai Shalih, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allâh)” [Al-A’râf / 7: 77]

Allâh Azza wa Jalla kemudian menyiksa mereka pada hari keempat:

فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ

Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka [Al-A’râf / 7: 78]

وَأَخَذَ الَّذِينَ ظَلَمُوا الصَّيْحَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دِيَارِهِمْ جَاثِمِينَ

Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya. [Hûd / 11: 67]

فَأَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ مُصْبِحِينَ

Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur di waktu pagi. [Al-Hijr / 15: 83]

(lihat/ almanhaj.or.id)

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 261 kali, 1 untuk hari ini)