Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional diselenggarakan oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama di Slipi Jakarta Barat, 27-29 Juli 2018. foto cnn/knftsi.

Terdapat lima kriteria umum capres-cawapres yang disepakati. Yakni:

  1. harus memiliki iman dan takwa,
  2. memiliki ilmu dan kompetensi,
  3. sehat jasmani dan rohani,
  4. memiliki keberpihakan kepada pribumi dan umat Islam,
  5. serta bebas dari “paham liberalisme, komunisme, kapitalisme dan sekularisme.”

Demikian keterangan Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) Yusuf Muhammad Martak  mengenai kesepakatan Ijtima’ Ulama di Jakarta Barat, 27-29 Juli 2018 sebagaimana diberitakan teropongsenayan.com.

“Sedangkan kriteria khususnya harus Muslim yang taat beribadah, memiliki karakter yang jujur dan terpercaya, cerdas dan tabligh, harus memahami subtansi UUD 1945, memiliki kemampan manajerial kepemimpinan dan membela umat Islam,” ujar Yusuf di sela Ijtima Ulama hari kedua, di Menara Peninsula, Jakarta, Sabtu (28/7/2018).

Agenda Ijtima ini akan menghasilkan rekomendasi nama calon presiden dan calon wakil presiden yang nantinya akan diserahkan ke lima partai politik yang tergabung dalam koalisi keummatan untuk Pilpres 2019 mendatang.

Kelima partai dimaksud diantaranya Partai Gerindra, PAN, PBB, PKS, dan Berkarya yang telah berkomitmen akan membentuk koalisi di Pilpres 2019.

“Jadi kesepakatan dari Ijtima Ulama ini akan mengerucutkan nama capres-cawapres, lantas nama-nama itu akan kita serahkan ke Parpol yang tergabung dalam koalisi keumatan untuk Pilpres 2019,” kata Yusuf. (plt)/  teropongsenayan.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 379 kali, 1 untuk hari ini)