Ikhtiar Masjid Jogokariyan Jogja

dalam menyikapi wabah corona

 


Masjid Jogokariyan Jogja/ foto rdrcrbn


Ba’da magrib kemaren tak biasanya Ust Muhammad Jazir Ketua Dewan Syuro’ Masjid Jogokariyan tertiba naik ke Mimbar. Tak disangka beliau mengeluarkan MAKLUMAT takmir Masjid Jogokariyan,

Ya, apalagi kalau bukan tentang penyikapan wabah corona yang semakin mengkhawatirkan itu. Di luar ekspektasi, Takmir begitu sigap dalam melindungi jamaahnya, berharap tak begitu khawatir dengan kegiatan rutin sholat jama’ah.

Apalagi semua orang tau Masjid Jogokariyan setiap hari ada tamu jama’ah dari luar untuk belajar manajemen masjid, atau hanya ingin tau fenomenalnya masjid ini,

Singkat cerita, Ust Jazir, begitu kami menyebutnya, langsung mengeluarkan Maklumat kepada para jama’ahnya:

1. Masjid sampai saat ini sementara belum melakukan lockdown atau penganjuran sholat di rumah, salah satu pertimbangan kuatnya adalah soal ekonomi. Para pedagang sekitar masjid seperti angkringan, bakso, juice, dll mereka hanya mendapatkan penghasilan harian kalau buka jualan, bayangkan kalau ditutup pasti akan lebih kesulitan soal ekonomi, tak hanya itu 24 supliyer makanan di angkringan pun juga akan berhenti,

2. Solialisasi tentang virus dan pencegahannya. kemaren masjid mendatangkan DR. Siswanto, SP.P (Dokter Spesialis Paru RSA UGM) agar masyarakat lebih paham & tahu cara mengantisipasinya

3. Semua makanan di angkringan harus dilapisi/dibungkus plastik untuk menjaga dari berbagai virus yang menemel

4. Karpet & titik-titik masjid dimana para jamaah sering berinteraksi semuanya disemprot dengan disinfektan 5x sehari atau sebelum dilaksanakannya sholat jama’ah. Ini terus dilakukan sampai wabah mereda

5. Wastafel di beberapa titik sudut masjid, para jamaah diharapkan cuci tangan sebelum masuk masjid dengan sabun dan sanitizer

6. Wastafel juga ada di parkiran bus/kendaraan tamu di barat masjid, tamu dari luar diwajibkan mencuci tangan sebelum masuk area Masjid Jogokariyan

7. Masjid sedang menyiapkan hand sanitizer untuk dibagikan kepada seluruh jamaah secara gratis

8. Yang tak kalah menarik, segelas minuman jamu empon-empon (jahe, temulawak, rempah lain) hangat bisa dinikmati setiap ba’da subuh, ini untuk menjaga imunitas para jama’ah agar tetap sehat,

9. Dan apabila dari pemerintah mengharuskan wilayah jogokariyan dan sekitar lockdown (semoga tidak terjadi) Masjid akan membuka dapur umum untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang sedang mengisolasi di rumah masing-masing.

JANGAN TAKUT !!! hentak beliau dengan nada yang tinggi namun diiringi dengan senyuman hehe.. Beliau melanjutkan agar tak perlu panik & senantiasa memohon pertolongan dari Allah SWT agar terhindar dari segala musibah/wabah yang menyebar,

Para jamaah pun menjadi lebih tenang, ibadahpun menjadi lebih khusyu’. Walau kita tak pernah tau hasil, namun ikhtiar yang maksimal menjadi sebuah keharusan…

Yogyakarta, 17 Maret 2020
_Oleh: Shahru Saifuddin (Salah Satu Jamaah Masjid Jogokariyan)_

Diposting oleh akun

Iri Yanto Jaya dalam suatu komentar

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 218 kali, 1 untuk hari ini)