• Dalam matematika ada relativitas. “Coba sepuluh bagi tiga. Hasilnya kan tiga koma tiga, tiga, tiga,…orang akan mengira-ngira saja.”

Sebaliknya, ilmu agama adalah pasti. Bahkan yang belum terjadipun seperti kiamat, bersifat pasti.

Inilah sorotannya.

***

Ternyata Matematika Bukan Ilmu yang Pasti

Shodiq Ramadhan | Jumat, 02 Maret 2012 | 19:37:02 WIB

Jakarta – Selama ini banyak kalangan menganggap bahwa Matematika adalah ilmu yang bersifat pasti. Ternyata anggapan itu keliru. Matematika bukanlah ilmu yang bersifat pasti, yang bersifat pasti justru ilmu agama.

Demikian dikatakan Direktur Eksekutif INSISTS Adnin Armas saat berbincang dengan Suara Islam Online sesaat setelah konferensi pers di Darmin Cafe, Jl. Duren Tiga Raya, Jakarta Selatan, Jumat (2/3/2012).
Dalam matematika ada relativitas. “Coba sepuluh bagi tiga. Hasilnya kan tiga koma tiga, tiga, tiga,…orang akan mengira-ngira saja”, jelasnya sederhana.

Sebaliknya, ilmu agama adalah pasti. Bahkan yang belum terjadipun seperti kiamat, kata Adnin, bersifat pasti.

Adnin juga menjelaskan bahwa ilmu matematika juga bukan ilmu yang bersifat universal atau bebas nilai. Kesepakatan basis angka sepuluh atau lima, dipengaruhi oleh bangsa yang menetapkan basis itu. “Kita menetapkan lima tambah enam adalah sebelas, karena basisnya sepuluh. Tapi bagi Cina yang menggunakan basis lima, dua tambah empat adalah satu”, jelasnya.

Karena itu, matematika yang merupakan dasar ilmu eksakta saja adalah ilmu yang tidak universal apalagi dengan ilmu fisika, kimia dan biologi. Sehingga Islamisasi ilmu pengetahuan (sains) mutlak adanya.”Ilmu harus berbasis agama, jika tidak, akan sekuler”, kata Adnin.

Rep: Shodiq Ramadhan (SI ONLINE)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 495 kali, 1 untuk hari ini)