Pada zaman dulu terdapat patung-patung yang diagungkan di suatu tempat di Damaskus bernama Darb An Nafidaniyyin. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah bersama saudaranya, Syarafuddin pergi untuk menghancurkannya.

Di perjalanan, banyak orang yang ingin ikut bergabung, namun tersebar ketakutan bahwa jika patung itu dihancurkan, maka mata air Al Fijah tidak akan mengalir lagi, tidak akan turun hujan lagi, tanaman tidak akan berbuah lagi, dsb. Ada pula yang khawatir Ibnu Taimiyyah tidak akan hidup lagi setelah menghancurkannya.

Tapi beliau tetap berangkat dan menghancurkan patung-patung tersebut seraya berkata:

جاء الحق وزهق الباطل إن الباطل كان زهوقا

“Kebenaran telah datang, dan kebatilan telah sirna. Sungguh kebatilan itu pasti akan lenyap”

Syaikh Syarafuddin menceritakan: Imam Nawawi dahulu pernah berdoa: “Ya Allah, bangkitkanlah seorang laki-laki untuk membela agama-Mu, menghancurkan patung-patung itu dan menghancurkan bangunan kubur di Jairun”. Dan inilah di antara karamah Imam An Nawawi (yaitu terkabulnya doa beliau melalui perantara Ibnu Taimiyyah -pent).

[Auraaq Majmu’ah min Hayati Syaikhil Islam Ibni Taimiyyah Rahimahullah, hal 70]

Via FB Ristiyan Ragil Putradianto

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.411 kali, 1 untuk hari ini)