Pembahasan tentang kuburan sedang ramai di FB nahimunkar.com. Sampai-sampai  ada pembaca yang menulis komentar dengan membawa-bawa Imam Syafi’i dengan amalan-amalan ibadah di sisi kuburan gurunya, Abu Hanifah.

Seandainya itu benar dilakukan oleh Imam Syafi’i pun tentu yang diikuti justru pesan beliau; apabila hadits itu shahih maka itulah mazhabku.

روى الحاكم والبيهقي عن الشافعي رضي الله عنه أنه كان يقول اذا صح الحديث فهو مذهبي وفي رواية اذا رأيتم كلامي يخالف الحديث فاعملوا بالحديث واضربوا بكلامي الإنصاف للدهلوي (ص: 104)

Al-Hakim dan Al-Baihaqi meriwayatkan dari As-Syafi’I radhiyallahu ‘anhu bahwa dulu dia berkata: “Apabila hadits itu shahih maka dialah madzhabku”. Dan dalam satu riwayat, “Apabila kalian melihat pembicaraanku menyelisihi al-hadits, maka berbuatlah kalian dengan hadits itu dan buanglah perkataanku”. (Al-Inshaf oleh Ad-Dahlawy halaman 104)

Sedangkan haditsnya dalam hal ibadah di kuburan adalah sebagai berikut:

Sabda Rasûlullâh shallallahu ‘alaihi wa sallam,

الْأَرْضُ كُلُّهَا مَسْجِدٌ إِلَّا الْمَقْبَرَةَ وَالْحَمَّامَ

Bumi seluruhnya adalah masjid (tempat untuk shalat), kecuali kuburan dan kamar mandi. (H.R. Ahmad (XVIII/312 no. 11788) dari Abu Sa’id radhiallahu ‘anhu. Sanadnya dinilai kuat oleh al-Hâkim[9], Ibnu Taimiyyah rahimahullah [10] dan al-Albâni.[11]

Imam Ibnu Qudâmah rahimahullah (w. 620 H) menjelaskan, bahwa bumi secara keseluruhan bisa menjadi tempat shalat kecuali tempat-tempat yang terlarang untuk shalat di dalamnya, seperti kuburan. [12]

Keterangan serupa juga disampaikan oleh Imam an-Nawawi rahimahullah[13] dan al-Hâfizh al-‘Iraqi rahimahullah (w. 806 H) [14].

________________________________

[9] Al-Mustadrak (I/251).

[10] Iqtidhâ’ ash-Shirâth al-Mustaqîm (II/189).

[11] Irwâ’ al-Ghalîl (I/320).

[12] Lihat: Al-Mughny (II/472).

[13] Cermati: Syarah Shahîh Muslim (V/5).

[14] Sebagaimana dinukil oleh al-Munawy dalam Faidh al-Qadîr (III/349).

Dari artikel ‘Shalat dan Berdoa di Kuburan — Muslim.Or.Id

Mari kita simak pengomentar fp nahimunkar.com yang membawa-bawa Imam Syafi’I lalu dibantah pembaca yang lain berikut ini.

***

BeLajar ShoLeh (mengutip Anshori Dahlan ):

Dari Imam Syafi’i bahwa beliau mengatakan: “Saya ngalap berkah dengan Abu Hanifah. Aku mendatangi kuburannya setiap hari.
Apabila aku ada hajat, maka aku pergi ke kuburannya, sholat dua rokaat dan berdoa di sisi kuburan Abu Hanifah, lalu tak lama dari itu Allah mengabulkan do’aku.”
================
(Bantahan dari BeLajar ShoLeh):

 Kisah ini dicantumkan oleh Al-Khathib al-Baghdadi dalam Tarikh Baghdad 1/123 dari jalur Umar bin Ishaq bin Ibrahim dari Ali bin Maimun dari asy-Syafi’i.
Riwayat ini adalah lemah, bahkan bathil, karena Umar bin Ishaq tidaklah dikenal dan tidak disebutkan dalam kitab-kitab perawi hadits.
(Silsilah Ahadits Adh-Dha’ifah 1/78)

Dalam kitab Tab’id Syaithon dijelaskan: “Adapun cerita yang dinukil dari Syafi’i bahwa beliau biasa pergi ke kuburan Abu Hanifah, maka itu adalah kisah dusta yang amat nyata.”
(At-Tawashul Ila Haqiqoti Tawassul hlm. 339-340)

Syaikhul Islam Ahmad bin Abdul Halim berkata:
“Ini adalah kedustaan yg sangat nyata bagi orang yang memiliki ilmu hadits… Orang yg menukil kisah ini hanyalah orang yg sedikit ilmu dan agamanya.”
(Iqtidho’ Shirathil Mustaqim 2/685-686)

https://www.facebook.com/nahimunkarcom?hc_location=timeline

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.080 kali, 1 untuk hari ini)