Memanasnya berita tentang imigran di Balikpapan yang dikhabarkan bahwa mereka adalah dari aliran sesat syiah mendapat perhatian banyak pihak. Termasuk di antaranya Kapolri. Beliau meminta agar imigran gelap di Balikpapan dideportasi.

Pasalnya, warga Balikpapan khawatir imigran-imigran tersebut menyebarkan ajaran Syiah.

Pelaksanaannya itulah yang tentunya ditunggu oleh masayarakat, sebelum terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Kasus dibunuhnya warga Islam Puger Jember Jawa Timur oleh aliran sesat syiah setempat beberapa waktu lalu merupakan pelajaran berharga, agar tidak terjadi lagi. Padahal orang syiah masih minoritas, bahkan pentolannya pun di sana masih belum terang-terangan mengaku syiah namun ajarannya ditengarai sebagai syiah dan meresahkan masyarakat Muslim.

Oleh karena itu, masalah deportasi imigran syiah ini yang terpenting adalah pelaksanaannya, sehingga keamanan masyarakat akan terjamin. Bila itu hanya digoreng dengan mengulur-ngulur waktu, dikhawatirkan akan jadi masalah nasional dan besar. Celakanya, bila hal seperti ini justru diam-diam dipelihara, lalu tempo-tempo ketika diperlukan maka disulut untuk pengalihan isu di saat borok-borok para pendaki puncak gunung kekuasaan tercium bau busuknya. Ini yang dikhawatirkan pula.

Momen ini bagi yang arif dan bijaksana, sangat tepat bila digunakan oleh MUI untuk memfatwakan bahwa syiah itu aliran sesat yang membahayakan aqidah Umat Islam dan berbahaya bagi keutuhan bangsa Indonesia. Kearifan dan kebijakan Ulama dan Umara’ sangat berharga dalam kehidupan menata bangsa ini dengan baik.

Berita permintaan untuk mendeportasi imigran syiah itu sudah mulai muncul. Inilah beritanya.

***

Sabtu, 13 Desember 2014 , 08:31:00

Kapolri Minta Imigran Gelap di Balikpapan Dideportasi

JAKARTA – Kapolri Jenderal Sutarman mengungkapkan Polri akan meminta bantuan Dirjen Imigrasi dan Kemenpolhukam untuk menertibkan imigran gelap di Balikpapan yang meresahkan warga. Pasalnya, warga Balikpapan khawatir imigran-imigran tersebut menyebarkan ajaran Syiah.

“Saya kira itu persoalan bangsa, persoalan kita adanya migran yang.  masuk ke Indonesia. Dari imigrasi juga kita telah bekerja sama, dan saya sudah laporkan ke Menkopolhukam untuk mengatasi migrasi ini,” ujar Kapolri di Jakarta, Jumat, (12/12).

“Pengawasan orang asing ini ada di imigrasi ada di KemenkumHAM tapi Polri siap untuk mendukung itu semuanya,” sambungnya.

Kapolri mengimbau sebaiknya para imigran gelap tersebut langsung dideportasi seperti yang biasa dilakukan terhadap imigran di wilayah puncak, Jawa Barat. Jika yang ditakutkan adalah ajaran Syiah dibawa para imigran tersebut, ia meminta agar para tokoh agama di Balikpapan untuk mengawasi bersama masyarakat

“Setelah ditangkap mau dikemanakan, mau dideportasi, kalau saya sih deportasi karena itu menjadi masalah di Indonesia, baik masalah sosial maupun masalah-masalah yang lain,” tandas Kapolri. (flo/jpnn)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 611 kali, 1 untuk hari ini)