Kamis 13 Muharram 1436 / 6 November 2014 09:20

ISRAEL, setelah melarang masuk warga Palestina untuk beribadah, kini melarang semua pengunjung memasuki Masjid al-Aqsa. Pada saat yang sama para pejabat Palestina telah menyatakan bahwa pemukim Israel telah diizinkan masuk oleh polisi Israel.

Sejak pendudukan Israel tahun 1967 untuk pertama kalinya polisi telah memasuki kompleks utama Masjid al-Aqsa dan menginjak masjid dengan sepatu mereka.

Azzam al-Khatib, Direktur untuk Wakaf Muslim mengatakan bahwa “Hampir 300 tentara menyerbu Masjid-al Aqsa. Sebagian dari prajurit tersebut menyerbu mihrab dengan sepatu tentara mereka menginjak langsung pada mihrab dan mimbar dari kiblat masjid “.

Mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya mereka telah memasuki masjid dengan sepatu mereka sejak 1967. Hatib menyatakan bahwa “Ini adalah langkah yang sangat berbahaya. Hal ini belum pernah dilakukan sebelumnya. Israel akan menghadapi konsekuensi. ”

Masjid Qiblatain yang digunakan Imam pada hari Jumat juga dihancurkan. Titik ini juga pernah dihancurkan oleh Israel pada tahun 1969 dan setelah 38 tahun mimbar yang sama dibangun oleh Turki dan diganti pada tahun 2007.

Masjid Qiblatain di Yerusalem memiliki tempat khusus bagi umat Islam sebagai arah pertama muslim shalat. Orang-orang Yahudi, memegang keyakinan bahwa Masjid Qiblatain serta Dome of the Rock berisi sebuah museum, sekolah teologi dan segi empat besar. Mereka  sudah mulai penggalian bawah mengklaim bahwa sisa-sisa kuil Salomo.

Pasukan Israel menangkap empat warga lainnya Rabu (5/11/2014) sore menyusul bentrokan di Jerusalem Timur.

Juru bicara kepolisian Israel Micky Rosenfeld mengatakan di Twitter bahwa pasukan Israel telah menangkap empat warga Palestina saat membubarkan protes di dekat Kota Tua Yerusalem, sehingga jumlah warga Palestina ditangkap oleh Israel pada Rabu untuk delapan.

[ds/islampos/worldbulletin]

Al Aqsa 2 Al Aqsa 5

Al Aqsa 3Al Aqsa 4

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.327 kali, 1 untuk hari ini)