Ilustrasi : www.hisbah.net


Perasaan beratnya hati untuk melaksanakan shalat jamaah bagi laki-laki merupakan sebuah indikasi kuat bahwa di dalam hatinya terdapat sifat-sifat kemunafikan. Sebagaimana dalam hadits disebutkan,

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: «أَثْقَلُ الصَّلَاةِ عَلَى الْمُنَافِقِينَ: صَلَاةُ الْعِشَاءِ، وَصَلَاةُ الْفَجْرِ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا» مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

“Shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat isya dan shalat shubuh. Seandainya mereka tahu ganjaran yang terdapat di dalam kedua shalat tersebut, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun harus merangkak.” (HR. Muttafaqun’alaih).

Oleh karena itu, perlu kesungguhan diri yang benar-benar kuat agar dapat menghilangkan sifat-sifat kemunafikan tsb.

(Faidah kajian rutin Syarah Riyadhush Shalihin bersama Ustadz Aris Munandar)

Via FB Muhammad Nashiruddin Hasan

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.011 kali, 1 untuk hari ini)