Foto kabardunia.com


Adanya Pesan darurat untuk Warga Negara Amerika: Hindari Area Sekitar Hotel Sari Pan Pacific dan Sarinah Plaza di Jalan Sudirman Thamrin, Jakarta; yang dibenarkan oleh pihak polisi Indonesia bahwa itu beredar sebelum terjadi ledakan di Sarinah Jakarta, menimbulkan opini di media.

Sepert diketahui, Rimanews memberitakan, Mabes Polri mengakui telah mendapatkan informasi soal adanya peringatan kepada Warga Amerika Serikat oleh Kedutaan Besar Negeri Paman Sam itu agar tidak mendekati wilayah Sarinah pada pukul 07.55 WIB.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Anton Charliyan mengungkapkan, pihak AS telah berbagi informasi intelijen.

Makanya, kata dia, saat kejadian telah ada petugas di perempatan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

“Kita tukar informasi terupdate, kenapa ada petugas kami pas ledakan,” kata Anton, Kamis (14/1/2016). (nasional.rimanews.com 01:38 15 JAN 2016).

Selanjutnya muncul opini, di antaranya sebagai berikut.

***

Ini Indikasi AS di Balik Teror Sarinah

ledakan dekat sarinah

Ledakan di dekat Sarinah (IST)

Pihak Amerika Serikat (AS) mengirimkan pesan elektronik pada jam 06.51 (14/1) sebelum terjadi aksi teror di kawasan Thamrin dengan melarang warganya untuk berada di kawasan Sekitar Hotel Sari Pan Pacific dan Sarinah Plaza di Jalan Sudirman Thamrin menandakan negara itu tahu akan terjadi ledakan granat di kawasan tersebut.

“Kalau benar itu pesan elektronik dari Kedutaan AS untuk warganya sebelum terjadinya teror Thamrin, menandakan AS tahu dan diduga kuat justru pemainnya AS sendiri,” kata peneliti peneliti Democracy for Freedom and Justice (DFJ) Muhammad Salafuddin dalam pernyataan kepada suaranasional, Kamis (14/1).

Kata Salafuddin, AS sangat cerdik dalam memainkan isu terorisme. “Buktinya yang menjadi korban bukan warga AS tetapi warga negara Belanda,” ungkap Salafuddin.

Menurut Salafuddin, nampak sekali pelaku teror di Thamrin sangat terlatih dan ada yang menggunakan jelana jeans. “Selama ini teroris selalu pakai celana bahan dan kejadian di Thamrin menggunakan jeans, dan sangat terlatih. Jeans itu identik gaya hidup ala AS,” ungkap Salafuddin.

Kata Salafuddin, AS bisa juga memanfaatkan orang ketiga dengan menyusupkan orang-orang yang punya semangat untuk melakukan teror di Indonesia. “Operasi provokator itu hal biasa untuk memunculkan aksi teror,” ujar Salafuddin.

Sebelumnya Kedutaan besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta sekitar pukul 06.51 sudah memperingatkan agar warga AS tidak melintas atau melakukan aktivitas di sekitar Hotel Sari Pan Pacific dan Plaza Sarinah di kawasan jalan MH Thamrin, Jakarta.

Informasi tersebut di dapat setelah beredarnya sebuah pesan elektronik di kalangan awak media dikirim oleh jakartaacs@state.gov yang diduga berasal dari Kedubes AS di Jakarta.

Berikut bunyi surat imbauan tersebut:

Pesan darurat untuk Warga Negara Amerika: Hindari Area Sekitar Hotel Sari Pan Pacific dan Sarinah Plaza di Jalan Sudirman Thamrin, Jakarta

Dikirim hari ini pada pukul 06.51

Pesan darurat untuk Warga Negara Amerika: Hindari Area Sekitar Hotel Sari Pan Pacific dan Sarinah Plaza di Jalan Sudirman Thamrin, Jakarta

14 Januari 2016

Pesan darurat ini disebarkan kepada semua WN Amerika untuk menghindari area sekitar Hotel Sari Pan Pacific dan Sarinah Plaza di Jalan Sudirman Thamrin, Jakarta. Laporan awal menunjukkan ledakan dan tembakan terjadi di tempat umum.

By: suaranasional.com, 15/01/2016

***

Sebelumnya, di hari terjadinya ledakan itu sendiri langsung ada opini berita yang mengarah pada pengaitan dengan divestasi Freeport.

Inilah di antaranya yang tersebar hari itu juga.

Bom Sarinah dan Divestasi Freeport, Apakah Bertalian?

Ada akun media sosial Twitter yang ‘nyeletuk’ soal pengalihan isu divestasi Freeport tersebut

bom sarinah

Bom Sarinah. (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Ledakan bom terjadi sampai enam kali di kawasan perbelanjaan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/16).

Ledakan pertama terdengar pukul 10.40 WIB, sedangkan ledakan kedua terdengar sekitar pukul 10.50 WIB, ledakan ketiga pukul 10.56 WIB, ledakan keempat pukul 11.58 WIB, ledakan kelima pukul 11.00 WIB, dan ledakan keenam pukul 11.03 WIB.

Ledakan keenam diduga bom yang terdengar sampai radius 2 kilometer (km), dengan pusat ledakan di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta. Rangkaian ledakan itu terjadi dalam kurun kurang dari 30 menit. Selain itu, di lapangan terjadi juga kontak senjata antara polisi dengan orang-orang diduga pelaku peledakan.

Menurut keterangan di lapangan, tiga ledakan terjadi bersusulan dan polisi menemukan senjata. Orang-orang di sekitar kompleks gedung-gedung yang berdekatan dengan Gedung Sarinah berhamburan menjauhi lokasi ledakan setelah ledakan pertama terjadi.

Salah seorang netizen atau pengguna media sosial Twitter, @ferizandra, menulis tadi malam bahwa hati-hati terhadap pengalihan isu terkait batas waktu divestasi PT Freeport Indonesia, yang deadline atau batas waktunya hari ini, Kamis 14 Januari 2016.

“Jangan lupa besok 14/01/2016 batas waktu Freeport Indonesia utk menawarkan saham… hati2 pengalihan isu…” tulis @ferizandra tadi malam, Rabu (13/1/16).

penulis : –

Editor : Deni Muhtarudin

By: www.jitunews.com, Kamis, 14 Januari 2016 13:32

***

Opini yang nadanya hampir sejalan juga muncul, di antaranya ini.

***

FPI: Teror Sarinah, Gerakan Intelijen Asing Teror Umat Islam Indonesia

intelijen – DPP Front Pembela Islam (FPI) mengeluarkan pernyataan sikap terkait aksi teror penyerangan dan peledakan di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat (14/01).

FPI menduga, ‘teror Sarinah’ terkait dengan adanya gerakan intelijen asing untuk menterorisasi umat Islam di Indonesia.

Berikut pernyataan sikap DPP FPI di akun Twitter ‏@DPP_FPI, yang ditandatangani Ketua Umum FPI KH Ahmad Shobri Lubis:

  1. DPP FPI mengutuk dan mengecam segala bentuk teror bom di NKRI, apalagi sampai menimbulkan korban.
  2. FPI bersimpati kepada semua korban dan mendesak pemerintah memberikan pengobatan sampai sembuh dan santunan kepada keluarga korban tewas.
  3. Segala teror bom di negeri aman adalah kejahatan berat. Tidak ada kaitan antara teror bom dan agama Islam.
  4. FPI menduga adanya gerakan intelijen asing utk menterorisasi umat Islam Indonesia.
  5. Mendesak pemerintah RI khususnya Polri agar menangkap, mengungkap dan menghukum pelaku teror secara profesional tanpa membabi buta.
  6. Mendesak pemerintah terutama Polri agar lebih meningkatkan keamanan serta melindungi segenap bangsa Indonesia.

Sebelumnya, Ketua Umum Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Provinsi DKI Jakarta, Ustadz Fahmi Salim, berharap bahwa isu fitnah teroris terhadap ormas Wahdah Islamiyah tidak ditutupi aksi teror di Kompleks Sarinah, Jakarta Pusat (14/01).

“Jangan isu fitnah teroris ditutupi oleh aksi teror hari ini,” tulis Fahmsi Salim di akun Twitter @Fahmisalim2.

Akun @Fahmisalim2 menyertakan poster bergambar sejumlah tokoh Islam yang berkomentar soal fitnah terhadap Wahdah Islamiyah. Salah satunya pertanyataan tokoh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nurwahid. Hidayat menegaskan bahwa: “Menuduh seseorang sebagai teroris, apalagi tidak diikuti bukti-bukti, merupakan tindakan terorisme”./ http://www.intelijen.co.id

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.197 kali, 1 untuk hari ini)