Kenapa dan untuk apa

Oleh Hartono Ahmad Jaiz

Watak dasar Syi’ah memang menginfiltrasi:

Ajaran pokok Islam diinfiltrasi dengan ajaran pokok Majusi tapi diberi cover Islam.

Untuk menimbulkan dendam dan menyalurkannya. Ini sebagai mesin penggerak hingga akan beraksi:

  1. Menginfiltrasi dan merusak Islam itu sendiri, padahal setiap orang yang mengaku Islam maka wajib mengikuti seluruh ajaran Islam secara total/ kaaffah:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱدۡخُلُواْ فِي ٱلسِّلۡمِ كَآفَّةٗ وَلَا تَتَّبِعُواْ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيۡطَٰنِۚ إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوّٞ مُّبِينٞ ٢٠٨ [سورة البقرة,٢٠٨]

  1. Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu [Al Baqarah208]

Dendam Majusi dengan cara menolak keseluruhan Islam diganti dengan keyakinan Majusi tapi covernya Islam.

Dimulai dengan membunuh Umar bin Khatthab (tahun 23 Hijriyah) khalifah yang mengalahkan Parsi Majusi. Lalu pembunuh itu (Abu Lu’lu’ah org Majusi) diangkat tinggi-tinggi sebagai Baba Syuja’uddin –bapak pahlawan agama (Majusi) yang pemberani. Kuburannya pun dibuat di Iran dan dikeramatkan serta disertai poster-poster tulisan doa mengutuk sahabat Nabi saw terutama Abu Bakar dan Umar, dan doa minta untuk dikumpulkan di akherat bersama Abu Lu’luah.

Dendam itu untuk mengembalikan orang Islam kepada kekafiran, sebagaimana orang ahli Kitab menyalurkan dendamnya.

وَدَّ كَثِيرٞ مِّنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ لَوۡ يَرُدُّونَكُم مِّنۢ بَعۡدِ إِيمَٰنِكُمۡ كُفَّارًا حَسَدٗا مِّنۡ عِندِ أَنفُسِهِم مِّنۢ بَعۡدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ ٱلۡحَقُّۖ فَٱعۡفُواْ وَٱصۡفَحُواْ حَتَّىٰ يَأۡتِيَ ٱللَّهُ بِأَمۡرِهِۦٓۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ١٠٩ [سورة البقرة,١٠٩]

  1. Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu [Al Baqarah109]

Imam Al-Baghawi dalam kitab tafsirnya menjelaskan, Ayat itu sebelum turunnya ayat qital At-taubah 29:

قَٰتِلُواْ ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَلَا بِٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ وَلَا يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَلَا يَدِينُونَ دِينَ ٱلۡحَقِّ مِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ حَتَّىٰ يُعۡطُواْ ٱلۡجِزۡيَةَ عَن يَدٖ وَهُمۡ صَٰغِرُونَ ٢٩ [سورة التوبة,٢٩]

  1. Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk [At Tawbah29]

Dendam itu kemudian menjelma menjadi permusuhan sangat hebat terhadap orang Muslim. Itulah yang diwujudkan dengan diawali aksi infiltrasi yang kedua yaitu:

  1. Infiltrasi terhadap orang-orang Islam. Dan yang paling rawan diinfiltrasi adalah yang Islamnya itu ada indikasi tidak mengarah ke as-silmi Kaaffah. Entah itu yang lebih mengolah batin (tasawuf), bersifat mempertahankan adat kebiasaan (seperti kelompok-kelompok dan paguyuban yang mengusung adat dan amalan tertentu), atau yang menampakkan diri ilmiyah namun menolak manhaj Islam (seperti liberal, sistem pendidikan tinggi Islam di Indonesia yang menjurus ke filsafat dan sosiologi agama), atau politik yang sejatinya menolak as-silmi kaaffah.
  2. Infiltrasi terhadap Umat Islam yang sasaran utamanya yang dianggap empuk adalah yang sifatnya tidak as-silmi kaaffah itu untuk membentuk kekuatan Syi’ah (yang sudah menjadi keyakinan dendam terhadap Islam tersebut) untuk kemudian memusuhi orang Muslim secara dahsyat. Itulah permusuhan Syi’ah (yang sudah menjadi satu wujud baru yakni hakekatnya Majusi namun covernya Islam, sebutannya adalah Syi’ah) yang bahasa Al-Qur’annya adalah musyrikin.

 Makanya Allah telah memperingatkan kepada Muslimin:

۞لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ ٱلنَّاسِ عَدَٰوَةٗ لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱلۡيَهُودَ وَٱلَّذِينَ أَشۡرَكُواْۖ وَلَتَجِدَنَّ أَقۡرَبَهُم مَّوَدَّةٗ لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱلَّذِينَ قَالُوٓاْ إِنَّا نَصَٰرَىٰۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّ مِنۡهُمۡ قِسِّيسِينَ وَرُهۡبَانٗا وَأَنَّهُمۡ لَا يَسۡتَكۡبِرُونَ ٨٢ [سورة المائدة,٨٢]

  1. Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani”. Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri [Al Ma’idah82]
  1. Permusuhan Syi’ah terhadap Muslimin. Ketika Syi’ah sudah mampu menginfiltrasi ajaran Islam, kemudian orang-orang Islam yang tidak as-silmi kaaffah, lalu jadi kekuatan Syi’ah yang bahkan berbentuk suatu negara; maka terbukti kejamnya lebih dibanding kafir-kafir lainnya. Hingga di Iran, pra ulama sunni dibunuhi, digantung, dipenjara, diintimidasi, sejak berkuasanya revolusi Syi’ah tahun 1979. Sampai kini ulama dan tokoh Islam sunni yang dibunuhi, digantung, bahkan wanita-wanita muslimah dibunuhi (dengan dinikah mut’ah dulu secara paksa) masih tetap banyak dilakukan. Madrasah-madrasah dan masjid-masjid Islam sunni dihancurkan. Bahkan di Teheran, tidak boleh didirikan masjid Islam Sunni, dan tidak boleh diadakan Jum’atan, kecuali di kedutaan negeri Islam Timur Tengah di Teheran. Sampai seorang syekh dari Kuwait yang tergabung dalam Majlis Taqrib bikinan Syi’ah (Ali Taskhiri-ulama Syi’ah), berarti syaikh dari Kuwait ini dekat hubungannya dengan syaikh di Iran, namun beliau yang sudah mengumpulkan dana untuk mendirikn masjid sunni di Teheran pun dilarang. Itu benar-benar permusuhannya sangat dahsyat dibanding kafir lainnya. Karena di negeri-negeri non Muslim pun tetap boleh didirikan masjid, namun di Teheran Iran negeri Syi’ah tidak boleh.
  2. Infiltrasi-infiltrasi Syi’ah yang sasaran empuknya terhadap aneka jenis muslimin yang sifatnya ogah kaaffah Islamnya itu semua dalam rangka menuju kepada pembentukan kekuatan dendam dahsyat yang mengkristal, yang menjelma dalam bentuk kekuatan milisi seperti Houtsi di Yaman, kemudian didukung Iran lalu memberontak. Sebelumnya di Jordan telah ada Hizbul-Lat yang senantiasa didukung Iran, dan kini ikut menggempur Muslimin Suriah yang dibantai oleh penguasa Syi’ah Nusyairiyah pimpinan Basyar Assad hingga telah membunuh lebih 200 ribu Muslim. Di Irak yang sebagian penduduknya Syi’ah didukung Iran kemudian diadakan rekayasa perang diintervensi Amerika kemudian kekuasaan diberikan kepada Syi’ah.
  3. Infiltrasi Syi’ah di Indonesia juga menempuh dua jaur:
  4. Menginfiltrasi ajaran Islam dengan memasukkan ajaran Syi’ah untuk membangkitkan dendam Syi’ah Majusi terhadap Islam. Dan itu sasaran empuknya adalah yang terindikasi ogah ke as-silmi kaaffah:
  • Organisasi besar yang mempertahankan amalan masa lalu ataupun adat atau tradisi yaitu NU. Hingga ketua umumnya tertangkap basah mengadakan kerjasama dengan lembaga Iran. Bahkan situs resmi nu online mengumumkan untuk belajar ke Iran:

Nah, Said Aqil Siradj tertangkap basah kerjasama dengan …

www.nahimunkar.com/nah-said-aqil-siradjtertangkap

Nah, Said Aqil Siradj tertangkap basah kerjasama dengan Syi’ah. Posted on Feb 11th, 2012. by nahimunkar.com · Iran · kerjasama · pbnu · Said Aqil Siradj … Inilah berita tentang ketidak jujuran Said Aqil Siradj yang ke sekian kalinya.

***

Rencana Pengiriman Mahasiswa NU ke Iran akan Diteruskan

www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,1-id,345…

Aug 30, 2005 – Jakarta, NU OnlineRencana pengiriman mahasiswa ke Iran yang kurang … ideologi jika belajar di Iran ” tandasnya kepada NU Online (30/8).

Calon Penerima Beasiswa ke Iran Dibriefing – NU Online

www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,1-id,310…

Jun 3, 2005 – Jakarta, NU OnlinePara peminat beasiswa ke Universitas Qum Iran … (2/6) untuk diberikan penjelasan tentang sistem belajar dan budaya Iran.

Hal-hal yang dianggap menghalangi Syi’ah maka dihalangi sekuat tenaga mereka. Contohnya di Cirebon, Banser NU menggagalkan deklarasi anti Syi’ah. Banser NU Gagalkan Deklarasi Anti Syi’ah di Cirebon, Sabtu (04/04 2015). https://www.nahimunkar.org/ketika-firqoh-sesat-Syi’ah-aswaja-palsu-banser-nu-dan-nu-liberal-beraksi-di-cirebon/

 Bahkan kemudian ISNU ikatan sarjana NU akan mengadakan seminar nasional “Kontribusi Syi’ah Terhadap Islam Nusantara”. Pembelaan ISNU Cirebon terhadap Syi’ah, menurut Kiai Idrus Ramli,  bisa jadi terkait dengan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj yang berasal dari Cirebon. Qadarullah acara itu dikritik tokoh NU lainnya, hingga belum terlaksana. https://www.nahimunkar.org/ramai-nu-cirebon-dinilai-telah-menjual-nu-pada-Syi’ah/.

  • Yang rawan disusupi Syi’ah pula adalah kelompok-kelompok sufi / tasawuf karena sama-sama olah batin dan kurang ketat dalam merujukkan kepada dalil yang shahih.
  • Perguruan tinggi Islam IAIN UIN STAIN STAIS sudah diliberalkan oleh kurikulum yang dibuat Harun Nasution tahun 1980-an dari Ahlussunnah ke Mu’tazilah dengan alasan agar maju. Karena kalau masih tetap Ahlussunnah percaya taqdir, hingga tidak akan maju. Kini akhirnya menjurus ke liberal pluralisme agama yang menyamakan dan merelatifkn semua agama. Hingga Syi’ah mudah masuk.

Sering diadakan seminar demi kepentingan Syi’ah.

Contoh yang beru-baru ini diselenggarakan seminar Syi’ah di IAIN Purwokerto ternyata menghadirkan kyai NU yang suka pidato di gereja yakni Nuril Arifin, pembela Gus Dur yang dulunya mengadakan Pasukan Berani Mati. Juga pentolan Syi’ah dari UIN Jakarta, Muhsin Labib. Acara itu disambut rektor IAIN Purwokerto sengan menganggap Syi’ah tidak sesat karena dibolehkan berhaji ke Makkah.

Inilah ulasan dan sanggahannya:

Hartono Ahmad Jaiz

Diterbitkan oleh Abu Said · 16 Mei pukul 11:26 ·

***

Rektor IAIN Purwokerto Membela Syi’ah dengan Kedangkalannya

Ketua Gusdurian membela Syi’ah dengan cerita tidak mutu tentang baju sobek

Foto stislmorg

Diberitakan, Seminar Nasional “Titik Temu Suni – Syi’ah; Memperkokoh Islam Nusantara” pada Selasa 12 Mei 2015 diselenggarakan di IAIN Purwokerto dengan disambut oleh rektor.

Pada bagian akhir sambutanya, DR. Lutfi, Rektor IAIN Bayumas pria kelahiran Lamongan, doktor lulusan IAIN Sunan Kalijaga Jogjakarta ini mengungkapkan keheranannya terhadap orang-orang yang getol mengkafirkan Syi’ah.

“Kalau memang Syi’ah itu kafir, mana mungkin diizinkan memasuki Mekah dan Madinah. Jelaslah, orang kafir jelas tidak diperbolehkan memasuki dua kota suci tersebut. (lihat satuislam.org, on 14 May 2015 in Nasional 1).

Ternyata, seorang doktor yang jadi rektor IAIN pun bagai orang awam dalam kedangkalannya mengenai kesesatan Syi’ah. Sambutan sang rektor IAIN itu cukup memalukan bagi orang terpelajar.

Marilah kita simak tulisan berikut ini yang menjelaskan betapa dangkalnya alasan seperti itu.

***

Syi’ah Sering Berkelit dengan Dibolehkannya Berhaji ke Makkah

Posted on Apr 8th, 2015
by nahimunkar.com

Syi’ah sering berkelit dengan dibolehkannya berhaji ke Makkah dan datang ke Madinah, jadi tidak sesat apalagi kafir, kata mereka.
Mudah saja kita jawab.
Lha dedengkot munafik Abdullah bin Ubai bin Salul ya boleh shalat di Masjidil Haram, bahkan shalatnya di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di Masjid Nabawi Madinah, karena memang mengaku Islam atau covernya Islam walau isinya kafir dan bahkan haram mayatnya dishalati.
Karena Allah Ta’ala berfirman:

{وَلَا تُصَلِّ عَلَى أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلَى قَبْرِهِ إِنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَاتُوا وَهُمْ فَاسِقُونَ (84) وَلَا تُعْجِبْكَ أَمْوَالُهُمْ وَأَوْلَادُهُمْ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُعَذِّبَهُمْ بِهَا فِي الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ أَنْفُسُهُمْ وَهُمْ كَافِرُونَ } [التوبة: 84، 85]

Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik. Dan janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki akan mengazab mereka di dunia dengan harta dan anak-anak itu dan agar melayang nyawa mereka, dalam keadaan kafir [At Tawbah,84-85]
Ayat 84 Surat At-Taubah tersebut turun berkaitan dengan matinya Abdullah bin Ubai bin Salul. Dalam Hadits Bukhari dijelaskan (ringkasnya): … Saat Rasul hendak menshalati mayat Abdullah bin Ubai, Umar bin Khatthab radhiyallahu ‘anhu berdiri dan berkata: “Wahai Rasulullah, apakah engkau akan menshalatinya, padaha Allah telah melarang untuk menshalati orang munafik?” Rasul menjawab, “Sesungguhnya Allah memberiku pilihan.” Umar bin Khatthab berkata, “namun ia seorang munafik”. Rasulullah tetap menshalatinya, maka turunlah ayat ini. (Lihat HR Bukhari dan Muslim).
Jadi Syi’ah juga begitu, karena covernya Islam, walau isinya Majusi hingga menjuluki Baba Syuja’uddin (Bapak pahlawan agama yang pemberani) terhadap Abu Lu’lu’ah si Majusi pembunuh Umar bin Khatthab radhiyallahu ‘anhu, maka (Syi’ah yg mengaku Islam itu) ya boleh berhaji ke Makkah. Karena covernya Islam, sebagaimana dedengkot munafik Abdullah bin Ubai bin Salul tersebut, ya boleh shalat di Masjidil Haram, bahkan shalatnya di belakang Nabi saw di Masjid Nabawi Madinah, walau ketika dia mati, mayatnya dilarang untuk dishalati karena isinya adalah kafir, namun covernya Islam.
Jadi Umat Islam jangan mudah dibodohi oleh Syi’ah dengan dalih bolehnya berhaji ke Makkah, atau lafal “Islam” dalam apa yang mereka sebut “Republik Islam Iran”. Republik Islam kok melarang didirikan masjid di Teheran, hingga orang Kuwait, Syaikh Abdullah Nafisi al-Kuwaiti (anggota majlis taqrib yg didirikan dedengkot Syi’ah Ali Taskhiri) sangat protes karena sudah survey di Teheran kemudian mengumpulkan uangbersama jamaahnya untuk mendirikan masjid di Teheran karena tidak ada masjid Islam (Ahlus Sunnah/ Sunni), ternyata dilarang oleh Iran.
Jadi lebih kejam mana, negeri-negeri kafir yg membolehkan didirikannya masjid Islam ataukah negeri Syi’ah Iran dalam hal ini?
Lihat berita ini: https://www.nahimunkar.org/video-republik-iran-resmi…/
https://www.nahimunkar.org/Syi’ah-sering-berkelit-dengan-dib…/

 https://www.facebook.com/HartonoAhmadJaiz/posts/757573937692958:0

  • Juga Iran mendirikan/ mengadakan Iran Corner, perpustakaan Iran di perguruan-perguruan tinggi Islam negeri, swasta –Muhammadiyah, dan Ormas NU, dan Universitas umum seperti Unhas Makassar.
  • Banyak disertasi dan tesis di berbagai UIN IAIN yang sejatinya menjajakan Syi’ah. Inilah hasil pelacakan kami:

***

Waspadalah… Sejumlah Disertasi dan Tesis di UIN/ IAIN Indonesia Berbau Syi’ah, Bahkan Ada yang Promosi Nikah Mut’ah

Posted on Feb 6th, 2014

by nahimunkar.com

Memberi peluang untuk merusak Islam

Dengan adanya promosi nikah mut’ah lewat tesis seperti itu pun disetujui, maka berarti perguruan tinggi Islam di Indonesia ini disamping memberi peluang lajunya kesesatan yang menjerumuskan Ummat Islam dan merusak aqidah Ummat, masih pula tidak melek akan bahaya sakit kelamin sampai HIV dan AIDS yang mengancam tersebar di masyarakat akibat pelacuran dengan nama nikah mut’ah. Di negerinya yang gudang nikah mut’ah, Iran, menurut data yang lalu, 1,2 juta manusia terkena narkoba, di antaranya 77 persen mengidap HIV dan IAIDS karena perzinaan yakni nikah mut’ah.

 Dari 4134 disertasi dan tesis produk perguruan tinggi Islam: UIN IAIN dan STAIN (ada juga dari lainnya) sejak 1957 sampai 2008 yang dimuat di situs ern.pendis.depag.go.id, belakangan ada sejumlah karya tulis yang berbau Syi’ah. Bahkan ada yang terang-terangan mempromosikan nikah mut’ah yang telah diharamkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sebuah karya tulis, dari judulnya saja sudah berupa kalimat  yang jelas-jelas menentang ajaran Rasulullah. Tesis itu berjudul NIKAH MUT’AH SEBUAH ALTERNATIF SOLUSI PERZINAAN Tesis Hukum Islam IAIN/UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta 13 Desember 2006, karya Munawar, S.H.I.

Bagaimana tidak menentang. Lha wong dalam hadits shahih, nikah mut’ah itu telah diharamkan sampai hari qiyamat.

و حَدَّثَنِي سَلَمَةُ بْنُ شَبِيبٍ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ أَعْيَنَ حَدَّثَنَا مَعْقِلٌ عَنْ ابْنِ أَبِي عَبْلَةَ عَنْ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ قَالَ حَدَّثَنَا الرَّبِيعُ بْنُ سَبْرَةَ الْجُهَنِيُّ عَنْ أَبِيهِ

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الْمُتْعَةِ وَقَالَ أَلَا إِنَّهَا حَرَامٌ مِنْ يَوْمِكُمْ هَذَا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ كَانَ أَعْطَى شَيْئًا فَلَا يَأْخُذْهُ

Dan telah menceritakan kepadaku Salamah bin Syabib telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin A’yan telah menceritakan kepada kami Ma’qil dari Ibnu Abi Ablah dari Umar bin Abdul Aziz dia berkata; Telah menceritakan kepada kami Ar Rabi’ bin Sabrah Al Juhani dari ayahnya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang melakukan nikah mut’ah seraya bersabda: \”Ketahuilah, bahwa (nikah mut’ah) adalah haram mulai hari ini sampai hari Kiamat, siapa yang telah memberi sesuatu kepada perempuan yang dinikahinya secara mut’ah, janganlah mengambilnya kembali.\” (HR Muslim nomor 2509).

حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ أَنَّهُ سَمِعَ الزُّهْرِيَّ يَقُولُ أَخْبَرَنِي الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيٍّ وَأَخُوهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِيهِمَا أَنَّ عَلِيًّا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ

قَالَ لِابْنِ عَبَّاسٍ إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الْمُتْعَةِ وَعَنْ لُحُومِ الْحُمُرِ الْأَهْلِيَّةِ زَمَنَ خَيْبَرَ

Telah menceritakan kepada kami Malik bin Isma’il Telah menceritakan kepada kami Ibnu Uyainah bahwa ia mendengar Az Zuhri berkata; Telah mengabarkan kepadaku Al Hasan bin Muhammad bin Ali dan saudaranya Abdullah bin Muhammad dari bapak keduanya bahwasanya; Ali radliallahu ‘anhu berkata kepada Ibnu Abbas, \”Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang nikat Mut’ah dan memakan daging himar yang jinak pada zaman Khaibar.\” (HR Al-Bukhari nomor 4723 kitab nikah, HR Muslim, nomor 3581).

Dalam Islam, kalau sudah ada ketentuan dari Allah Ta’ala ataupun Rasul-Nya, maka tidak ada pilihan-pilihan lain lagi.

 وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ   وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا مُبِينًا (٣٦)

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (QS Al-Ahzab/ 33: 36).

Bagaimana tidak dinilai sebagai memberi peluang untuk menyebarkan kesesatan, ketika Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengharamkan nikah mut’ah sampai hari qiyamat, tetapi tesis di perguruan tinggi Islam negeri justru mempromosikan nikah mut’ah sebagai alternative solusi?

Astaghfirullaahal’adhiem…

Disertasi dan tesis yang berbau Syi’ah itu paling banyak (11 karya tulis) dari IAIN/UIN Jogjakarta dan disusul  IAIN/ UIN Alaudin Makassar (5 karya tulis). Kemudian dari IAIN-IAIN lainnya.

Dikhabarkan, Jalaluddin Rakhmat pilih UIN Makassar untuk menjalani proses meraih doctor dalam ilmu agama Islam. Maka diprotes oleh tokoh-tokoh Islam Makassar dalam menempuh gelar doctor agama Islam itu lantaran tulisan-tulisan Jalal terbukti menghujat sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. (lihat nahimunkar.com, https://www.nahimunkar.org/11398/beberapa-tulisan-jalaluddin-rakhmat-mengkafirkan-sahabat-nabi-saw/ )

Ada juga tesis yang judulnya hampir sama di IAIN/ UIN yang sama, hanya saja tahunnya beda, 2001 dan 2004. Yaitu:

  1. Mutimmah Faidah Konsep ketuhanan Ali bin Abi Talib dalam kitab Nahj al Balaghah Tesis Pemikiran Islam IAIN/UIN Sunan Ampel Surabaya – Tahun 2001

1734 Mu’min Konsep Pemikiran Ali bin Abi Talib dalam Kitab Nahj al-Balaghah Tesis Pemikiran Islam IAIN/UIN Sunan Ampel Surabaya – Tahun 2004

Ada pula yang tesisnya berbau Syi’ah (karena membahas konsep pemikir Syi’ah) kemudian dilanjutkan dengan disertasi yang judulnya mirip pula. Yaitu:

  1. Drs. Basman KONSEP ALI SHARIATI TENTANG MANUSIA DAN KRITIKNYA TERHADAP HUMANISME BARAT MODERN Tesis Filsafat Islam IAIN/UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta – Tahun 1999

2803 Drs. Basman, M.Ag. HUMANISME ISLAM: Studi terhadap Pemikiran Ali Syari’ati (1933-1977) Disertasi Pemikiran Islam IAIN/UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta 22 Februari 2008

Inilah data sejumlah disertasi dan tesis yang berbau Syi’ah.

***

  1. Drs. Abustani Ilyas Nikah Mutah dalam Islam (Studi kritis Dalil-Dalil Syi’ah dan Sunni) Tesis Hukum Islam IAIN/UIN Alaudin Makasar 23 September 1996.
  2. Drs. Muhdi Al Hadar Konsep Ishmat Dalam Pandangan Syi’ah Tesis Pemikiran Islam IAIN/UIN Alaudin Makasar 26 Mei 1997.
  3. M. Syarif. Nur. S.Ag. M.Ag Studi kritis terhadap pandangan Ijtihad Sunni dan Syi’ah dalam Fiqh Islam Tesis Pemikiran Islam IAIN/UIN Alaudin Makasar 13 Desember 2001

2321 Wahyuni Shifaturahmah, S.Th.I. EPISTEMOLOGI HADIS : SUNNY DAN SYI’AH Tesis Kajian Al-Qur’an dan Hadis IAIN/UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta 06 Agustus 2006

  1. Drs. Basman KONSEP ALI SHARIATI TENTANG MANUSIA DAN KRITIKNYA TERHADAP HUMANISME BARAT MODERN Tesis Filsafat Islam IAIN/UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta – Tahun 1999

1585 Muhammad Anwar Firdaosi, S.Ag. ANALISIS TIPOLOGI PEMIKIRAN KARL MARX DALAM PANDANGAN ALI SYARI`ATI Tesis Filsafat Islam IAIN/UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta 01 Nopember 2004

1912 Syamsul Arifin, S.Ag. AKAR-AKAR IDEOLOGI REVOLUSI ISLAM IRAN ( Studi atas Pemikiran Sosial Politik Keagamaan Ali Syari`ati) Tesis Filsafat Islam IAIN/UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta 05 Agustus 2005

2218 Anjar Nugroho, S.Ag. ISLAM DAN REVOLUSI: STUDI PEMIKIRAN ALI SYARI’ATI DAN PENGARUHNYA TERHADAP REVOLUSI IRAN Tesis Hukum Islam IAIN/UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta 13 April 2006

2803 Drs. Basman, M.Ag. HUMANISME ISLAM: Studi terhadap Pemikiran Ali Syari’ati (1933-1977) Disertasi Pemikiran Islam IAIN/UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta 22 Februari 2008

2148 Eneng Lina Herlina Hubungan Nikah Mut’ah dengan Pembentukan Keluarga Sakinah. Tesis Hukum Islam IAIN/UIN Sunan Gunung Djati Bandung – Tahun 2005

  1. Drs. Badwan MUT’AH DALAM PERS-PEKTIF FILSAFAT SOSIAL ISLAM Tesis Filsafat Islam IAIN/UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta – Tahun 1998
  2. Muhammad Faisal Hamdani, S.Ag. NIKAH MUT’AH (Analisis Perbandingan Hukum Antara Sunni dan Syi’ah) Tesis Hukum Islam IAIN/UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta 01 Agustus 2001
    1557 Drs.Abd Marojudo, M.Pd.I Kontreversi Nikah Mut’ah antara Snni dan Syi,ah ( Suatu analisis perbandingan ) Tesis Hukum Islam IAIN/UIN Alaudin Makasar 23 September 2004

1870 Titin samsuddin, S.Ag Nikah Mut’ah dalam perspektif syi’ah sebuah kajian metodologis Tesis Hukum Islam IAIN/UIN Alaudin Makasar 04 Juli 2005

2408 Munawar, S.H.I. NIKAH MUT’AH SEBUAH ALTERNATIF SOLUSI PERZINAAN Tesis Hukum Islam IAIN/UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta 13 Desember 2006

  1. Mutimmah Faidah Konsep ketuhanan Ali bin Abi Talib dalam kitab Nahj al Balaghah Tesis Pemikiran Islam IAIN/UIN Sunan Ampel Surabaya – Tahun 2001

1734 Mu’min Konsep Pemikiran Ali bin Abi Talib dalam Kitab Nahj al-Balaghah Tesis Pemikiran Islam IAIN/UIN Sunan Ampel Surabaya – Tahun 2004

  1. Ainur Rofiq Al-Amin Studi makna mawla pada frare man kuntu mawlah fa ‘ali mawlah dalam hadith al-Ghadir : Pendekatan hermeneutika Tesis Kajian Hadis IAIN/UIN Sunan Ampel Surabaya – Tahun 2001

2620 Akhmad Satori, S.IP. SISTEM PEMERINTAHAN IRAN MODERN (Studi Pemikiran Politik Imam Khomeini) Tesis Hukum Islam IAIN/UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta 24 Agustus 2007.

https://www.nahimunkar.org/waspadalah-sejumlah-disertasi-dan-tesis-di-uin-iain-indonesia-berbau-Syi’ah-bahkan-ada-yang-promosi-nikah-mutah/

  • Infiltrasi Syi’ah dengan penerbitan buku dan media massa serta media online.

‘Waspada Buku Syi’ah di Islamic Book Fair 2015′

Posted on Mar 4th, 2015

by nahimunkar.com

JAKARTA (ELNURY News) — Jelang event Islamic Book Fair (IBF) yang akan di gelar tanggal 28 Februari hingga 8 maret 2015 di Istora Senayan Jakarta, kita hendaknya selektif dalam membeli buku, pasalnya sebagian dari kita mungkin tidak menyangka kalau buku-buku yang dijual di IBF 2015 nanti sebagian adalah karangan Syi’ah, dan memang demikianlah faktanya.

Berikut beberapa daftar Lembaga Penerbitan Syi’ah di Indonesia yang perlu di boikot:

Bulletin Al-Jawad,
Bulletin Al-Ghadir
Bulletin Al-Tanwir
Jurnal Al-Huda
Majalah Al-Hikmah
Majalah Al-Huda,
Majalah Al-Mawaddah
Majalah Al-Musthafa
Majalah Yaum Al-Quds
Penerbit Al-Baqir
Penerbit Al-Bayan
Penerbit al-Hadi
Penerbit Al-Jawad
Penerbit Al-Muntazhar
Penerbit As-Sajjad
Penerbit Al-Tsaqalain
Penerbit CITRA
Penerbit CV Firdaus
Penerbit Duta Ilmu
Penerbit Gua Hira
Penerbit ICC al-Huda
Penerbit Mahdi
Penerbit MIZAN
Penerbit Majelis Ta’lim Amben
Penerbit Mulla Shadra
Penerbit Muthahhari Press
Penerbit Pintu Ilmu
Penerbit Pustaka Hidayah
Penerbit Qonaah
Penerbit Risalah Masa
Penerbit Ulsa Press
Penerbit YAPI Jakarta
Penerbit Yayasan Safinatun Najah

Sumber : Buku Panduan Majelis Ulama Indonesia Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia, Jakarta, Al-Qalam, 2013. Hal. 79-80.

https://www.nahimunkar.org/waspada-buku-Syi’ah-di-islamic-book-fair-2015%E2%80%B2/

Maka rekomendasi dari MUSYAWARAH ‘ULAMA DAN UMMAT ISLAM INDONESIA KE-2

MASJID AL-FAJR, BANDUNG – JAWA BARAT, AHAD 30 JUMADAL AWWAL 1433/22 APRIL 2012

“MERUMUSKAN LANGKAH STRATEGIS UNTUK MENYIKAPI PENYESATAN DAN PENGHINAAN PARA PENGANUT SYI’AH”

di antaranya mengenai buku dan media massa adalah:

  1.  Memperingatkan masyarakat terhadap bahaya penerbit-penerbit yang terindikasi terlibat   gerakan Syi’ah; seperti Mizan, Al Huda Jakarta, Al Bayan dll
  2. Memperingatkan Masyarakat terhadap media cetak dan elektronik yang terindikasi mensponsori gerakan Syi’ah di Indonesia : antar lain TV Al Hadi, Radio Rasil, Majalah Syiar dll

https://www.nahimunkar.org/hasil-lengkap-musyawarah-ulama-dan-ummat-islam-indonesia-tentang-langkah-strategis-hadapi-aliran-sesat-Syi’ah/

  1. Infiltrasi untuk membentuk dan mewujudkan kekuatan

Sebagaimana telah dikemukakan, dalam mengadakan infiltrasi itu Syi’ah ujung-ujungnya mewujudkan kekuatan demi melampiaskan dendam Majusinya untuk menghantam Islam.

Di antaranya Syi’ah di Indonesia mengadakan ormas, yayasan-yayasan dan pembentukan kekuatan.

Ormas Syi’ah yang muncul ada dua, IJABI dan ABI. Adapun pembentukan kekuatan, belum terekpose, tetapi ketika ada peristiwa di Puger Jember Jawa Timur hingga Syi’ah membunuh warga NU, ada sesumbar dari Syi’ah:

kelompok Syi’ah sudah berani unjuk gigi. Mereka berbaris di jalan menuju Pondok pesantren yang diasuh Ustadz Maulana dengan yel-yel: “Kami punya kapten laut, Bendera-bendera harap dicabut!”

Yel-yel tersebut diteriakkan oleh puluhan orang sambil berbaris mengelilingi pondok. ‘Kapten Laut’ yang dimaksud adalah putera Habib Ali. Sedangkan, ‘Bendera-Bendera’ yang dimaksud adalah sekitar 50-an bendera NU yang dipasang di sekitar area kegiatan pelantikan pengurus MWC Nu tersebut.

Habib Ali bin Umar Al-Habsyi, pengasuh Ponpes Darus Sholihin yang disebut oleh MUI Jember mengajarkan Syi’ah memang memiliki seorang anak yang berdinas di marinir Angkatan Laut Surabaya. Ia adalah Mayor (Laut) Isa Al-Mahdi. Saat ini, tanpa alasan yang jelas Isa Al-Mahdi pensiun dini dari karirnya di Angkatan Laut dan mencalonkan diri sebagai caleg DPRD Kabupaten Jember (Dapil 5) dari Partai Hanura.

Mayor Isa Al-Mahdi ini yang dianggap membentuk Pasukan Badar. Ia yang memiliki latar belakang militer ditengarai melatih dan mengajarkan para santri dan jamaah pengajian Habib Ali dari mulai baris-berbaris hingga keterampilan bertarung. Di Ponpes Darus Sholihin memang terdapat kegiatan ekstra kurikuler beladiri seperti pencak silat.

http://www.kiblat.net/2013/09/21/melacak-gerakan-militan-Syi’ah-di-indonesia-dari-jember-hingga-lebanon/

Kehadiran kapal perang Iran di Tanjung Priok, 27 Februari 2015 selama 3 hari tentunya dalam rangka mewujudkan kekuatan untuk melancarkan dendam Majusi.

Kapal Tempur Syi’ah Iran ke Jakarta Erat Kaitannya dengan Aksi Teror Syi’ah Indonesia

JAKARTA– Selain disinyalir untuk mengirim senjata kepada kaum Syi’ah di Indonesia, merapatnya kapal tempur Negara Syi’ah Iran ke Tanjung Priok Jakarta pada Jum’at (27/2/2015) menurut Ketua Umum Front Anti Aliran Sesat Jawa Timur (FAAS Jatim), Habib Achmad Zein Alkaf bisa juga sebagai upaya untuk mensupport aksi teror kaum Syi’ah di Indonesia terhadap basis-basis umat Islam di Indonesia.

Seperti diketahui bersama, akhir-akhir ini sejumlah masjid dan para tokoh umat Islam di Indonesia yang gencar menyuarakan dan memahamkan masyarakat dan umat Islam akan bahaya laten Syi’ah mendapatkan aksi teror dan penyerangan dari kaum Syi’ah dan para preman Syi’ah pemabuk.

Habib Zein juga menduga, merapatnya kapal tempur Negara Syi’ah Iran itu juga erat kaitannya dengan aksi teror yang dilakukan oleh kaum Syi’ah. “Bisa juga itu,” ujar Habib Zein yang juga Ketua Bidang Organisasi Al Bayyinat Al Islamiyyah Indonesia ini kepada Panjimas.com pada Sabtu (28/2/2015). (Baca: Habib Zein Alkaf: Kapal Tempur Negara Syi’ah Iran ke Jakarta Kemungkinan Untuk Kirim Senjata

Dua kapal milik Negara Syi’ah Iran satuan ke-33 yang terdiri dari Kapal Tempur Naghdi dan Kapal logistik Bandar Abbas telah bersandar di Terminal Dua Tanjung Priok, Jakarta, pada Jum’at (27/2/2015). (Baca:Waspadalah!! Kapal Tempur Negara Syi’ah Iran Sudah Merapat ke Jakarta)

Menurut rilis yang dikeluarkan oleh Kedubes Negara Syi’ah Iran yang dikirim ke sejumlah media, kedatangan dua kapal tersebut merupakan kunjungan kedua kapal tempur Iran ke Indonesia. Kunjungan pertama dilakukan pada tahun 1980an.

Kedutaan Besar (Kedubes) Iran dalam rilisnya menyatakan bahwa kedua kapal ini bertolak dari Bandar Abbas Iran untuk melakukan pelatihan dan latihan perang bersama dengan Angkatan Tentara Nasional Indonesia.(Baca: Kapal Tempur Negara Syi’ah Iran ke Jakarta Untuk Latihan Perang Bersama)

Kapal-kapal tersebut sepanjang perjalanannya dari Iran (Bandar Abbas) telah melewati Teluk Aden dan melakukan operasi tempur terhadap pembajak laut serta mengunjungi dua negara yaitu India dan Sri Lanka sebelum ke Indonesia. Kapal gabungan yang membawa sejumlah mahasiswa Akademi Angkatan Laut Iran, itu akan berada di Jakarta selama tiga hari. [GA] (Panjimas.comSABTU, 08 JUMADIL ULA 1436H / FEBRUARY 28, 2015

https://www.nahimunkar.org/kapal-tempur-Syi’ah-iran-ke-jakarta-erat-kaitannya-dengan-aksi-teror-Syi’ah-indonesia/

***

Setelah kita tahu, ajaran Islam dihancurkan Syi’ah, hingga cangkangnya masih Islam namun isinya Majusi, kemudian Umat Islam di Iran dibunuhi, didzalimi, dihancurkan masjid dan madrasahnya, tidak boleh mendiriian masjid ataupun menyelenggarakan Jum’atan, maka itu semua dipraktekkan pula dengan aneka strateginya ke negeri-negeri Islam lain. Kalau sudah pada tahap penghancuran Musliminnya seperti di Suriah, Irak Afganistan, ya dihancurkan.

Kalau masih dalam taraf diinfiltrasi ajaran Islamnya ya diinfiltrasi dengan berbagai cara, dan dengan menyewa pentolan-pentolan penjual agama. Setelah hancur agamanya, dan terbentuk kekuatan nyata Syi’ahnya, maka giliran Umat Islamnya dihancurkan dengan bekerjasama dengan aneka pihak. Ibarat di zaman Nabi saw pada perang ahzab, gabungan kafirin musyrikin, dan munafikin. Alhamdulillah, Allah menolong agamaNya, hingga kaum Muslimin yang dipimpin Rasulullah saw menang, dan Islam makin berkembang sampai sekarang dan insya Allah yang akan datang.

Dalam perang Ahzab, sebelumnya telah dipersiapkan khandaq. Maka seharusnya kini dipersiapkan pula khandaq untuk membentengi Umat Islam dan menghalangi kaum Syi’ah serta konco-konco dan antek-anteknya.

Jargon-jargon perlu dimasyarakatkan sebagai khandaq.

Misal:

  • Syi’ah cangkangnya Islam, isinya Majusi.
  • Mut’ah cangkangnya seolah Islam namun isinya zina ala Mazdakisme Majusi yang menghalalkan wanita boleh digarap oleh siapa saja.
  • Syi’ah mengaku cinta Ahlul Bait padahal maksudnya bukan Ahlul Bait Nabi saw tapi ahlul bait Majusi Kisra Parsi hingga Imam-imam Syi’ah setelah Husein ra semua diambil dari keturunan Raja Parsi.
  • Teriakan Syi’ah “Ya Husein” seakan mengangkat cucu Nabi saw padahal maksudnya suami dari Puteri Raja Parsi yang melahirkan Imam-imam Syi’ah.
  • Imam-Imam Syi’ah dibilang maksum seakan itu istilah Islam padahal maksudnya ajaran Majusi, bahwa keturunan Raja Parsi tidak akan tersentuh api neraka.
  • Jadi sekali lagi, cangkangnya Islam, tapi isinya Majusi. Bagai dedengkot Munafik zaman Nabi saw, Abdullah bin Ubai bin Salul, cangkang penampilannya Islam tapi isinya kafir. Maka boleh masuk Masjidil Haram. Demikian pula, Syi’ah penampilannya Islam tapi walau isinya Majusi, maka masih boleh juga berhaji ke Makkah.
  • Menghadapi bahaya Syi’ah itu mari kuatkan keimanan dan barisan Umat Islam.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن تَنصُرُواْ ٱللَّهَ يَنصُرۡكُمۡ وَيُثَبِّتۡ أَقۡدَامَكُمۡ ٧ [سورة محمّـد,٧]

  1. Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu [Muhammad7]

 يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ جَٰهِدِ ٱلۡكُفَّارَ وَٱلۡمُنَٰفِقِينَ وَٱغۡلُظۡ عَلَيۡهِمۡۚ وَمَأۡوَىٰهُمۡ جَهَنَّمُۖ وَبِئۡسَ ٱلۡمَصِيرُ ٧٣ [سورة التوبة,٧٣]

  1. Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya [At Tawbah73]

وَمَكَرُواْ مَكۡرٗا وَمَكَرۡنَا مَكۡرٗا وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ ٥٠ [سورة النمل,٥٠]

  1. Dan merekapun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak menyadari [An Naml50]

وَقُلۡ جَآءَ ٱلۡحَقُّ وَزَهَقَ ٱلۡبَٰطِلُۚ إِنَّ ٱلۡبَٰطِلَ كَانَ زَهُوقٗا ٨١ [سورة الإسراء,٨١]

  1. Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap [Al Isra”81]

وَاَللَّهُ سُبْحَانَهُ أَعْلَمُ.

وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَحْدَهُ وَصَلَاتُهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا.

Jakarta, 12 Sya’ban 1436H/ 30 Mei 2015

Hartono Ahmad Jaiz

  • Disampaikan dalam Diklat Jundullah II ANNAS di Masjid al-Fajr Buah Batu Bandung, Ahad 13 Sya’ban 1436H/ 31 Mei 2015.
(Dibaca 1.207 kali, 1 untuk hari ini)