Maka kembalilah ke asal, yaitu carilah posisi tinggi di sisi Allah. Maksudnya? Jadilah orang yang dicintai Allah. Kita caper, laper dan baper, karena siapa? Ada orang caper (cari perhatian), tapi kepada manusia. Manusia tidak suka orang-orang caper. Ada orang baper (bawa perasaan), tapi karena manusia. Manusia tidak suka orang-orang baperan. Ada orang laper, tapi apa harus minta-minta sama manusia? Tidak akan disukai.

Di sinilah.

Kalau mau caper, caperlah pada Allah. Yakni: jadikan tujuan amalan: ridha Allah. Kalau Allah ridha sama kita, sesungguhnya mudah bagi Allah untuk menjadikan manusia ridha sama kita juga.

Kalau mau baper, baperlah demi Allah. Baperlah karena syariat Islam diinjak-injak. Baperlah karena membaca al-Qur’an atau hadits. Ingat, api neraka diharamkan untuk mata-mata menangis baper karena Allah. Kalau ada kedekatan pada Allah, sesungguhnya mudah bagi Allah untuk menjadikan hati manusia dekat sama kita.

Kalau ingin orang-orang menyukai kita, kembalilah kepada Pencipta mereka semua. Itu asal tujuannya.

Sekarang, gimana caranya supaya caper dan baper kita bisa diluruskan kembali kepada Allah, sehingga manusia suka sama kita?

Jawabannya: suatu hari Sahabat Sahl as-Sa’idy bertanya pada Rasulullah: “Wahai Rasulullah, tunjukkanlah padaku suatu amalan yang apabila aku melakukannya, maka Allah akan mencintaiku dan begitu pula manusia?!”

ازْهَدْ فِى الدُّنْيَا يُحِبَّكَ اللَّهُ وَازْهَدْ فِيمَا فِى أَيْدِى النَّاسِ يُحِبُّوكَ

Zuhudlah pada dunia, Allah akan mencintaimu. Zuhudlah pada apa yang ada di sisi manusia, manusia pun akan mencintaimu.” [H.R. Ibnu Majah, shahih]

  1. Maksud ‘izhad fid dunya’: Carilah bagian dunia yang bermanfaat buat akhirat dan jangan jadikan dunia untuk dunia.
  2. Maksud ‘izhad fima fi aydinnas’: Carilah usahamu sendiri -dengan memohon pertolongan Allah. Jika kedua pencarian itu gagal, pasti suka caper pada manusia.
  3. Maksud ‘izhad fid dunya’: Berpalinglah dari jatah dunia yang tidak bermanfaat buat akhirat.
  4. Maksud ‘izhad fima fi aydinnas’: Berpalinglah dari sikap meminta-minta dan berharap kepada manusia untuk pribadi. Jika kedua sikap berpaling itu gagal, pasti suka baper ga jelas.

Silakan 4 cermin di atas dipikirkan baik-baik, pasti ketemu banyak sekali contoh. Mari saling menyukai (di jalan Allah).

Hasan Al-Jaizy Al-Jaizy

 (nahimunkar.com)

(Dibaca 372 kali, 1 untuk hari ini)