Ingon2 (piaraan)


Ilustrasi. Serigala berbulu domba, musang berbulu ayam. Foto/ madalabscom

(angan2 soal ingon2 ini mungkin kurang faedah, maka yang sibuk tidak usah baca ya)

Bila bermunculan ingon2 yang dilepas lalu suaranya menyakiti muslimin wal muslimat itu pertanda ada sesuatu yang dianggap gawat. Boleh jadi ada peristiwa yang konangan/ ketahuan dan harus segera ditutupi dengan mengalihkan pandangan banyak orang. Agar kebusukan itu segera terlupakan. Bila seharusnya diusut dan dihukum, ya biar tidak ada proses2 itu.

Untuk menutupi soal2 semacam itu sudah disediakan aneka ingon2 di sana sini. Dipiara, nantinya pada saat yang tepat maka dilepaskanlah ingon2 itu agar menjadi bahan perhatian banyak orang, sehingga kasus2 yang sedang akan terjungkal perkaranya segera hilang dari fokus perhatian banyak orang, dan terselamatkan muka2 pelaku yang hampir konangan/ketahuan tersebut.

Memelihara ingon2 itu hanya salah satu cara. Kadang ingon2nya kalau lagi apes ya dilepas pun tidak ada gunanya, sedang kasus yang ditutup-tutupi ya tetap bobol. Namanya juga usaha gelap-gelapan, kadang juga malah bikin gelagapan. Apalagi kalau umat Islam yang dipancing pakai ingon2 itu juga faham bahwa itu hanya untuk mengalihkan isu, maka skenario pakai ingon2 bisa juga gagal total. Kasusnya tetap terkuak, dan ingon2 yang dlepas pun babak belur.

Itu kerjaan yang sebenarnya menambah rugi belaka. Ibarat gerombolan yang bikin memedi (hantu) untuk menakut-nakuti orang lewat agar ketakutan, hingga terhalang dan tidak jadi ke tempat tujuan, tahu2 orang lewat itu faham bahwa itu hanya hantu jadi2an, piaraan dari gerombolan yang akan dilabrak oleh orang lewat itu, maka dibabatlah hantu jadi2an piaraan itu, dan kaing2 lah karena menahan sakit… sedang gerombolan pemelihara hantu jadi2an itupun tetap terlabrak.

Nah, gerombolan yang punya ingon2 piaraan hantu jadi2an itu rugi besar dan gebes2… namun tetap kena labrak, lalu paling2 mengumpat… marah2 sambil tuding menuding …

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 746 kali, 1 untuk hari ini)