Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyoroti kasus Syi’ah secara khusus yang sudah banyak memicu letupan ditengah masyarakat, apalagi jika berkaca pada kasus di luar negeri seperti Suriah.

“Kita harapkan para ulama bisa memberi kejelasan pada umat terkait sebatas apa seseorang atau kelompok keluar dari ajaran Islam,” ujarnya dalam sambutannya di acara ta’aruf Kongres Umat Islam ke VI di Yogyakarta, Ahad (08/02/2015)

Ini baru pidato menteri agama Soal Syiah dan Aliran Sesat.

Silakan simak berita ini.

***

 

Menag: Kongres Umat Islam Harus Pertegas Status Aliran Sesat

 

Ahad 18 Rabiulakhir 1436 / 8 Februari 2015 22:30

Laporkan iklan ?

Laporkan iklan ?

MENAG Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutannya di acara ta’aruf Kongres Umat Islam ke VI mengharapkan agar kongres ini dapat memperjelas status aliran-aliran yang menyimpang dari ajaran Islam.

Dirinya melihat bahwa persoalan aliran-aliran menyimpang sudah terlalu banyak membuat repot urusan rumah tangga umat Islam Indonesia.

Akibatnya, umat Islam Indonesia seolah kehabisan tenaga untuk melakukan kerja yang lebih produktif, padahal masih banyak permasalahan yang perlu perhatian khusus.

Ia menyoroti kasus Syi’ah secara khusus yang sudah banyak memicu letupan ditengah masyarakat, apalagi jika berkaca pada kasus di luar negeri seperti Suriah.

“Kita harapkan para ulama bisa memberi kejelasan pada umat terkait sebatas apa seseorang atau kelompok keluar dari ajaran Islam,” ujarnya di Yogyakarta, Ahad (08/02/2015)

Dirinya menegaskan dukungan penuh atas rekomendasi yang akan dikeluarkan Kongres ini terkait isu aliran-aliran menyimpang. [eza/Islampos]

***

MUI: Dari 10 Kriteria Sesat, 7 diantaranya Dimilik Syi’ah

By nahimunkar.com on 22 May 2011

MUI: Dari 10 Kriteria Sesat, 7 diantaranya Dimilik Syi’ah

horeya.net

MUI telah mengeluarkan 10 kriteria sesat. Dari sepuluh itu, tujuh diantaranya dimiliki Syiah

Profesor Baharun yang menjabat Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Majlis Ulama Indonesia (MUI) Pusat menilai bahwa dalam tubuh MUI fatwa kesesatan Syiah sudah keluar dari tahun 1984. Sedangkan pada tahun 2010, MUI telah mengeluarkan 10 kriteria sesat.

“Dari sepuluh itu, dan tujuh diantaranya dimiliki Syiah”. Ucapnya yang dikutip eramuslim.com.

Kriteria sesat menurut MUI itu sebagai berikut:

Sepuluh Kriteria Aliran Sesat

– Mengingkari rukun iman dan rukun Islam

– Meyakini dan atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dalil syar`i (Alquran dan as-sunah).

– Meyakini turunnya wahyu setelah Alquran.

– Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Alquran.

– Melakukan penafsiran Alquran yang tidak berdasarkan kaidah tafsir.

– Mengingkari kedudukan hadis Nabi sebagai sumber ajaran Islam.

– Melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul.

– Mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir.

– Mengubah pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syariah.

– Mengkafirkan sesama Muslim tanpa dalil syar’i.

Sumber: MUI (osa/has/ant ) Republika, Rabu, 07 Nopember 2007

Penilan Profesor Baharun itu terangkum dalam wawancara eramuslim berikut ini:

Pemerhati Syiah: Jalaluddin Rakhmat Sedang Taqiyyah

Langkah Jalaluddin Rahmat mendeklarasikan Majelis Ukhuwah Sunni-Syiah Indonesia (MUHSIN) dinilai sebagai upaya taqiyyah oleh pemerhati Syiah, Profesor Baharun.

“Jalaluddin itu sedang taqiyyah, karena Syiah sekarang sedang minoritas,” ucapnya saat dihubungi Eramuslim.com, sabtu, 21/05/2011.

Taqiyyah adalah ajaran penting dalam madzhab syi’ah. Taqiyyah menurut kaum Muslimin adalah sebuah istilah yang pemahamannya hanya terarah kepada satu arti Yaitu “Dusta”.

Adapun menurut Syi’ah, taqiyyah berarti perbuatan seseorang yang menampakkan sesuatu berbeda dengan apa yang ada dalam hatinya, artinya nifaq dan menipu dalam usaha mengelabui atau mengecoh manusia.

Selanjutnya, Profesor Baharun menduga bahwa langkah yang diambil Jalaluddin Rahmat dan Jamaah Ahlul Bait Indonesia lebih bermuatan politis.

“Tujuannya politisasi. Imamah itu mutlak dalam doktrin Syiah. Jadi mereka sekarang taqiyyah dulu,” tambah Doktor yang menulis disertasi berjudul ‘Tipologi Pemahaman Doktrin Syi’ah di Jawa Timur’ ini.

Profesor Baharun yang juga menjabat Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Majlis Ulama Indonesia (MUI) Pusat menilai bahwa dalam tubuh MUI fatwa kesesatan Syiah sudah keluar dari tahun 1984. Sedangkan pada tahun 2010, MUI telah mengeluarkan 10 kriteria sesat.

“Dari sepuluh itu, dan tujuh diantaranya dimiliki Syiah”. pungkasnya. (pz)

eramuslim, Sabtu, 21/05/2011 12:23 WIB

(nahimunkar.com)

بدع وضلالات الشيعة في عاشوراء

12 ديسمبر 2010

ما يفعله الشيعة في عاشوراء من ضرب الصدور ، ولطم الخدود ، وضرب السلاسل على الأكتاف ، وشج الرؤوس بالسيوف وإراقة الدماء ، محدث لا أصل له في الإسلام ، فإن هذه أمور منكرة نهى عنها النبي صلى الله عليه وسلم ، كما أنه لم يشرع لأمته أن تصنع شيئا من ذلك أو قريبا منه ، لموت عظيم ، أو فقد شهيد ، مهما كان قدره ومنزلته . وقد استشهد في حياته صلى الله عليه وسلم عدد من كبار أصحابه الذين حزن لفقدهم كحمزة بن عبد المطلب ، وزيد بن حارثة ، وجعفر بن أبي طالب ، وعبد الله بن رواحة ، فلم يفعل شيئا مما يفعله هؤلاء ، ولو كان خيرا لسبقنا إليه صلى الله عليه وسلم .

فقد روى البخاري (1294) ومسلم (103) عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بن مسعود رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَطَمَ الْخُدُودَ وَشَقَّ الْجُيُوبَ وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ).

فهذه الأعمال المنكرة التي يعملها الشيعة في يوم عاشوراء لا أصل لها في الإسلام ، لم يعملها النبي صلى الله عليه وسلم لأحد من أصحابه ، ولا عملها أحد من أصحابه لوفاته أو لوفاة غيره ، مع أن المصاب بمحمد صلى الله عليه وسلم أعظم من موت الحسين رضي الله عنه .

والاحتفال بهذا اليوم بدعة ، كما أن جعله مأتما بدعة كذلك ، ولهذا قال شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله :

 وصار الشيطان بسبب قتل الحسين رضي الله عنه ، يُحدث للناس بدعتين : بدعة الحزن والنوح يوم عاشوراء من اللطم والصراخ والبكاء وإنشاد المراثى . . . وبدعة السرور والفرح . . . فأحدث أولئك الحزن ، وأحدث هؤلاء السرور ، فصاروا يستحبون يوم عاشوراء الاكتحال والاغتسال والتوسعة على العيال وإحداث أطعمة غير معتادة . . . وكل بدعة ضلالة ، ولم يستحبَّ أحدٌ من أئمة المسلمين الأربعة وغيرهم لا هذا ولا هذا ” انتهى من “منهاج السنة” (4/554) باختصار .

الإسلام سؤال وجواب

http://www.horeya.net

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.606 kali, 1 untuk hari ini)