Dr Aafia Siddiqui menerima gelar Ph.D. dari University of Massachusetts tetapi ia menghilang pada tahun 2003 saat perjalanan dari Karachi ke Rawalpindi. Ia kemudian dihukum 86 tahun penjara pada tanggal 23 September 2010 oleh Pengadilan New York atas publikasi foto kebiadaban pasukan AS di Afghanistan.

Kini relawan Aafia Release Campaign (ARC) mengajak kaum Muslimin sedunia untuk “merebut” pahlawan Muslimah ini kembali ke pangkuan tanah airnya, Pakistan, sebagaimana dirilis pada situs resmi Aafia Movement pada Kamis (30/7/2014).

Relawan ARC mengetuk hati kaum Muslimin untuk membantu pembebasan Dr. Aafia dengan mengisi petisi yang harus ditandatangani 100.000 partisipan, melalui link berikut ini.

http://aafiamovement.com/sign-the-petition/

Alhamdulillah, akhirnya pada tanggal 1 Agustus 2014, dengan karunia Allah SWT, yang Mahapengasih Mahapenyayang , tepatnya pada pukul 07:34 waktu Texas (08:34 waktu Washington DC), petisi Gedung Putih yang meminta pemulangan Aafia Siddiqui mencapai 100.012 tanda tangan.

Inilah beritanya.

***

Alhamdulillah, 100.000 simpati Muslim dunia desak Obama bebaskan Dr. Aafia Siddiqui

Adiba Hasan Senin, 8 Syawwal 1435 H / 4 Agustus 2014 17:19

ISLAMABAD– Setelah lebih dari 4141 hari, alhamdulillah, akhirnya pada tanggal 1 Agustus 2014, dengan karunia Allah SWT, yang Mahapengasih Mahapenyayang , tepatnya pada pukul 07:34 waktu Texas (08:34 waktu Washington DC), petisi Gedung Putih yang meminta pemulangan Aafia Siddiqui mencapai 100.012 tanda tangan. “Setelah sebelas tahun brutal ini merupakan kesempatan untuk mengakhiri mimpi buruknya,” demikian pernyataan dan ungkapan syukur yang dirilis dalam situs resmi freeaafia.org.

Menurut keluarga Aafia, dengan begitu, bulan ini mari kita panjatkan kepada Allah subhanahu wata’ala agar dijadikan sumber harapan dan motivasi bagi kita. Sayangnya, kita tidak punya cara untuk menghubungi Aafia untuk membiarkan ia tahu bahwa ribuan Muslim di seluruh dunia menyayanginya dan mencoba untuk memulangkannya ke rumah, menjumpai keluarganya.

Saat ini ia sedang ditawan tanpa komunikasi sebagai hukuman balasan atas banding yang diajukan di pengadilan dan permohonan ke Gedung Putih.

Petisi ini akan disampaikan kepada Presiden Obama. Dia dapat memilih untuk bertindak atas petisi ini dengan segera. Dia mungkin akan memutuskan untuk melihat lebih dekat ke dalam kasus ini. Atau dia mungkin juga bisa tidak memilih untuk bertindak sama sekali.

Kita hanya dapat berharap dan berdoa agar Ilahi Robbi memberi rasa kasih sayang dan keadilan kepada Obama yang akan membimbingnya dan memungkinkan Aafia pulang.
Apakah Presiden Obama memilih untuk bertindak di atasnya atau tidak adalah subjek untuk hari lain.

Hari ini, kata keluarga Aafia, “kami perlu mengucapkan terima kasih dan cinta untuk semua orang yang membantu membuat momen ini menjadi mungkin.”

“Kami berterima kasih kepada Mauri Saalakhan dan Suster Zeina untuk memulai petisi ini, dan untuk semua orang yang berpartisipasi. Kami merendahkan pada jumlah hits yang melebihi satu juta dalam dua minggu dan jutaan pesan melalui SMS, WhatsAap, dan tak terhitung jumlahnya yang mengirim surat dengan nama dan tanda tangan mereka. Kami berterima kasih kepada surat kabar yang memasang tanda untuk membantu kampanye.
Di seluruh dunia orang-orang hati nurani bersatu untuk membantu seorang wanita, padahal tidak satupun dari mereka pernah bertemu. Ia korban politik internasional, ditawan, disiksa, dan difitnah. Mereka telah menunjukkan bahwa ada orang-orang di seluruh dunia yang marah dengan ketidakadilan dan memiliki keberanian untuk mengangkat suara mereka. Kami tidak tahu semua nama Anda, tetapi Tuhan tahu siapa Anda. Kata-kata terima kasih kami tidak dapat menggambarkan rasa terima kasih kami atas dukungan Anda selain Allah dan karunia-Nya dan belas kasihan yang tak terhitung jumlahnya akan mengikuti semua di mana pun Anda berada.”

Demikian ucapan terima kasih disampaikan Keluarga Dr. Aafia Siddiqui yang kini menanti Allah Al-Latiif membalikkan hati penguasa Amerika. Insyaa Allah.

(adibahasan/arrahmah.com)

***

Isi petisi ini, “rebut” Mujahidah cendekia Pakistan dari tangan durjana Amerika

ISLAMABAD (Arrahmah.com) – Selama 4141 hari Mujahidah cendekia Pakistan, Dr. Aafia Siddiqui dipenjara oleh tangan durjana Amerika Serikat. Ia ditahan atas perjuangannya membela Muslim Pakistan dan Afghanistan melalui publikasi kekejian tentara AS di Afghanistan melalui media. Kini relawan Aafia Release Campaign (ARC) mengajak kaum Muslimin sedunia untuk “merebut” pahlawan Muslimah ini kembali ke pangkuan tanah airnya, Pakistan, sebagaimana dirilis pada situs resmi Aafia Movement pada Kamis (30/7/2014).

Sebelumnya, Dr Fauzia Siddiqui, adik Dr Aafia Siddiqui, bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Chaudhry Nisar Ali Khan di Islamabad pada Rabu (9/7). Menteri Dalam Negeri mengatakan bahwa pemerintah Pakistan telah membuat upaya tulus untuk membawa kakaknya kembali ke Pakistan, sebagaimana dilansir News Pakistan.

Adik Dr. Aafia Siddiqui dan Chaudhry Nisar Ali Khan membahas berbagai aspek kasus dan kemungkinan ia dikembalikan oleh Amerika Serikat. Menteri Dalam Negeri memberitahu Dr. Fauzia tentang langkah-langkah yang diambil pemerintah berkenaan hal tersebut.

Chaudhry Nisar mengatakan, pemerintah Pakistan bekerja dengan tulus untuk membawanya kembali dan aspek hukum sedang ditinjau sebagai upaya pembebasannya dari tahanan AS.

Dr. Fauzia berterima kasih kepada Chaudhry Nisar dan berharap bahwa upaya ini akan berbuah dan adiknya akan kembali. Ia berharap sekali lagi kakaknya segera untuk tinggal bersama keluarganya di tanah airnya.

Dr Aafia Siddiqui menerima gelar Ph.D. dari University of Massachusetts tetapi ia menghilang pada tahun 2003 saat perjalanan dari Karachi ke Rawalpindi. Ia kemudian dihukum 86 tahun penjara pada tanggal 23 September 2010 oleh Pengadilan New York atas publikasi foto kebiadaban pasukan AS di Afghanistan.

Sebelumnya Dr. Fauzia telah mengklaim bahwa ada kemungkinan untuk membawa adiknya Dr Aafia kembali ke Pakistan, namun saat itu pemerintah Pakistan tidak serius dalam proses pengembalian itu.

Dengan demikian, relawan ARC mengetuk hati kaum Muslimin untuk membantu pembebasan Dr. Aafia dengan mengisi petisi yang harus ditandatangani 100.000 partisipan, melalui link berikut ini.

http://aafiamovement.com/sign-the-petition/

Innama’al ‘usri yusraan. Semoga setiap tanda tangan kita bernilai jihad di Mata Allah subhanahu wata’ala. Allohu Akbar! (adibahasan/arrahmah.com) Adiba Hasan Jum’at, 5 Syawwal 1435 H / 1 Agustus 2014 13:30

(nahimunkar.com)

(Dibaca 872 kali, 1 untuk hari ini)