Foto: Feby Novalius/Okezone


JAKARTA – Kongres Ekonomi Umat Islam Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi ditutup Wakil Presiden Jusuf Kalla. Setelah tiga hari umat dari seluruh Indonesia berproses dalam kongres, ada beberapa hal yang di deklarasikan, salah satunya menggerakan usaha kecil menengah (UKM) sebagai penggerak ekonomi utama perekonomian Indonesia.

Hal ini pun sejalan dengan permintaan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang meminta MUI menebarkan semangat kepada umat untuk mendorong peningkatan pengusahan di Indonesia.

Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat M Azrul Tanjung mengatakan, ada sejumlah poin yang dideklarasikan dan akan didorong untuk direalisasikan. Pertama, menegaskan sistem perekonomian nasional yang adil, merata, dan mandiri dalam mengatasi kesenjangan ekonomi. Kedua, mempercepat redistribusi dan optimalisasi sumber daya alam secara arif dan keberlanjutan.

Kemudian, ketiga, memperkuat sumberdaya manusia yang kompeten dan berdaya saing tinggi berbasis keunggulan IPTEK, inovasi, dan wirausahaan.

“Dalam point deklarasi keempat, yaitu menggerakkan koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menjadi pelaku usaha utama perekonomian nasional. Kelima, yaitu mewujudkan mitra sejajar usaha Besar dengan koperasi UMKM dalam sistem produksi dan pasar terintegrasi,” ujarnya, di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (24/4/2017).

Selain itu, untuk poin keenam, yaitu membentuk Komite Nasional Ekonomi Umat untuk mengawal Arus Baru Perekonomian Indonesia.

Azrul melanjutkan, kongres ini juga sasaran kajian dan rekomendasi aksi ekonomi umat untuk pemerintah. Rekomendasi pertama, adalah pembagian tugas dalam menghimpun pusat data dan kajian pemberdayaan ekonomi umat. Kedua, distribusi dan kerjasama dalam berbagai kajian pemberdayaan ekonomi umat yang dikaitkan dengan isu-isu perkembangan lingkungan bisnis, baik internal maupun eksternal, nasional, maupun global. Ketiga, tersusunnya rekomendasi langkah aksi ekonomi umat yang dapat dilaksanakan secara sinergis sebagai upaya nyata pemberdayaan ekonomi umat.

“Kami juga merekomendasikan (Keempat), penerbitan jurnal, majalah, media online pemberdayaan ekonomi umat di Indonesia. Rekomendasi kelima, adalah pemberian apresiasi bagi pelaku usaha muslim teladan secara berkala versi majalah, media online pemberdayaan ekonomi umat,” ujarnya.

Sedangkan untuk langkah aksi membangun ekonomi umat, MUI menegaskan perlunya pemerintah menciptakan dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkeadilan dengan penekanan pada pemerataan ekonomi. Guna terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan, diperlukan konsep Rancangan Undang-undang (RUU) Sistem Perkonomian Nasional dalam kerangka membangun ekonomi umat.

“Pada akhirnya, Kongres Ekonomi Umat ini ingin mengajak seluruh Umat Islam di Indonesia, agar membangun niat luhur bersama pada tahun 2017, sebagai Tahun Kebangkitan Ekonomi Umat,” tandasnya.(rzy)

Sumber: economy.okezone.com/Feby Novalius

(nahimunkar.com)

(Dibaca 9.338 kali, 1 untuk hari ini)