Ada judul mengagetkan di berita, ‘Menag Gus Yaqut: Kalau Ada Orang Islam Mengaku Paling Benar, Maka Dia Belum Paham Ajarannya’.

Dia katakan:

“Jadi agama di dalam Islam itu menghargai akhlak-akhlak yang sudah ada sebelumnya. Jadi ada akhlak Kristen, Hindu, Budha, Katolik, dan seterusnya, itu dihargai dalam Islam,” tutur Gus Yaqut.

“Jadi kalau hari ini ada orang-orang Islam yang mengaku dia paling benar di antara yang lain, maka dia belum memahami ajaran agamanya,” katanya menambahkan.

***

Perlu ditanyakan: Menag Yaqut memvonis seperti itu, pakai akhlak agama apa?

Kalau akhlaq Agama Islam, semoga Menag Yaqut mampu menunjukkan, mana dalilnya. Karena pemahaman yang bisa diambil dari ayat Al-Qur’an dan hadits justru sangat berbalikan dengan yang dikatakan Menag Yaqut. Di antara dalilnya ini.

إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلۡإِسۡلَٰمُۗ وَمَا ٱخۡتَلَفَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ إِلَّا مِنۢ بَعۡدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلۡعِلۡمُ بَغۡيَۢا بَيۡنَهُمۡۗ وَمَن يَكۡفُرۡ بِ‍َٔايَٰتِ ٱللَّهِ فَإِنَّ ٱللَّهَ سَرِيعُ ٱلۡحِسَابِ١٩ [آل عمران: 19]

«Sesungguhnya agama (yang benar dan diredai) di sisi Allah ialah Islam. Dan orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberikan Kitab itu tidak berselisih (mengenai agama Islam dan enggan menerimanya) melainkan setelah sampai kepada mereka pengetahuan yang sah tentang kebenarannya; (perselisihan itu pula) semata-mata kerana hasad dengki yang ada dalam kalangan mereka. Dan (ingatlah), sesiapa yang kufur ingkar akan ayat-ayat keterangan Allah, maka sesungguhnya Allah Amat segera hitungan hisabNya (QS Ali Imran: 19)»

{وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ } [آل عمران: 85]

«Dan sesiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka tidak akan diterima daripadanya, dan ia pada hari akhirat kelak dari orang-orang yang rugi(QS Ali Imran: 85)»

Menolak Islam itu sendiri adalah kufur, orangnya disebut kafir. Nasib orang kafir telah dijelaskan, kekal di neraka Jahannam selama-lamanya.

{إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ } [البينة: 6]

Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. (QS Al-Bayyinah/ 98 : 6).

Sabda
Rasulullah SAW :

«وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ، وَلَا نَصْرَانِيٌّ، ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ، إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ»


“Demi Dzat Yang menguasai jiwa Muhammad, tidak ada seorang pun baik Yahudi maupun Nasrani yang mendengar tentang diriku dari umat Islam ini, kemudian ia mati dan tidak beriman terhadap ajaran yang aku bawa, kecuali ia akan menjadi penghuni neraka”. (H.R. Muslim).

***

Disebutkan oleh Ibnu Abbas dalam sebuah kisah yang panjang, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengirim surat kepada raja Romawi, Heraclius. Selanjutnya dia mencari orang Mekah, yang saat itu sedang berdagang di Syam. Pada saat yang sama, ternyata Abu Sufyan sedang menjalankan bisnis di Syam. Terjadilah dialog antara raja dengan Abu Sufyan –sebelum ia masuk Islam- radhiallahu ‘anhu, membahas ciri-ciri nabi yang diutus di Mekah.

Selanjutnya Abu Sufyan menceritakan tentang isi surat yang

dikirim Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Raja Heraclius :

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، مِنْ مُحَمَّدٍ عَبْدِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى هِرَقْلَ عَظِيمِ الرُّومِ: سَلاَمٌ عَلَى مَنِ اتَّبَعَ الهُدَى، أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أَدْعُوكَ بِدِعَايَةِ الإِسْلاَمِ، أَسْلِمْ تَسْلَمْ، يُؤْتِكَ اللَّهُ أَجْرَكَ مَرَّتَيْنِ، فَإِنْ تَوَلَّيْتَ فَإِنَّ عَلَيْكَ إِثْمَ الأَرِيسِيِّينَ ” وَ {يَا أَهْلَ الكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَنْ لاَ نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلاَ نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلاَ يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ}

Bismillahir rahmanir rahiim…

Dari Muhammad, hamba Allah dan utusan-Nya

Kepada Heraclius, raja Romawi

Salaamun ‘ala manit-taba’al huda, amma ba’du

(keselamatan bagi yang mengikuti petunjuk, selanjutnya)

Saya mengajak Anda dengan seruan Islam. Masuklah Islam, niscaya Anda akan selamat. Allah akan memberikan pahala kepada-Mu dua kali. Jika Anda berpaling (tidak menerima) maka Anda menanggung semua dosa kaum Arisiyin. Katakanlah, “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah”. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (QS. Ali Imran: 64).

)Hadis ini diriwayatkan Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, dan yang lainnya(.

Keterangan:

1. Makna ‘seruan Islam’ adalah kalimat syahadah, dimana setiap pemeluk agama lain diajak untuk mengucapkan dua kalimat ini.

2. Pahala dua kali adalah pahala yang berlipat, sejumlah orang yang mengikutinya untuk masuk Islam.

3. Kaum Arisiyin adalah para pengikut dari kalangan keluarga kerajaan. Dosa Arisiyin ditanggung oleh Heraclius, karena posisi Heraclius sebagai pemimpin, sehigga diikuti anggota kerajaannya, termasuk dalam beragama.

(Keterangan Dr. Dib Bagha As-Syafii dalam ta’liq shahih bukhari)/ Artikel www.KonsultasiSyariah.com

Ketika Allah dan Rasulnya telah menentukan seperti tersebut, maka tidak ada pilihan lain bagi orang yang beriman.

{وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا} [الأحزاب: 36]

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata”. (QS. al-Ahzab [33]: 36).

***

Dalil dalam Islam sudah jelas.

Bila Menag Yaqut bikin2 dalil seperti tersebut di atas, apakah dia masih Islam atau tidak, itu terserah Allah Ta’ala. Namun suaranya yang tidak sesuai dengan ayat dan hadits tersebut wajib ditolak!

Berikut ini berita soal ngaconya Menag Yaqut cara berdalil dan berani memvonis Umat Islam.

***

 

Menag Gus Yaqut: Kalau Ada Orang Islam Mengaku Paling Benar, Maka Dia Belum Paham Ajarannya

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut. /Twitter @YaqutCQoumas

PIKIRAN RAKYAT – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqutmenyampaikan pidato tentang moderasi beragama di Gedung Kementerian Agama pada 22 September 2021.

Kementerian Agama memiliki program prioritas yakni Penguatan Moderasi Beragama melalui lembaga pendidikan seperti madrasah, sekolah, dan perguruan tinggi.

Gus Yaqut dalam pidatonya menyampaikan bagaimana pentingnya sikap menghargai perbedaan dalam beragama.

Gus Yaqut kemudian menerangkan kalau di dalam Islam selalu ditekankan bahwa agama itu penyempurna akhlak.

“Jadi agama di dalam Islam itu menghargai akhlak-akhlak yang sudah ada sebelumnya. Jadi ada akhlak Kristen, Hindu, Budha, Katolik, dan seterusnya, itu dihargai dalam Islam,” tutur Gus Yaqut.

“Jadi kalau hari ini ada orang-orang Islam yang mengaku dia paling benar di antara yang lain, maka dia belum memahami ajaran agamanya,” katanya menambahkan.

Gus Yaqut kemudian mencuplik sejarah ketika tokoh-tokoh generasi awal yang membawa Islam ke Indonesia, sikapnya sangat moderat dalam menyikapi perbedaan.

“Mereka menolak kekerasan, berkomitmen terhadap kebangsaan dan ramah terhadap budaya lokal,” kata Gus Yaqut dalam pidato yang videonya diunggah kanal Youtube Pendis Channel.

 

“Tidak ada dalam sejarah penyebaran Islam di Indonesia itu dengan cara-cara kekerasan. Jadi jika ada orang-orang yang ingin menyebarkan agama Islam dengan cara-cara kekeraan, dengan cara-cara yang tidak berdamai dengan kebudayaan, maka kita ini yang waras harus berani sama-sama mengusir mereka keluar dari Indonesia.”

Kementerian Agama sudah merilis pedoman Program Penguatan Moderasi Bergama untuk sekolah dan perguruan tinggi.

“Alhamdulillah, penyiapan pedoman penguatan moderasi beragama di lembaga pendidikan sudah selesai. Hari ini kita rilis bersama agar bisa dijadikan panduan baik di madrasah, sekolah, maupun perguruan tinggi,” kata Gus Yaqut.

Gus Yaqut mengatakan, Kemenag sangat serius menjalankan programPenguatan Moderasi Beragama yang juga menjadi amanat Perpres No. 18 Tahun 2020 tentang RPJMN 2020-2024.***

Rio Rizky Pangestu

PIKIRAN RAKYAT – 24 September 2021, 21:17 WIB

(nahimunkar.org)

 

 

(Dibaca 498 kali, 1 untuk hari ini)