.

Ketika dikemukakan tentang bid’ah biasanya ramai sampai sahut-sahutan di fan page nahimunkar.com. Pada 10 Maret 2014 di fp nahimunkar.com ada pembaca yang mengutip hadits Nabi tentang bid’ah. Begitu haditsnya dikutip, langsung disahut (dikomentari dengan nada menyanggah, tampaknya): Oh,,iya,îni kan bid’ahnya wahaboy.

Rupanya hadits Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam pun dianggapnya seolah klaimnya Wahabi, itupun (mungkin karena kurang mantap dalam menyemprot secara negative, maka ditebalkan ungkapannya  menjadi wahaboy. Bahkan kadang ada yang sampai menyebut wahabrot dan aneka celoteh lainnya. Semua itu menunjukkan akhlaq mereka yang kayak gitu).

Anehnya, yang menanggapi semprotan itu tenang saja, hanya menulis secuil ungkapan untuk dipilih oleh penyemprot. Silakan disimak di bawah nanti.

Inilah “dialog” singkat tentang bid’ah yang dimaksud, didahului dengan postingan fp NM (nahimunkar.com).

***

Semua Pasti Mengaku Ahlussunnah

(judul tulisan di fan page nahimunkar.com March 10/ facebook nahimunkar.com)

Semua Pasti Mengaku Ahlussunnah

Jika kita tanya siapa diantara kita semua yang merasa sebagai ahlussunnah, pasti semua pada ngaku AHLUSSUNNAH, bahkan yang nyata2 jauh dari sunnah dan justru kesehariannya mengamalkan dan bela2 bid’ah pun bisa dipastikan akan mengaku ahlussunnah. Bahkan sampai2 ada yang menamakan kelompok dan pengikutnya dengan nama “Ahlus Sunnah Wal Jama’ah”, dan menganggap orang lain yang tidak mau ikut dalam ritual dan amalan kelompoknya, tidak sejalan dengan pemahaman dan pemikirannya, maka dianggapnya BUKAN ahlussunnah, padahal para pengaku ini pun sadar sesadar2nya yang mereka bela2 justru kebanyakan amalan bid’ah.

Subhanallaah.. Apakah mereka mengatakan sesuatu tanpa mengetahui maksudnya ?!

Tidakkah mereka tahu bahwa makna “Ahlussunnah”, adalah “Pengikut Sunnah Nabi”, atau kalau lebih “di-Indonesiakan” lagi “Pengikut Ajaran Nabi” -shollallohu alaihi wasallam- (??)

Jika mereka mengaku “Pengikut Ajaran Nabi”, lalu mana praktek ajaran Nabi pada diri mereka ini ?!

Mana sholat berjama’ah di masjid ?! Yang faktanya justru masjid hanya ramai saat ritual (bid’ah) tertentu ala kelompok mereka, dan justru saat sholat jamaah yang datang jauh lebih sedikit.

Mana jenggot yang panjang ?! Yang faktanya orang jenggotan malah sering dianggap menyimpang..

Mana pakaian yang tidak isbal ?!
Mana jilbab yang syar’i ?!
Mana pengharaman musik ?!

Mana ajaran Nabi yang engkau tampakkan pada dirimu dan amalmu wahai saudaraku ahlussunnah ???!

Pantaskah mengaku sebagai Ahlussunnah “Para Pengikut Ajaran Nabi”, tapi hidupnya justru jauh dari sunnah Beliau shallallahu alaihi wa sallaam ??!

Lihatlah para sahabat -rodhiallohu anhum- !! Mereka berusaha mencari tahu mana yang SUNNAH untuk mereka LAKUKAN… Tapi orang sekarang yang sekedar mengaku ahlussunnah, berusaha mencari tahu mana yang SUNNAH untuk mereka TINGGALKAN.

Nas’alullahas salamah, semoga Allaah memperbaiki keadaan ini, aamiin.

Via: Membedah Bid’ah

(Nahimunkar.com)

***

Di antara komentar yang bersahut-sahutan:

 Nayla Harisshandy Semua bid’ah itu sesat..dan yang sesat neraka tempat kembalinya

Sabda Rasulullah:

” Hati- hatilah kalian dari perkara” yg muhdats (baru dalam agama) karena setiap yg muhdats adalah bid’ah , setiap bid’ah adalah sesat dan yg sesat neraka tempat kembalinya.” (HR. An Nasa’i, hadits sahih).

Like · Reply · 8 · March 10 at 10:29pm

Champoeng Sleepy Oh,,iya,îni kan bid’ahnya wahaboy; bid’ah mukaffarah (bid’ah kufur), bid’ah muharramah (bid’ah haram) dan bid’ah makruh (bid’ah yang tidak disukai) !
Bener gak?

Like · 2 · March 10 at 11:05pm

Dzun Nurrain ya silahkan aja ente campoeng cari nabi sendiri yg ga menyesatkan bid’ah kalo ane sih mending ngikutin kata2 Rasulullah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam

Like · 3 · March 11 at 2:59pm

***

Itulah. Satu hadits dikemukakan, langsung disahut: îni kan bid’ahnya wahaboy.

Hadits yang dimaksud adalah:

وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا ، وَكُلُّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ ، وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ صحيح مسلم/ الجمعة/ 2/593 برقم 868، ابن حبان 14/528 برقم 5686 والنسائي/ النكاح 6/89 برقم 3278.

Dan seburuk-buruk perkara adalah muhdatsat-nya (hal-hal baru yang diada-adakan – dalam agama), dan setiap yang muhdats adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah dhalalah (sesat), dan setiap kesesatan itu di neraka. (HR Muslim, Ibnu Hibba, dan  An-Nasaai dishahihkan oleh As-Suyuthi dan Al-Albani).

 (nahimunkar.com)

(Dibaca 3.947 kali, 1 untuk hari ini)