Rumah Dinas Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo lokasi baku tembak yang menewaskan Brigpol Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J (sopir istri Irjen Sambo) di Kompleks Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan. Foto/ Tribunjakarta.com/ Tribunnews.com

 

Mabes sebut Irjen Sambo mengetahui adu saling tembak saat tiba di rumah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Adu saling tembak dilaporkan terjadi di kediaman Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Sambo. Kontak senjata berlangsung antara ajudan Irjen Sambo, Bharada E dengan sopir dari istri Kadiv Propam, Brigadir J. Dalam insiden itu, Brigader J tewas dengan luka tembak.  

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Humas Mabes Polri, Brigadir Jenderal (Brigjen) Ahmad Ramadhan menambahkan, dari rangkaian peristiwa nahas tersebut, diketahui Irjen Sambo sedang tak berada di lokasi kejadian.

Disebutkan jenderal polisi bintang dua itu sedang berada di klinik kesehatan untuk melakukan tes Covid-19. “Saat kejadian itu, Kadiv Propam (Irjen Sambo) sedang melakukan tes PCR,” begitu kata Ramadhan, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (11/7).

Menurutnya, Irjen Sambo baru mengetahui insiden tembak-menambak antara kedua anak buahnya itu, setelah sampai di rumah usai pemeriksaan kesehatan.  Irjen Sambo tiba di rumah, dan menemukan Brigpol J, sudah tak bernyawa dengan kondisi luka tembak di sekujur tubuh.

Sedangkan kondisi Bharada E, tidak mengalami luka tembak apapun. Setelah itu, kata Ramadhan, Kadiv Propam Irjen Sambo menghubungi Kapolres Jaksel untuk melaporkan kejadian. “Sampai saat ini, Bharada E, masih dalam pemeriksaan oleh Polres Jakarta Selatan,” begitu sambung Ramadhan.

Pemeriksaan terhadap Bharada E dilakukan untuk proses penyidikan peristiwa tersebut. Kata dia, kepolisian akan tetap objektif dalam pemeriksaan terhadap Bharada E. “Kita tunggu apa hasil lengkap pemeriksaan dari Bharada E,” ujar Ramadhan.

Jika peristiwa tersebut ada indikasi kesengajaan pidana, Bharada E tetap akan diganjar hukuman. “Yang jelas jika ada unsur pidana, proses pidana akan dijalankan,” sambung Ramadhan.

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Teguh Firmansyah

REPUBLIKA.CO.ID, Senin 11 Jul 2022 20:52 WIB

***

Ada Hadits Nabi yang mmperingatkan adanya suatu zaman

 


قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يَكُونُ عَلَيْكُمْ أُمَرَاءُ سُفَهَاءُ يُقَدِّمُونَ شِرَارَ النَّاسِ، وَيَظْهَرُونَ بِخِيَارِهِمْ، وَيُؤَخِّرُونَ الصَّلَاةَ عَنْ مَوَاقِيتِهَا، فَمَنْ أَدْرَكَ ذَلِكَ مِنْكُمْ، فَلَا يَكُونَنَّ عَرِيفًا وَلَا شُرْطِيًّا وَلَا جَابِيًا وَلَا خَازِنًا» . رواه أبو يعلى وابن حبان في صحيحه، وقال الهيثمي: رجاله رجال الصحيح خلا عبد الرحمن بن مسعود وهو ثقة اهـ. وحسنه الألباني
.

“Akan datang suatu masa kepada umat manusia, pemimpinnya adalah Sufaha, lebih mengutamakan orang – orang jahat sebagai pembantunya namun mereka mencitrakannya sebagai orang-orang baik. Mereka selalu mengakhirkan shalat. Barang siapa yang mendapatkan zaman tersebut, janganlah mau menjadi penasehatnya, polisinya, pemungut pajaknya dan bendaharanya.”

(Hadits Riwayat Abu ya’la dan Ibnu Hibban dalam shahihnya, dan berkata Haitami: para rijalnya shahih, dan di hasankan oleh Al Bani).

(nahimunkar.org)