Inilah 10 Janji Allah kepada Orang Beriman

 


{…وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ} [الروم: 47]

“… Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.” (QS. Ar-Ruum: 47).

 

Alquran terdapat sekian banyak janji mulia dan istimewa yang ditawarkan kepada orang-orang yang memiliki keimanan, baik janji-janji di dunia maupun janji-janji di akhirat.

Janji-janji akhirat yang diberikan bagi mereka yang beriman tidak terhitung jumlahnya dalam kitab suci itu karena amat banyak.

Adapun janji-janji di dunia yang disebut secara terang-terangan (eksplisit), setidak-tidaknya ada sepuluh macam. Berikut ini adalah sepuluh janji di dunia itu.

1. Allah SWT berjanji akan menolong orang-orang yang beriman. Sebagaimana firman Allah SWT, {…وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ} [الروم: 47]

“… Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.” (QS. Ar-Ruum: 47).

 
 

2. Diberikan advokasi atau pembelaan (ad-difa’). Allah SWT berfirman, { إِنَّ اللَّهَ يُدَافِعُ عَنِ الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ خَوَّانٍ كَفُورٍ } [الحج: 38] “Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang beriman…” (QS. Al-Hajj:38).

 3. Mendapatkan perlindungan kasih sayang (Al-wilayah). Allah SWT berfirman, 
اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا…
“Allah Pelindung orang-orang yang beriman…. “ (QS. Al-Baqarah: 257).

 4. Ditunjukkan kepada jalan yang benar (Al-hidayah). Didasarkan firman Allah SWT, {…وَإِنَّ اللَّهَ لَهَادِ الَّذِينَ آمَنُوا إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ} [الحج: 54]  “… Sesungguhnya Allah adalah Pemberi petunjuk bagi orang- orang yang beriman kepada jalan yang lurus. “ (QS. Al-Hajj: 54).

 5. Orang-orang kafir tidak akan diberikan jalan untuk memusnahkan mereka dari muka bumi (adamu taslithiil kafirin). Allah SWT berfirman, {…وَلَنْ يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلًا} [النساء: 141] “Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-oriing kafir.” (QS. An-Nisa.i : 141).

 6. Diberikan kekuasaan di dunia dan diberikan kemapanan dalam segala bidang. Allah SWT berfirman,  {وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ } [النور: 55] “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah meiyadikan berkuasa orang-orang sebelum mereka, dan sungguh Dia akan meneguhkan (memberikan kemapanan) agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka.” (QS. An-Nuur; 55).

 7. Keberkahan dari langit dan bumi, seperti sumber daya alam yang melimpah serta rezeki yang lezat (Al-barakah dan ar-rizqu ath-thayyib). Allah SWT berfirman, {وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ…} [الأعراف: 96]  “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” (QS. Al-A’raaf: 96).

8. Kemuliaan dan kejayaan (Al-izzah). Allah SWT berfirman, {…وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَا يَعْلَمُونَ} [المنافقون: 8]  “Padahal kekuatan (kemuliaan) itu hanyalah bagi Allah bagi Rasul-Nya, dan bagi orang-orang yang beriman (mukmin).” (QS. Al-Munafiquun: 8).

 9. Kehidupan yang baik (al-hayah ath-thayyibah) Allah SWT berfirman, {مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ} [النحل: 97] “Barangsiapa mengerjakan amal saleh baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (QS. An- Nahl: 97).

 10. Diberikan kemenangan (Al-fAth). Allah SWT berfirman, {…فَعَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِنْ عِنْدِهِ…} [المائدة: 52]  “Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya) atau suatu keputusan dari sisi-Nya..” (QS. Al-Maa’idah: 52).

 Dengan janji-janji yang menggiurkan tersebut tentu kualifikasi (penyeleksian) orang-orang yang dikategorikan sebagai memiliki keimanan sangat ketat. Jika tidak, tentulah banyak orang, bahkan semua orang, yang akan mengaku-aku diri sebagai orang beriman.

Untuk menghindari ini dan untuk mengukur pula seberapa kadar keimanan manusia, dilakukanlah proses tes terlebih dahulu, tes keimanan, sebagaimana tes ini dilakukan terhadap generasi-generasi dahulu.

 Allah SWT berfirman, 

{أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ (2) وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ } [العنكبوت: 2، 3]

“Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan, ‘Kami telah beriman,’ sedang mereka belum diuji ? Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang- orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang- orang yang dusta.” (QS. Al-‘Ankabuut: 2-3)

Rep: Hannan Putra/ Red: Heri Ruslan

 

Ilustrasi pinterest

republika.co.id, Sabtu 14 Jul 2012 12:31 WIB/ diberi teks ayat-ayat oleh nahimunkar.org.

 

***

 

Diuji, memang beriman ataukah munafiq

 

Untuk memperoleh hal-hal yang Allah janjikan itu, Umat Islam menghadapi ujian-ujian. Agar nantinya terseleksi, mana yang memang beriman, dan mana yang munafiq; mengaku Islam namun memusuhi Islam, atau membenci Islam, atau berkarib-karib bahkan membela komunis, kafirin, musyrikin, gerombolan sepilis (sekuler, pluralis agama, dan liberalis agama yang telah difatwakan haramnya oleh MUI 2005) alias penganut kemusyrikan baru, yakni menganggap Islam relatif sama benarnya dengan agama-agama lain; atau akrab dengan musuh-musuh Islam dan pembenci2 Islam dalam rangka menghadapi Islam, atau bahkan menjadikan musuh-musuh Islam itu sebagai penolong atau sponsor dalam menghadapi Islam.

{مَا كَانَ اللَّهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنِينَ عَلَى مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ حَتَّى يَمِيزَ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُطْلِعَكُمْ عَلَى الْغَيْبِ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَجْتَبِي مِنْ رُسُلِهِ مَنْ يَشَاءُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَإِنْ تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا فَلَكُمْ أَجْرٌ عَظِيمٌ } [آل عمران: 179]

179. Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin). Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasul-Nya. Karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar. [Al ‘Imran:179]

Ujian bagi Umat Islam itu tidak seperti ujian sekolah, ini materi ujiannya, diujikan jam sekian sampai jam sekian pada hari tanggal bulan sekian; tidak. Tetapi ada ujian yang pahit (ketidak enakan) dan ada ujian yang bahkan manis (keenakan, walau manis tapi itu ujian).

{كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ } [الأنبياء: 35]

35. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. [Al Anbiya”:35]

{ونبلوكم} نختبركم {بالشر} بالبلايا والفقر {والخير} المال والصِّحة {فتنة} ابتلاءً لننظر كيف شكركم وصبركم (الوجيز للواحدي (ص: 715))

Dan Kami akan menguji kamu dengan keburukan – dengan bala’/ bencana2 dan kemelaratan–, dan kebaikan – harta dan kesehatan– sebagai cobaan – ujian untuk Kami lihat bagaimana kalian bersyukur dan bersabar. (Al-Wajiz oleh Al-Wahidi, halaman 715/ Maktabah Syamilah).

Ujian itu wujudnya bisa aneka macam. Misal namanya perguruan tinggi Islam atau pendidikan Islam, tapi isinya pemurtadan, yaitu mengarahkan kepada keyakinan kemusyrikan baru; sepilis (sekuler, pluralis agama, dan liberalis agama yang telah difatwakan haramnya oleh MUI 2005) alias penganut kemusyrikan baru, yakni menganggap Islam relatif sama benarnya dengan agama-agama lain. (Silakan simak di link ini, telah ditulis buku Ada Pemurtadan di IAIN – maksudnya perguruan tinggi Islam se-Indonesia— karya Hartono Ahmad Jaiz, https://www.nahimunkar.org/ada-disertasi-menghalalkan-zina-dibedahlah-buku-ada-pemurtadan-di-iain/ )

Atau celaan-celaan dan laqob2 buruk/ stigmatisasi untuk yang istiqomah dalam memegangi Islam, entah itu laqob negatif misal fundamentalis, ekstrimis, radikalis, dan sebagainya untuk memojokkan bahkan untuk memberangus Muslimin yang istiqomah. Itu bisa saja merupakan ujian berat, misalnya kaum Muslimin Uighur di Xinjiang yang diperkosa, disiksa dan jutaan Umat Islam Uighur itu dipenjarakan oleh penguasa China Komunis. Juga kaum Muslimin Rohingya yang kampungnya dibakar, Umat Islamnya dibantai oleh manusia2 Budha di Myanmar/ Burma. Dan lain2 bentuknya, entah itu dilancarkan oleh orang kafirin, musyrikin, maupun yang mengaku Islam namun sejatinya munafiqin musuh2 Islam bersekongkol dengan kafirin, musyrikin, dan komunis anti Islam. Betapa hinanya kaum munafiqin itu tingkah lakunya, maka benarlah ancaman untuk kaum munafiqin akan diadzab di kerak neraka.

{إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا} [النساء: 145]

145. Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka. [An Nisa”:145]

Selanjutnya mari kita simak tulisan seorang aktivis senior dari Bandung berikut ini.

***

Radikalisme atau Deislamisasi ?



 

by M Rizal Fadillah *)

 

Terorisme sebagai ideologi global adalah “mainan” Amerika untuk membuat berantakan dunia Islam. Dengan modal 9/11 semua lawan diruntuhkan dengan bahasa “teroris”. Negara termasuk Kepala Negara di dunia Islam dikendalikan dengan skim  kerjasama memerangi terorisme. Musuh dalam bentuk organisasi mesti dibuat agar ada kaitan. Muncullah Al Qaida dan kemudian ISIS. Diskenariokan model kekekerasan yang dilakukan organisasi ini. Klaim atas peristiwa bom bunuh diri, peledakan atau aksi kekerasan lain dilakukan Al Qaida atau kemudiannya ISIS. Kerusuhan pun dianggap susupan. Dunia Islam lumpuh di bawah kendali dan hegemoni Amerika. 

Indonesia mungkin  menjadi bagian dari “permainan” tersebut. Muncul nama nama seperti Azhari, Nurdin M Top, Imam Samudera, hingga Abu Bakar Baasyir pun dikaitkan. Butuh figur untuk menakut nakuti. Berbagai aksi terjadi dari mulai Bom Bali hingga Bom Panci. Namanya juga terorisme dan lembaga pun dibentuk dari Densus 88 hingga BNPT. Untuk pencegahan dan penindakan. Tentu besar biaya global yang mesti dibayar. Umat Islam adalah sasaran pelumpuhan karenanya semua berkaitan dengan identitas kemusliman. Doktrin Jihad, “pengantin surga”, celana cingkrang, janggut ataupun hijab. 

Kita kini memasuki era modifikasi. Terorisme harus dengan ledak ledakan. Yang lebih murah yaitu dengan ledekan atau celotehan. Radikalisme adalah ideologi baru yang dipasarkan gencar. Di kampus Menteri Dikti mengingatkan akan terpaparnya dosen dan mahasiswa oleh radikalisme. Santri dan anak madrasah harus disterilkan sehingga kurikulum yang mengandung sejarah perang dalam Islam harus dihapus. Birokrasi mesti dibersihkan dari anasir anasir radikal. Menteri Agama diberi tugas khusus untuk melawan radikalisme. Radikalisme menjadi “senjata” untuk menaklukan siapa saja. Umat dan agama Islam harus diwaspadai. Ditakut takuti.

Sementara di sisi lain bahaya komunisme dianggap “out of date”, liberalisme dan kapitalisme dianggap hanya fenomena ekonomi. Kristen, Budha atau Hindu adalah ajaran baik baik saja yang tidak tergores radikalisme. Hanya Islam yang berbahaya. Untuk ini dinyatakan bahwa radikalisme lebih bahaya dari komunisme. Sejarah “radikalisme” yang berakar pada gerakan liberalisme progresif di Inggris disimpangkan arah kepada (umat) Islam.

Gerakan pemojokkan Islam dengan isu radikalisme hakekatnya adalah gerakan anti Islam. Ketakutan yang sangat  berlebihan terhadap agama Islam. Islamophobia. Tentu pendukung sekularisme, kapitalisne dan komunisme sangat bahagia dengan program ini. Karena sangat menguntungkan misi mereka di Indonesia. Kuda troya sedang bersiap untuk kelak mengeluarkan  pasukan anti Islam yang menyebar di semua ruang. Deradikalisasi menjadi deislamisasi. Rezim yang seperti ini adalah rezim zalim yang tak berkeadilan dan berkeadaban. Agama dianggap perusuh, candu, atau penghambat kemajuan. Cara pandang klasik yang jahat.

Umat Islam tentu tak setuju pada terorisme dan radikalisme dalam makna destruktif. Merusak lingkungan kehidupan. Islam adalah agama keshalehan dan akhlak yang mulia. Berbuat baik untuk sesama manusia merupakan keyakinan dasar agama. 
Tetapi jika da’wah mencegah kemungkaran dianggap radikal atau rajin ke Masjid dan menghabiskan waktu untuk memahami Al qur’an dianggap radikal, atau berjihad menegakkan Agama dan hukum Allah pun dianggap radikal pula, maka biarlah umat Islam rela disebut kaum yang radikal.Tapi jangan salahkan jika  umat  dengan pemahaman seperti itu diganggu dan dilarang larang maka umat Islam akan melawan hingga titik darah penghabisan. 

Penguasa zalim adalah musuh abadi umat. Pilihan hanya dua, anda wahai penguasa zalim yang hancur atau umat yang akan berguguran syahid membela keyakinan agamanya. 
Dan Allah lah yang menjadi penolong, bukan para penjilat dunia. 

*) Pemerhati Politik dan Keagamaan.
 

Bandung, 28 Oktober 2019

Redaksi ANNAS Indonesia

28 Oktober 2019 07:40

 

(nahimunkar.org)

 


 

(Dibaca 463 kali, 1 untuk hari ini)