Jakarta – Penipuan adalah hal yang paling tidak diinginkan saat safar. Penipuan dapat memeras uang dan waktu Anda selama perjalanan. Oleh sebab itu, perhatikan jenis-jenis penipuan berikut ini yang biasa terjadi pada musafir.

Di dunia ini, banyak jenis penipuan pada musafir saat safar. Celakanya lagi, mungkin Anda sedang tidak sadar sedang berada dalam situasi penipuan yang sedang terjadi. Kewaspadaan dan informasi mengenai tempat setempat adalah hal yang harus Anda lakukan pertama kali. Selain itu, perhatikan pula jenis-jenis penipuan yang beragam macam.

Iinilah 7 jenis penipuan yang harus Anda tahu:

1. Dicegat Polisi gadungan

Inilah salah satu modus penipuan yang sering terjadi, yaitu polisi gadungan. Mereka sering mengincar musafir-musafir asing yang datang ke negaranya. Mereka adalah polisi gadungan yang akan mencegat Anda layaknya seperti polisi sungguhan.

Biasanya, mereka akan melihat paspor dan visa, lalu mencari-cari kesalahan Anda. Setelah itu Anda akan berdebat dengan mereka, ujung-ujungnya mereka akan meminta sejumlah uang untuk berdamai. Beberapa destinasi yang banyak terkenal dengan polisi gadungannya adalah Amerika Tengah dan Selatan, Eropa Timur, Afrika, dan Asia tengah.

Untuk mengantisipasi hal ini, baiknya Anda mempersiapkan kelengkapan paspor, visa, dan identitas diri. Selain itu, pelajari sebelumnya dan patuhilah peraturan-peraturan di destinasi yang Anda datangi. Yang terpenting adalah jangan panik!

2. Diajak berputar-putar oleh taksi bandara

Jenis penipuan ini, akan mengancam Anda saat tiba di bandara negara tujuan. Oknum-oknum taksi bandara yang merugikan akan membawa Anda berlama-lama di jalanan. Anda akan diantarkan melalui rute yang jauh, sehingga tarifnya pun akan naik.

Untuk menghindari hal seperti ini, baiknya Anda memesan taksi yang berlisensi resmi. Serta, sebaiknya Anda juga mempelajari dan membawa peta atau rute jalan di destinasi setempat.

3. Ditipu transportasi lokal

Selain taksi bandara, transportasi lokal di suatu destinasi juga dapat menipu Anda. Biasanya, mereka akan mengajak ke tempat yang tidak ingin Anda datangi, seperti toko oleh-oleh.

Tak hanya itu, mereka pun akan menaikkan tarif angkutan lebih tinggi. Sebelum naik transportasi lokal, Anda baiknya bertanya terlebih dulu kepada masyarakat sekitar atau petugas keamanan setempat.

Anda bisa menanyakan berapa harga biasanya naik kendaraan tersebut dan rute-rute mana yang biasanya dilalui. Beberapa kasus semacam ini terjadi di destinasi-destinasi yang terkenal, seperti tuk-tuk di Thailand atau becak di Yogya.

4. ‘Baju Anda kena kotoran’

Saat sedang berjalan, tiba-tiba seseorang menghampiri Anda dan bilang, ‘baju Anda kena kotoran’. Saat itu pula, mereka akan membantu Anda membersihkan kotoran-kotoran yang melekat pada baju Anda. Anda pun akan merasa tersanjung telah ditolong oleh orang tersebut.

Tapi, jangan tersenyum dulu. Ini adalah modus penipuan yang sering terjadi di negara-negara Eropa dan Amerika Selatan. Ketika mereka sedang ‘membersihkan kotoran’, saat itulah mereka akan mencopet dompet atau barang berharga Anda dalam sekejap. Anda pun tidak akan menyangka. Oleh sebab itu, pastikan selalu waspada dan simpan barang-barang Anda di tempat yang paling aman.

5. Peminta sumbangan gadungan

Beberapa permintaan sumbangan tidak selamanya untuk amal kebaikan. Beberapa oknum-oknum nakal, memanfaatkan sumbangan untuk kepentingannya sendiri. Mereka memakai nama-nama LSM untuk meyakinkan para musafir. Ditambah dengan kostum dan tutur kata yang halus, mereka akan memeras uang Anda.

Apa yang harus dilakukan? Hindarilah oknum-oknum tersebut secepatnya dan jangan duduk sendirian di tempat-tempat umum. Biasanya, peminta sumbangan akan mendekati Anda saat duduk sendirian di stasiun, terminal, atau tempat umum lainnya. Peminta sumbangan gadungan dapat Anda temukan di berbagai belahan dunia.

6. Rayuan makan dengan orang yang baru dikenal

Penipuan ini adalah orang yang baru Anda kenal dan dia mengajak Anda untuk makan atau nongkrong-nongkrong di kafe. Karena sudah merasa akrab, mungkin Anda tidak enak untuk menolak dan mengiyakan permintaannya.

Setelah makan atau minum-minum di kafe, tiba-tiba orang tersebut meninggalkan Anda. Anda pun tidak tahu ke mana perginya orang tersebut. Tak lama, pelayan pun datang memberikan tagihan dalam jumlah yang tidak sedikit dan Anda harus membayarnya. Celaka!

Untuk itu, janganlah terlalu mudah dekat saat berkenalan dengan orang yang baru Anda kenal. Biasakan diri untuk menolak ajakan dengan mencari alasan yang tepat. Anda bisa saja berbohong dengan berujar ingin istirahat di hotel atau bertemu kerabat. Penipuan ini bisa terjadi di mana saja.

7. Mengambil uang yang jatuh

Penipuan ini biasanya terjadi di Russia. Saat Anda berjalan, tiba-tiba ada seseorang yang menjatuhkan uangnya. Seketika itu, muncul orang lainnya yang mengambil uang tersebut dan ingin membaginya setengah kepada Anda. Mungkin, Anda pun sulit untuk menolaknya.

Lalu tak lama, orang yang menjatuhkan uang tersebut akan datang kepada Anda. Dia meminta uangnya dikembalikan dalam jumlah yang utuh, sedangkan Anda hanya punya setengahnya.

Oleh sebab itu, jangan langsung percaya dan setuju dengan kemauan orang lain. Dalam situasi seperti ini, Anda harus menolak uang yang dibagi rata dan laporkan dengan segera kejadian tersebut kepada petugas keamanan setempat.

Itulah beberapa jenis penipuan di beberapa destinasi yang harus Anda perhatikan. Ingat, tetaplah waspada, jangan panik, dan dapatkan informasi sebanyak-banyaknya tentang destinasi tujuan Anda. Belajar pengalaman dari traveler lainnya juga dapat menjadi panduan Anda selama perjalanan. /jktcty

(nahimunkar.com)

(Dibaca 910 kali, 1 untuk hari ini)