Inilah Alasan Malaysia Belum Mau Pakai Vaksin Sinovac China

    Brasil memicu kekhawatiran atas vaksin Sinovac, setelah uji klinis menemukan bahwa vaksin itu hanya efektif 50,4 persen dalam mencegah infeksi simtomatik.



Kandidat vaksin virus corona dari Sinovac Biotech Ltd terlihat di China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) 2020, setelah wabah COVID-19, di Beijing, Cina 4 September 2020. (REUTERS / Tingshu Wang / File Foto/ton)

Kuala Lumpur,– Pemerintah Malaysia menyebut pihaknya masih sedang merundingkan kebutuhan pasokan vaksin COVID-19 dengan Sinovac Biotech China dan hanya akan melanjutkan pengadaan jika vaksin tersebut memenuhi standar keamanan dan kemanjuran regulator lokal.

Pernyataan itu diungkapkan seorang menteri Malaysia, dikutip Reuters, Rabu (13/1).

Brasil memicu kekhawatiran atas vaksin Sinovac, setelah uji klinis menemukan bahwa vaksin itu hanya efektif 50,4 persen dalam mencegah infeksi simtomatik.

Temuan ini dirilis tepat ketika Indonesia meluncurkan salah satu kampanye vaksinasi virus korona terbesar di dunia pada hari Rabu (13/1 2021), dengan menempatkan Presiden Joko Widodo menjadi yang pertama diinokulasi dengan vaksin CoronaVac dari Sinovac.

Menteri Sains, Teknologi, dan Inovasi Khairy Jamaluddin menyebut di Twitter bahwa Malaysia pertama-tama akan meninjau lebih dulu data klinis Sinovac sebelum memutuskan.

“Jika kami tidak puas dengan keamanan dan kemanjuran, kami tidak akan melanjutkan pengadaan,” kata Khairy.

Gatra.com | 13 Jan 2021 20:37

(nahimunkar.org)

(Dibaca 426 kali, 1 untuk hari ini)