• Meski meminta aksi kekerasan dihentikan, SBY juga bersikap aneh. Ia mendukung pilihan solusi dua negara (two state solution). Padahal yang diperjuangkan warga Palestina selama ini adalah solusi satu negara “One State Solution”.
  • Mungkin buat SBY, solusi macam itu adalah paling realistis buat menghentikan pertumpahan darah saban waktu terjadi. Tapi ingat, jalan keluar inilah yang diinginkan Israel dan Amerika Serikat untuk membungkam dan menetralkan perlawanan rakyat Palestina.

Jakarta (SI ONLINE) – Sebelum bertolak ke Kamboja dan Pakistan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar konferensi pers. SBY menyerukan kepada Israel agar menghentikan agresinya di Jalur Gaza, Palestina. Dia tidak ingin perang terbuka tiga tahun lalu terulang kembali.

“Indonesia menyerukan agar kekerasan bisa segera dihentikan, dan dicegah terjadinya perang terbuka seperti terjadi pada akhir 2008 dan awal 2009. Saya cemas karena tembakan roket masih terjadi. Korban pun terus berjatuhan,” kata SBY kepada wartawan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (17/11/2012).

SBY mengatakan turut prihatin lantaran terus meluas dan meningkatnya aksi kekerasan di Jalur Gaza. Dia berharap bisa mendorong Israel menghentikan serangan udara, dan mencegah aksi-aksi baru demi menghindari konflik bersenjata makin membesar.

“Hal ini menjadi tanggung jawab agar penduduk sipil tidak menjadi korban. Kami tetap mendukung penuh kemerdekaan Palestina,” ujar SBY.

Dukung “Two State Solution”

Meski meminta aksi kekerasan dihentikan, SBY juga bersikap aneh. Ia mendukung pilihan solusi dua negara (two state solution). Padahal yang diperjuangkan warga Palestina selama ini adalah solusi satu negara “One State Solution”.

Apalagi Harakah al-Muqawwamah al-Islamiyah (Hamas). Kelompok ini paling menentang jalan keluar itu. Buat mereka, hal itu tidak akan pernah menyelesaikan masalah apapun bagi bangsa Palestina.

“Indonesia menyerukan agar kekerasan bisa segera dihentikan, dan dicegah terjadinya perang terbuka seperti terjadi pada akhir 2008 dan awal 2009. Saya cemas karena tembakan roket masih terjadi. Korban pun terus berjatuhan. Kami tetap mendukung penuh kemerdekaan Palestina. Kami juga mendukung konsep two state solution. Kalau itu bisa terwujud, apa yang terjadi saat ini bisa dicegah,” kata SBY kepada wartawan di Bandara Halim Perdanakusuma, Sabtu (17/11).

Mungkin buat SBY, solusi macam itu adalah paling realistis buat menghentikan pertumpahan darah saban waktu terjadi. Tapi ingat, jalan keluar inilah yang diinginkan Israel dan Amerika Serikat untuk membungkam dan menetralkan perlawanan rakyat Palestina.

SBY didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu siang, bertolak ke Phnom Penh, Kamboja, dan Islamabad, Pakistan.

SBY dijadwalkan menghadiri KTT ASEAN dan KTT Asia Timur di Phnom Phen, Kamboja. Sedang di Islamabad, Presiden akan menghadiri KTT D-8, yaitu delapan negara-negara berkembang berpenduduk mayoritas muslim.

red: shodiq ramadhan/dbs/ Sabtu, 17 November 2012 | 16:20:50 WIB

(nahimunkar.com)

(Dibaca 829 kali, 1 untuk hari ini)