Para ABG berzina, hamil, digugurkan, meresahkan warga, baru polisi menggrebek tempat aborsi

  • Hampir setiap malam, mulai sekitar Pk. 01:00 hingga Pk. 04:00, banyak tamu berkunjung.
    “Anehnya, yang datang itu pasangan muda-mudi. Yang wanita banyak yang kelihatan perutnya membuncit atau seperti orang hamil
    ,” kata warga.
  • Polisi, kata warga, kerap datang ke tempat itu menggunakan mobil patroli Polres Jakarta Pusat. “Masak iya, polisi nggak tahu? Kan suka datang ke tempat itu.”

Inilah beritanya.

***

Dokter Layani ABG Aborsi di Rumah Kos

12 Orang Digelandang Polisi

SENEN– Kecurigaan warga terhadap aktifitas dokter di rumah kos,  Kelurahan Kramat, Jakarta Pusat,  membuahkan hasil. Di lokasi tersebut hampir setiap malam banyak didatangi cewek ABG.

Setelah mendapatkan laporan warga, polisi menggerebeknya karena dijumpai melayani praktek aborsi. Tidak kurang dari 12 orang, termasuk asisten dokter digelandang petugas, diiringi cemooh warga yang menyaksikannya, Minggu (17/6/2012).

Warga Jl. Kramat IV, RT02/08 Kel. Kramat, Jakarta Pusat, ini telah menjalankan fungsi sosialnya sebagai polisi masyarakat. Mereka lalu menyelidiki aktivitas di tempat tersebut sebelum melapor ke polisi. Menanggapi laporan warga, Petugas Polres Jakarta Pusat menggerebek tempat itu dan menggelandang 12 orang. Sejumlah peralatan medis juga disita.

Sejumlah warga menyebut rumah berharga sewa Rp75 juta/tahun itu  sudah dua kali digerebek petugas Polda Metro Jaya dan Polresta Bekasi beberapa waktu lalu.

“Sebelum digerebek, mereka terang-terangan menerima pasien pada pagi sampai siang. Tapi, setelah itu,  pasien diterima pada malam hari sampai dinihari. Mungkin supaya petugas nggak tahu,” ungkap Siti,  warga.

Polisi, sambung Ujang, warga lainnya, kerap datang ke tempat itu menggunakan mobil patroli Polres Jakarta Pusat. “Masak iya, polisi nggak tahu? Kan suka datang ke tempat itu,” ujarya.

Tomi, 50, ketua RT setempat, mengakui warganya sudah lama curiga dengan aktivitas dalam rumah milik Wiki Sujan itu.  Soalnya, hampri setiap malam, mulai sekitar Pk. 01:00 hingga Pk. 04:00, banyak tamu berkunjung.
“Anehnya, yang datang itu pasangan muda-mudi. Yang wanita banyak yang kelihatan perutnya membuncit atau seperti orang hamil,”
ungkapnya, Minggu (17/6) siang.

WARGA GERAM

Begitupula Ketua RW setempat, Siti Marsita, menyampaikan hal sama. Katanya, warga sudah geram karena menduga rumah itu digunakan sebagai klinik aborsi. Begitu kesalnya warga hingga berniat untuk menggerebeknya. “Tapi kami berupaya meredam karena hal itu melawan hukum. Makanya kami melapor ke polisi,” ungkapnya.

Ia  mengatakan rumah itu disewa dr. Anggi  untuk dijadikan klinik umum. Seorang wanita yang mengaku ditugasi dr. Anggi pernah menemui Siti. Wanita ini menyampaikan informasi rumah bakal ditempari klinik dr. Anggi pada November 2011. Kepada wanita itu, ia minta foto kopi KTP dr. Anggi. “Saat itu, dia tak membawa dan saya minta agar segera diserahkan. Tapi sampai sekarang saya belum menerimanya,” ungkap Siti.

12 ORANG

Menindaklanjuti laporan warga, aparat Polsek Senen menggerebek tempat itu pada Sabtu (16/7) sekitar Pk. 16:00. Disaksikan warga dan tokoh masyarakat, polisi merangsek ke rumah yang bagian depannya digunakan untuk pendaftaran dan bagian belakang untuk pemeriksaan. Tak ada papan nama klinik atau tempat praktek dokter di depan rumah itu.

Dari dalam rumah, polisi menggelandang 12 orang. Sejumlah warga meneriaki mereka  ketika dibawa keluar menuju kantor polisi. Petugas juga menyita sejumlah peralatan medis, obat-obatan dan uang Rp39 juta. Bagian depan rumah langsung dipasangi garis polisi.

Kapolsek Senen, Kompol Jajang Hasan Basri, menjelaskan penggerebakan tersebut atas perintah pimpinannya yang mendapatkan laporan warga. “Duabelas orang yang ada di rumah diamankan. Mereka itu asisten dokter, sembilan pegawai klinik termasuk  tukang sapu dan sepasang kekasih pasien asisten dokter,” tegasnya.

Meski begitu, kapolsek mengaku belum mengetahui peran masing-masing karena masih dalam pemeriksaan di Polres Jakarta Pusat.  “Kami masih mencari dr. Anggi yang menyewa tempat itu,” katanya.

(deny/silaen/yp/ird)

Ilustrasi: kampoengbiru dan ceritamu

(Pos Kota)  Senin, 18 Juni 2012 10:05:53 WIB

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.963 kali, 1 untuk hari ini)