Iki Buktine Jokowi ngurusi Jakarta wae ora jegos:

  • 86 proyek Ibukota terindikasi merugikan keuangan negara hingga Rp1,54 triliun
  • “Mendingan (Jokowi) lepasin badan dan lepasin baju, copot logo Jaya Raya (seragam dinas) dan minta maaf ke seluruh warga Jakarta, kalau dia telah gagal ngurus Jakarta. Ini baru sikap negarawan sejati,” tegas Anggota DPRD DKI Jakarta, Muhammad Sanusi, Minggu (22/6).Berikut ini beritanya.

***

Senin, 23/06/2014, 09:39

Program Unggulan Jadi Ajang Korupsi, Jokowi Disarankan Mundur

Hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) atas APBD DKI Jakarta 2013 menemukan 86 proyek Ibukota terindikasi merugikan keuangan negara hingga Rp1,54 triliun. Hal ini membuktikan Joko Widodo tidak bisa mengurus Jakarta, karenanya pria yang akrab disapa Jokowi itu didesak mengundurkan diri sebagai Gubernur DKI.

“Jokowi harus gentleman dong. Dia sudah terbukti tidak mampu mengurus Jakarta, buktinya banyak program unggulannya dijadikan ajang korupsi. Kalau Jokowi tidak mau mundur, berarti dia bukan negarawan,” kata Anggota DPRD DKI Jakarta, Muhammad Sanusi, Minggu (22/6).

Menurutnya, jika tidak mengundurkan diri maka bawahannya akan terus menjadi korban atas kebijakannya yang terburu-buru. “Kasihan anak buahnya di Pemprov DKI yang sering jadi korban kebijakannya yang terburu-buru,” imbuhnya.

Blusukan yang selama ini dilakukan oleh Jokowi, kata Sanusi, hanya menjadi kampanye terselubung. Buktinya, sejumlah program yang ditawarkan justru terindikasi merugikan keuangan daerah, seperti kegiatan pembuatan sistem informasi e-surat, e-budgeting, belanja hibah dan bansos, Kartu Jakarta Pintar (KJP), Program Kampung Deret dan belasan program lainnya.

“Mendingan lepasin badan dan lepasin baju, copot logo Jaya Raya (seragam dinas) dan minta maaf ke seluruh warga Jakarta, kalau dia telah gagal ngurus Jakarta. Ini baru sikap negarawan sejati,” tegasnya. (ag/oke) berita8.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 8.649 kali, 1 untuk hari ini)