• Jum’at siang ratusan Elemen Umat Islam Solo Raya dan warga Muslim Gandekan Solo bersatu mengadakan Longmarch dari Masjid Muhajirin Mojo menuju Gandekan yang merupakan Basis Kampung Kristen.
  • Aksi Jum’at siang itu bertujuan sebagai sarana ukhuwah islamiyah atas didzoliminya 3 pemuda muslim di Gandekan. Selain itu, aksi ini adalah bentuk Jihad karena Preman Kafir telah menyulut api peperangan.
  • Ketua MUI Solo yang menyempatkan untuk mendatangi para Aktivis Islam dan warga Gandekan Solo dimasjid Muhajirin Mojo berpesan dan menegaskan bahwa dirinya tidak rela jika jatuh korban lagi dari Umat Islam.
  • Pentolan preman Solo yang memicu bentrokan, Iwan Walet, disinyalir kuat merupakan anak binaan wakil walikota Solo, Rudi Widodo.

inilah beritanya.

***

Umat Islam Solo long march datangi basis preman kafir

SOLO (Arrahmah.com) – Buntut dari penyerangan dan pengeroyokan terhadap 3 Pemuda Muslim oleh puluhan preman Kafir yang merupakan anak buah dari Iwan Walet di kampung Kadirejo RT 01/01 Gandekan, Jebres, Solo, Jawa Tengah, Kamis sore 3/5/2012, kemudian Jum’at siang ratusan Elemen Umat Islam Solo Raya dan warga Muslim Gandekan Solo bersatu mengadakan Longmarch dari Masjid Muhajirin Mojo menuju Gandekan yang merupakan Basis Kampung Kristen.

Dalam aksi Solidaritas ini, menurut salah seorang peserta yang dimintai keterangan oleh Kru kami, aksi siang ini bertujuan sebagai sarana ukhuwah islamiyah atas didzoliminya 3 pemuda muslim di Gandekan. Selain itu, aksi ini adalah bentuk Jihad karena Preman Kafir telah menyulut api peperangan.

Sementara itu, Prof. Dr. dr. H. Zainal Arifin Adnan, Sp.PD-KR. FINASIM selaku Ketua MUI Solo yang menyempatkan untuk mendatangi para Aktivis Islam dan warga Gandekan Solo dimasjid Muhajirin Mojo berpesan dan menegaskan bahwa dirinya tidak rela jika jatuh korban lagi dari Umat Islam.

 “Saya tidak rela jika kalau ada saudara kita (dari Umat Islam-red) yang menjadi korban. Dan saya berharap bahwa senjata yang dibawa hanya untuk menjaga Izzah (kaum muslimin-red),”Tegas Prof. Zaenal sapaan akrab beliau.

Ustadz Agus yang didaulat sebagai Koordinator aksi solidaritas-pun menegaskan bahwa senjata yang dibawa para peserta aksi hanya sebagai alat untuk menjaga Izzah Islam dan Kaum Muslimin.“Ini hanya untuk menjaga Izzah Islam”, Ucap Ust Agus singkat.

Kemudian dalam keterangannya melalui pesan singkat (SMS), Endro Sudarsono yang merupakan Aktivis Islam Solo dan salah satu pengurus Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) menjelaskan bahwa acara siang ini adalah bentuk solidaritas kepada sesama muslim yang telah didzolimi oleh Preman Kafir dikampung Gandekan.

“Ini acara Longmarch dan Pemantauan agar kondisi tetap kondusif. Dan saya juga dapat kabar bahwa Iwan Walet juga sudah ditahan ”, Ujarnya singkat melalui SMS.

Mari kita doakan bersama agar aksi Solidaritas Umat Islam Solo terhadap saudaranya yang didzolimi oleh orang-orang Kafir yang ada diSolo bisa berjalan dengan lancar sesuai tujuan dan cita-cita mereka. Dan semoga Umat Islam Solo diberi kekuatan untuk tetap teguh dalam menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar demi kebaikan dan kemaslahatan umat Islam khususnya dan masyarakat pada umumnya. (bilal/FAI/arrahmah.com) Jum’at, 4 Mei 2012 15:01:02

***

‘Iwan Walet Adalah Binaan Wakil Walikota Yang Menjadi Dalang Premanisme Di Solo’
Diposting Jum’at, 04-05-2012 | 15:03:46 WIB

Front Pembela Islam kota Solo mendesak agar pemerintah daerah dan kepolisian kota Surakarta menangkap dan memproses hukum Iwan Walet demi menjaga situasi kota Solo agar tetap kondusif, laporan wartawan MuslimDaily.Net.

Pernyataan itu disampaikan oleh ketua FPI Solo dalam siaran pers di Masjid Kottabarat, Solo, Jumat pagi, 04/05/2012.

“Untuk mencegah supaya premanisme tidak berlangsung terus menerus di kota Solo, maka kami meminta pemerintah kota Solo khususnya Wakil Walikota Bapak Rudi kami minta untuk turun tangan menangani masalah Iwan Walet,” katanya di depan wartawan di Solo.

Ustadz Choirul menyebutkan nama Wakil Walikota Solo, Rudi Widodo secara khusus. karena Iwan Walet disinyalir kuat merupakan anak binaan wakil walikota Solo.

Laskar Islam di Solo menegaskan keinginan mereka saat ini hanya menginginkan Iwan Walet ditangkap dan diproses secara hukum untuk dimintai pertanggungjawabanya.

“Kami hanya mengurus masalah Iwan Walet untuk saat ini. Kami tidak akan mencari masalah dengan warga Gandekan atau ormas Islam yang lain,” tambahnya.

“Satu-satunya solusi untuk kasus di Solo saat ini hanya satu. Iwan Walet harus diproses. Tindakan-tindakan premanisme yang dilakukan Iwan Walet selama ini sudah sangat meresahkan,” jelasnya.

Sebelum terjadinya kasus pengeroyokan puluhan preman terhadap beberapa anggota laskar Islam, Kamis (03/05/2012), Iwan Walet juga sudah terlibat bentrok dengan laskar beberapa waktu sebelumnya.

Aparat kepolisian juga sudah melakukan mediasi antara dua kelompok yang terlibat bentrok. Bahkan kedua kelompok sepakat melakukan damai di Kapolresta Surakarta.

Namun perdamaian yang telah disepakati justru dilanggar Iwan Walet dengan adanya kasus pengeroyokan puluhan preman anak buah Iwan Walet terhadap beberapa anggota laskar Islam.

Saat ini Iwan Walet telah ditahan oleh oleh aparat kepolisian bersama seorang anak buahnya. [muslimdaily]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 5.972 kali, 1 untuk hari ini)