Oleh Saefullah — 5 Zulkaedah 1434 / 10 September 2013 12:23


dokumen israel suriah 490x326 Inilah Dokumen Resmi Kerjasama Antara Pemerintah Suriah dengan Israel

SEORANG jurnalis dituntut untuk melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap suatu permasahalan. Maka, tim Jurnalis Islam Bersatu (JITU) melakukan liputan langsung ke Suriah selama dua pekan. Hasilnya, ditemukan dokumen resmi hubungan mesra antara Suriah dan Zionis. Dokumen tersebut menunjukkan kerjasama antara pasukan Bashar Assad dengan Israel.

“Dokumen ini didapatkan langsung tim JITU dari markas militer Suriah di mana pasukan Bashar diinstruksikan untuk menjaga dataran tinggi Golan di Israel,” kata Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi dalam bedah buku ‘Zionis dan Syiah Bersatu Hantam Islam’ di Solo, pekan lalu.

Sekjen JITU ini juga mengungkapkan selama tim jurnalis Islam bertemu dengan para mujahidin dan ulama Suriah, mereka membenarkan adanya kerjasama antara kedua belah pihak untuk menghabisi umat Islam di Suriah.

dokumen israel suriah2 Inilah Dokumen Resmi Kerjasama Antara Pemerintah Suriah dengan Israel“Sebab jika Suriah sampai dikuasai Mujahidin, maka kiamat bagi Israel. Sangat logis karena Israel kian dikepung oleh kekuatan umat Islam,” terangnya dalam bedah buku yang dihadiri sampai 2000 jama’ah itu.

Pizaro kemudian menunjukkan bukti lain terkait kerjasama antara petinggi Syiah dengan Israel sejak zaman Hafez Assad berkuasa. Bukti tersebut adalah pengakuan Khalil Musthafa dalam bukunya Suquthul Jaulan (Jatuhnya Golan ke Tangan Israel). Khalil Musthafa adalah Intelijen Suriah di Qunaithirah dalam perang Arab Israel.

“Khalil Musthafa kemudian membelot dan menulis kelicikan Hafid Asad yang menjual Golan kepada Israel dalam buku ini,” sambung Pizaro.

Maka, Pizaro menyerukan kepada umat Islam jangan mudah termakan propaganda palsu dari kalangan Syiah. Sering kali Syiah mengklaim sebagai pihak terdepan dalam melawan Israel. “Padahal mereka justru kerjasama secara diam-diam sebagaimana terjadi di Irak,” tukasnya.

Pizaro juga menyayangkan lontaran dari kalangan tertentu yang dengan mudahnya menuding Mujahidin Suriah dibiayai Israel dan Amerika untuk jatuhkan Assad. “Saya sudah lihat pemaparannya, ternyata analisanya lemah sekali. Hanya berdasarkan postingan foto di internet,” tegasnya. [ub]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.130 kali, 1 untuk hari ini)