Shalat jenazah anakanak korban zionis Israel./indonesiarayanews.com

Mahalnya senjata Zionis Israel dan kejamnya dalam membunuhi Muslimin Palestina, ibu-ibu dan anak-anak adalah bukti kejamnya Zionis Israel atas dukungan penuh Amerika laknatullah ‘alaihim.

Selama September 2000 sampai Desember 2009, angkatan perang Zionis membunuh 2,969 orang Palestina yang tidak terlibat dalam kondisi perang apa pun – termasuk nelayan, ibu rumah tangga maupun orang sakit.

Termasuk pula 735 anak-anak Palestina

Sistem pertahanan anti-roket milik Zionis yang dibiayai Amerika, Iron Dome. Foto: UPI/Googlee.

  • Satu batere saja harganya 100 juta dolar AS. Sejak diuji-cobakan tahun lalu, Iron Dome sudah menghabiskan lima batere. Zionis Israel sedang merencanakan membuat lagi 13 batere, yang masing-masing harganya adalah US$100 juta.
  •  Setiap rudal yang ditembakkan Iron Dome menghabiskan dana US$50 ribu – 100 ribu, dan bertugas ‘menangkis’ roket yang bisa dibuat oleh para Mujahidin Palestina dengan harga belasan dolar saja. Dan qadarullah ternyata kini Iron Dome itu gagal pula, dan harus diganti beterenya.

Untuk mengetahui betapa mahalnya Iron Dome (Kubah Besi) milik Israel dukungan Amerika yang qadarullah kewalahan menghadapi roket pejuang Palestina itu, dan kejamnya mereka dalam membunuhi Muslimin Palestina, ibu-ibu dan anak-anak tak berdosa, inilah beritanya.

***

Cara Washington Membunuh Anak-anak Palestina: 25 Triliun Rupiah Bagi Mesin Perang Zionis

22 April 2011, 14:21.

JAKARTA, Jumat (Sahabatalaqsha.com): Ketika pasukan perang Zionis sibuk menggempur Gaza dari darat dan udara awal bulan ini dan membunuh 20 orang Palestina, sejumlah tokoh di Tel Aviv menunjukkan kegembiraannya karena Iron Dome, sistem penangkal roket mereka yang baru, bekerja sesuai rencana.

Kabarnya, Iron Dome berhasil menangkis beberapa roket “kiriman” para Mujahidin di Gaza, dengan menembakkan rudal-rudal mereka sehingga berbenturan dan meledak di udara.

Iron Dome sendiri merupakan teknologi pertahanan dan perang yang mulai dikerjakan 2007, sesudah Zionis kewalahan menghadapi hujan roket dari Hizbullah di Lebanon Selatan pada 2006 akhir.

Sebanyak US$210 juta dihabiskan Zionis untuk menyelesaikan Iron Dome, dan eskalasi pertempuran dengan para Mujahidin Gaza 6 – 10 April kemarin menjadi kesempatan bagi Zionis untuk menguji-coba sistem ini.

Sebagian pihak yang tak menyetujui proyek Iron Dome ini mengritik mahalnya biaya sistem Iron Dome.

Mesin Ratusan Juta Dolar

Setiap rudal yang ditembakkan Iron Dome menghabiskan dana US$50 ribu – 100 ribu, dan bertugas ‘menangkis’ roket yang bisa dibuat oleh para Mujahidin dengan harga belasan dolar saja.

Namun, Washington sudah merestui proyek ini dan menyiapkan rancangan undang-undang yang akan memberi penjajah Zionis US$205 juta untuk melanjutkan Iron Dome.

Tetapi, US$205 juta dolar itu hanya sebagian kecil dari rencana Amerika Serikat mendukung mesin perang Zionis ‘Israel.’

Rp 25,8 Triliun

Pekan lalu, Kongres Amerika Serikat menyetujui anggaran belanja 2011 yang di dalamnya termasuk bantuan belanja militer (military aid) bagi Zionis sebanyak US$3 miliar.

US$3 miliar = Rp 25,8 triliun!

Seorang analis masalah-masalah keamanan Timur Tengah, Josh Ruebner, menyatakan dalam artikelnya New Database Reveals Weapons to Israel, Impact on Palestinians, dana sebesar itu DI LUAR US$415 juta yang disediakan Pentagon untuk proyek-proyek kerjasama missile defense AS – ‘Israel.’

Dana miliaran dolar itu adalah ‘cicilan’ ke tiga dari kesepakatan yang berlaku selama 10 tahun (2009 – 2018) bagi Amerika untuk memberi ‘Israel’ military aid senilai US$30 miliar!

“Sudah umum diketahui, ‘Israel’ adalah penerima bantuan dana militer terbesar dari Amerika Serikat, dan persenjataan yang diberikan Amerika Serikat kepada ‘Israel’ menjadi negara itu sepenuhnya terlibat dalam berbagai pelanggaran hak asasi yang dilakukan ‘Israel’ kepada bangsa Palestina,” demikian Ruebner, yang juga aktivis The US Campaign to End Israeli Occupation – Kampanye AS untuk Mengakhiri Penjajahan ‘Israel.’

Selama ini, berapa banyak dari mesin perang ‘Israel’ yang sebenarnya merupakan persenjataan Amerika Serikat, belum diketahui banyak orang.

Namun belum lama ini, bersamaan dengan Hari Pajak Nasional Amerika, The US Campaign to End the Israeli Occupation meluncurkan sebuah situs yang akan membahas dengan detail berbagai persenjataan yang dibeli dengan uang pajak rakyat Amerika lalu diberikan kepada Zionis untuk membunuh rakyat Palestina selama 2000 – 2009.

Situs itu bernama: How Many Weapons to Israel.

Para aktivis yang meriset data untuk situs itu menemukan bukti, dalam waktu kurang dari 10 tahun dan melalui tiga program transfer persenjataan utama, Amerika Serikat memberi ‘Israel’ lebih dari 670 JUTA senjata dan berbagai peralatan pendukungnya, senilai hampir US$19 miliar!

Dengan kata lain, dalam waktu kurang dari satu dasawarsa, Washington membanjiri penjajah Zionis dengan persenjataan canggih yang kemudian dipakai untuk melanjutkan penjajahannya atas Masjidil Aqsha dan Palestina, dan membunuhi baik para Mujahidin maupun orang-orang biasa dan anak-anak yang tak berdaya.

Sepuluh Kali Mati

Salah satu contoh: dalam tiga tahun terakhir ini, Washington menghadiahkan kepada Tel Aviv 47 JUTA buah senjata yang akan dapat membunuh SETIAP orang Palestina sebanyak 10 KALI!

Kalau setiap orang Palestina yang mati karena ditembak dengan senapan seorang serdadu Zionis, bisa hidup lagi, lalu dibunuh lagi, lalu hidup dan dibunuh lagi sampai 10 kali, maka barulah persenjataan dari Amerika Serikat itu habis dipakai untuk membunuh semua orang Palestina, dari bayi hingga nenek sepuh.

Kalaulah memang benar Zionis menggunakan persenjataan yang diperolehnya dari Amerika Serikat itu sekedar untuk “membela diri dari serangan teroris” seperti yang selama ini mereka katakan, maka barangkali orang hanya akan keberatan masalah mahalnya proyek bantuan militer Washington untuk Tel Aviv.

Namun nyatanya, menurut B’Tselem, sebuah organisasi hak asasi di Palestina yang dijajah, selama September 2000 sampai Desember 2009, angkatan perang Zionis membunuh 2,969 orang Palestina yang tidak terlibat dalam kondisi perang apa pun – termasuk nelayan, ibu rumah tangga maupun orang sakit.

Termasuk pula 735 anak-anak Palestina yang bermata besar dan berambut keriting, yang mungkin sedang main atau sedang tidur ketika tiba-tiba saja pesawat-pesawat tempur Zionis terbang di atas atap rumah mereka dan mencurahkan bom fosfor putihnya.

Begitulah cara Washington membantu Tel Aviv meneruskan penjajahannya atas Masjidil Aqsha, dan membunuh anak-anak dan bangsa Palestina.* (OH/Sahabat Al-Aqsha)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 5.380 kali, 1 untuk hari ini)