• Pelacuran dengan nama nikah mut’ah itu meneruskan ajaran nabi palsu Majusi bernama Mazdak

 

Tentang nikah mut’ah (kawin kontrak yang telah dilarang oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits shahih riwayat Muslim) oleh aliran sesat syiah ada fatwa yg lebih “berani” dan “gila” yaitu fatwa Shk. Mohsin Al Asfor dalam twitternya, dia  bilang:

يجوز للمتزوجة ان تتمتع من غير أذن زوجها ، وفي حال كان بأذن زوجها فأن نسبة الأجر أقل ،

شرط وجوب النية انه خالصاً لوجه الله

( ٤٣٢/١٢ فتاوى )

Bagi perempuan yang bersuami boleh bermut’ah (kawin kontrak dengan lelaki lain) tanpa izin suaminya, dan jika izin dari suaminya, persentase ganjaran lebih sedikit, dengan syarat wajibnya niat bahwasanya ikhlas untuk wajah Allah. Fatawa (12/ 432)

 

Itulah fatwa dari Sh Mohsin Al Asfor

Seorang Ulama (syiah) dan peneliti Islam, kepala penelitian ilmiah di Bahrain dan seorang profesor di kompleks seminari (hauzah) dan anggota asosiasi dari kelompok Ahl al-Bayt,

Bahrain

https://twitter.com/ShMohsnAlAsfor/status/338237275194400768

fatwa

Sh Mohsin Al Asfor

@ShMohsnAlAsfor

عالم وباحث اسلامي ورئيس البحوث العلمية بالبحرين واستاذ في مجمع الحوزة العلمية وعضو مشارك في مجموعة أهل البيت عليهم السلام

البحرين · al-asfoor.org

***

Aneka kesesatan syiah dari kitab induk mereka dapat diakses pula di antaranya dikhabarkan oleh seorang di Timur Tengah ke sebuah mailing list sebagai berikut:

salam,

 Mungkin bagi yg ingin dapat kitab Al Kafi dan syarh-nya bisa donlot di link berikut.

Ini bukan utk propaganda syi’ah, tapi utk menjelaskan kebejatan syi’ah dari buku utama mereka kepada penganut syi’ah pemula

 Juz 1 – 8

http://lfile.ir/hadith-library/13.pdf

http://lfile.ir/hadith-library/14.pdf

http://lfile.ir/hadith-library/15.pdf

http://lfile.ir/hadith-library/16.pdf

http://lfile.ir/hadith-library/17.pdf

http://lfile.ir/hadith-library/18.pdf

http://lfile.ir/hadith-library/19.pdf

http://lfile.ir/hadith-library/20.pdf

 Juz 1 – 12

http://lfile.ir/hadith-library/65.pdf

http://lfile.ir/hadith-library/66.pdf

http://lfile.ir/hadith-library/67.pdf

http://lfile.ir/hadith-library/68.pdf

http://lfile.ir/hadith-library/69.pdf

http://lfile.ir/hadith-library/70.pdf

http://lfile.ir/hadith-library/71.pdf

http://lfile.ir/hadith-library/72.pdf

http://lfile.ir/hadith-library/73.pdf

http://lfile.ir/hadith-library/74.pdf

http://lfile.ir/hadith-library/75.pdf

http://lfile.ir/hadith-library/76.pdf

 (hnf/insistnetyahoogroups)

***

Pelacuran dengan nama nikah mut’ah itu meneruskan ajaran nabi palsu Majusi Mazdak

Agama syiah, dalam hal nikah mut’ah pada dasarnya adalah meneruskan kebejatan ajaran nabi palsu Majusi bernama Mazdak yang menghalalkan wanita dan harta sebagai milik bersama, ibarat rumput dan air ; siapa saja boleh mengambil, dan siapa saja boleh memakai. (lihat buku Hartono Ahmad Jaiz, Nabi-nabi Palsu dan Para Penyesat Umat, Pustaka Al-Kautsar, Jakata).

Dari sini dapat difahami, agama syiah pada hakekatnya adalah keyakinan Majusi berbaju Islam.

Dan dari situlah dapat dibantah perkataan dedengkot syiah yang berkilah bahwa syiah tidak sesat karena boleh berhaji dan masuk Masjid Haram Makkah.

Bantahannya adalah : bolehnya orang syiah masuk Masjidil Haram bukan karena tidak sesat, tetapi hanya karena syiah itu covernya adalah Islam. Sebagaimana dedengkot munafiq  Abdullah bin Ubay bin Salul zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam boleh masuk ke Masjid Haram (Nabawi) di Madinah bahkan shalat di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena covernya adalah Islam, walau isinya adalah kafir.

Itu bukan karena orang munafiq itu tidak sesat, bahkan sesat lagi kafir, namun covernya adalah Islam. Demikian pula syiah, sesat lagi kafir karena isinya adalah keyakinan Majusi namun covernya adalah Islam.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 16.606 kali, 1 untuk hari ini)