Ilustrasi: Tribun

HNW

Mungkin tidak dapat dimengerti oleh kalangan umat Islam, bahwa Hidayat Nurwahid (HNW), ketika berlangsung acara “Indonesia Lawyer Club” yang diselenggarakan TV One, Rabu malam, di mana saat itu, pemandu acara Karni Ilyas, menanyakan kepada “Ustadz” (HNW), apakah akan menegakkan syariah Islam di Jakarta, bila terpilih menjadi Gubernur DKI?

HNW yang doktor di bidang aqidah dari Madinah itu, menjawab dengan sangat tegas, bahwa ia tidak akan menegakkan syariah Islam di Jakarta. HNW juga menegaskan tidak akan melarang miras (minuman keras), serta membuat peraturan yang akan melarang miras. Menurut HNW tidak boleh ada peraturan daerah yang bertentangan dengan undang-undang yang lebih tinggi, yaitu UUD’45 dan Pancasila.

Mantan Presiden PKS dan Ketua MPR itu, memberikan gambaran para kader PKS yang menjadi pejabat, tidak ada yang melaksanakan syariah Islam dalam mengelola pemerintahannya. HNW mencontohkan seperti di Depok, di mana Walikota Depok, Dr.Nurmahmudi Ismail, tetapi ia tidak menerapkan dan menegakkan syariah Islam di wilayah itu.

(Voice of Al Islam on South East Asia, Jum’at, 30 Mar 2012, Kok Hidayat Nurwahid Menolak Syariah Islam & Tidak Melarang Miras?

30 March 2012 | Filed under: Dunia Islam,Featured,Headline,Indonesia,Tokoh | Posted by: nahimunkar.com https://www.nahimunkar.org/11863/kok-hidayat-nurwahid-menolak-syariah-islam-tidak-melarang-miras/ )

***

Mungkin HNW lupa bahwa miras itu larangan agama (Islam). Sedangkan hal-hal yang dilarang agama itu mestinya juga dilarang di negeri yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa ini. Atau memang tidak sayang-sayang pada Islamnya hanya karena ingin meraih jabatan yang bikin ngiler bagi orang-orang yang ambisi di negeri ini, wallahu a’lam.

***

FB

Persulit Izin Madrasah, Gubernur DKI Fauzi Bowo Diprotes Menteri Agama

18 April 2012  Posted by: nahimunkar.com

  • Gubernur yang pernah sekolah di SD Katolik Bellarminus dan Kolese Kanisius Jakarta ini dianggap mempersulit perizinan madrasah.
  •  Kebijakan gubernur tersebut membuat nasib Madrasah Aliyah Al-Falah tak menentu.

JAKARTA – Jalan Fauzi Bowo untuk menjadi Gubernur DKI kedua kali tidaklah mulus. Cagub incumbent yang biasa disapa Foke ini makin akrab dengan  berita tak sedap. Usai membuat heboh dengan foto pose “Foke Fuck” bersama artis perempuan di Jakarta Pusat, Ahad (15/4/2012), ia dipersoalkan Menteri Agama. Gubernur yang pernah sekolah di SD Katolik Bellarminus dan Kolese Kanisius Jakarta ini dianggap mempersulit perizinan madrasah.

Setahun sudah nasib bangunan Madrasah Aliyah (MA) Al-Falah, Kebon Jeruk, Jakarta Barat itu tersendat. Gedung sekolah yang berada di tengah pemukiman tersebut sesungguhnya telah memenuhi berbagai persyaratan, namun hingga kini tak kunjung tuntas. Beberapa ruang belajarnya terbengkalai. Bahkan, terkesan tak aman untuk kegiatan belajar mengajar.

…Gubernur yang pernah sekolah di SD Katolik Bellarminus dan Kolese Kanisius Jakarta ini dianggap mempersulit perizinan madrasah…

Kondisi itu membuat Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali merasa perlu segera turun tangan. “Saya akan segera mengirimkan nota keberatan ke Pemerintah Jakarta. Kebijakan gubernur tersebut membuat nasib MA Al-Falah tak menentu,” ujar Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali saat meninjau pelaksanaan ujian nasional (Unas) di MA Al-Falah, Jakarta, Selasa (17/4).

Rabu, 18 Apr 2012 (voa-islam.com)

***

Ajaran dari kaum walan tardha sebagaimana ditegaskan dalam QS 2: 120 rupanya tidak dilupakan oleh FB ini. Hingga mumpung memegang jabatan maka dia laksanakan dendam dari pihak kufur ahli kitab itu kepada Ummat Islam.

***

JKW

Astaghfirullah… Jokowi nyinggung baju koko dan peci!

20 April 2012  Posted by: nahimunkar.com

  • Dalam kunjungannya ke salah satu media, Jokowi bakal calon gubernur DKI Jakarta menyebutkan penggunaan baju koko dan peci merupakan pencitraan gaya lama, basi dan membosankan. “Ya bosenlah, semua yang maju ke Pilkada selalu pakai baju koko dan kopiah biar keliatan religius,” kata Jokowi saat itu.
  • Pernyataan Jokowi bukan hanya menolak baju koko dan kopiah yang menjadi ciri masyarakat Betawi, tetapi menolak identitas Muslim, di mana kebiasaan seorang Muslim, pasti menggunakan baju koko dan  kopiah.
  • Ocehan Jokowi itu lebih terasa bagi Ummat Islam ketika ternyata Jokowi berpasangan dengan Ahok yang beragama Katolik, dan berasal dari Bangka, yang gagal mencalonkan gubernur di Bangka.
  • Yang hanya pernah sekolah katolik saja kalau jadi gubernur seperti Fauzi Bowo sudah menghalangi Islam dengan cara mempersulit izin pembangunan madrasah. Apalagi pasangan katolik betulan dan baru bakal calon gubernur saja sudah berani nyinggung baju koko dan peci, pakaian yang identik dengan identitas Muslim.

https://www.nahimunkar.org/14996/astaghfirullah-jokowi-nyinggung-baju-koko-dan-peci/

***

Kalau toh kemusyrikan kejawen belum dia kampanyekan di sini sebagaimana telah dia lakukan untuk apa yang disebut upacara bagi mobil Esemka, toh sudah melontarkan kata-kata yang menyangkut ciri khas Ummat Islam setempat. Rupanya entah sengaja atau tidak, dia sudah menyinggung perasaan Ummat Islam setempat.

***

Mereka Wala’ (setia) terhadap Katolik

Hendardji Soepandji, cawagub yang berpasangan dengan Riza Ahmad Patria dari jalur independen, ikut menyuarakan hal yang sama kepada ratusan umat Katolik yang hadir dalam dialog tersebut.

“Saya sangat mengharapkan dukungannya, karena seluruh bangsa Indonesia adalah saudara kandung saya sendiri,” tegas adik kandung mantan Jaksa Agung Hendarman Soepandji.

Nono Sampono, cawagub yang berpasangan dengan Alex Noerdin dari Partai Golkar, menganggap keaktifan dan kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk umat Katolik, membuktikan dirinya butuh dukungan.

Ia mengatakan, sejak 22 tahun lalu sampai saat ini, masih menjadi Ketua Alumni SMA Xaverius di Ambon.

“Latar belakang saya bisa dilihat bagaimana saya berinteraksi dengan teman-teman. Bagi saya, satu suara berarti, apalagi umat Katolik banyak,” kata Nono.

Sementara, cawagub yang berpasangan dengan Faisal Basri dari jalur independen, Biem Benyamin menuturkan, perbedaan adalah suatu keindahan.

Ia pun tak sungkan mengharapkan dukungan suara sekaligus doa dari umat Katolik Jakarta, pada Pilgub 11 Juli mendatang.

Saya tidak hanya mengharapkan dukungan umat Katolik, tapi juga doanya,” cetus Biem.

(Hidayat dan Semua Kandidat Minta Dukungan Umat Katolik Oleh Abdul Qodir | TRIBUNnews.com – Min, 20 Mei 2012)

***

Sampai minta doa kepada orang Katolik

Kalau sampai minta doa kepada orang Katolik sepert itu jelas sudah bertentangan dengan ayat-ayat Al-Qur’an, di antaranya:

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ [الكافرون : 6]

“Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.” (QS Al-Kafirun: 6).

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ 

Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dan daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara Kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja.. (QS Al-Mumtahanah/60: 4)

] يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ[

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi teman setia(mu); mereka satu sama lain saling melindungi. Barang siapa diantara kamu mengambil mereka sebagai teman setia, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zhalim.” (Al-Maaidah: 51)

Dan ketika mereka melindungi kesesatan, membiarkan beredarnya miras dan kemaksiatan lainnya, maka dikhawatirkan terkena ayat ini:

الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ  [التوبة/67]

Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya (berlaku kikir)]. mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik. (QS At-Taubah/ 9: 67)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.212 kali, 1 untuk hari ini)