Joko Widodo dan Jusuf Kalla (JK) membacakan sumpah jabatan sebagai presiden dan wakil presiden RI untuk periode 2014-2019 di Gedung MPR RI, Jakarta, Senin (20/10/2014).

“Bismillahirrahmanirohim. Demi Allah saya akan memenuhi kewajiban sebagai Presiden Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Memegang teguh UUD 1945, menjalankan segala Undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada bangsa dan negara,” demikian sumpah Jokowi yang dibacakan di gedung MPR RI, Jakarta, Senin (20/10/2014).

Usai Jokowi membacakan sumpah jabatan, giliran Jusuf Kalla yang kemudian membacakan sumpahnya sebagai wakil presiden 2014-2019.

“Bismillahirrahmanirohim. Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban sebagai wakil presiden Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh UUD 1945 dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada nusa dan bangsa,” ujar Kalla membacakan sumpahnya.

Acara kemudian dilanjutkan penyerahan berita acara oleh pimpinan MPR kepada prsiden RI dan wakil presiden RI 2014-2019. Jokowi dan SBY kemudian saling pelukan, berciuman, dan bertukar tempat duduk. Boediono dan Jusuf Kalla juga saling bertukar tempat duduk.

Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, mempersilakan anggota MPR RI dan segenap tamu undangan memberikan tepuk tangan yang meriah.

Makna Sumpah Presiden Bagi Jokowi

Jokowi menganggap sumpah jabatan yang ia ucapkan tersebut mengandung makna tanggung jawab dan amanah dari rakyat yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.
“Itu sebuah beban berat yang harus kita terima dan itu merupakan tanggung jawab besar untuk selesaikan persoalan di negara kita,” ujar Jokowi di kediaman dinas Gubernur DKI, Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2014).
Di bawah Al-Quran, secara bergiliran dan tenang kalimat-kalimat dalam sumpah tersebut diucapkan keduanya.
http://anekainfounik.net/ OKTOBER 20, 2014 ⋅

Sumpah presiden ini menandai peresmian Jokowi sebagai Presiden ke-7 Indonesia setelah Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarno Putri dan Susilo Bambang Yudhoyono./ http://jaringnews.com/

Doa Nabi, Laknat Allah atas pemimpin yang menyulitkan Umat Islam

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ (أحمد ، ومسلم عن عائشة)

“Ya Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia mempersulit urusan mereka, maka persulitlah dia. Dan siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia.” (HR Ahmad dan Muslim dari Aisyah).

{ وَمَنْ وَلِيَ مِنْهُمْ شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَعَلَيْهِ بَهْلَةُ اللَّهِ فَقَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا بَهْلَةُ اللَّهِ قَالَ : لَعْنَةُ اللَّهِ } رَوَاهُ أَبُو عَوَانَة فِي صَحِيحِهِ

“Dan barangsiapa memimpin mereka dalam suatu urusan lalu menyulitkan mereka maka semoga bahlatullah atasnya.” Maka para sahabat bertanya, ya RasulAllah, apa bahlatullah itu? Beliau menjawab “La’nat Allah.” (HR Abu ‘Awanah dalam shahihnya. Terdapat di Subulus Salam syarh hadits nomor 1401).

Amin ya Rabbal ‘alamin.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.762 kali, 1 untuk hari ini)