Masih ingatkah anda, seorang Hafidz cilik berumur 5 tahun bernama Musa yang telah hafal Al- Qur’an 30 juz, tahukah anda kegiatan hariannya? Simak berikut ini.

Berikut adalah jadwal kegiatan Musa (hafiz cilik Indonesia) dalam usaha menghafalkan Al-Qur’an.

  1. Jam 02.30 pagi sudah bangun kemudian wudhu dan langsung muroja’ah di depan Abinya sampai jam 04.00 pagi.
  2. Kemudian menambah hafalan barunya dan menyetorkannya sampai Adzan Subuh berkumandang. Kemudian distop untuk sholat.

> Selesai sholat langsung tambah hafalan dan stok sampai jam 07.30 pagi, kemudian istirahat (sarapan, minum dan main) sampai jam 8.30.

  1. Kemudian muroja’ah sampai jam 10.00 atau 10.30 memperhatikan maju mundurnya waktu sholat.
  2. Jam 10.00 atau 10.30 wajib tidur sampai Adzan Dzuhur berkumandang, kemudian ke masjid.
  3. Setelah sholat, tambah hafalan baru dan stok sampai jam 13.30 siang, kemudian istirahat dan makan siang sampai jam 14.00 siang. Kemudian muroja’ah sampai Ashar.
  4. Setelah Ashar, tambah hafalan baru dan muroja’ah sampai jam 17.00 sore.
  5. Kemudian main sebentar dan umumnya menyiapkan untuk pergi ke mesjid sholat Maghrib
  6. Setelah Maghrib muroja’ah sampai Isya’ dan makan malamnya setelah sholat Isya’, terkadang muroja’ah sampai mendekati waktu Isya dan langsung makan malam, (baru sholat Isya’ -red).
  7. Setelah sholat Isya’ harus tidur.
  8. Tiap 4 atau 5 hari dia libur. Pada hari libur tersebut, Musa full bermain.

Dan yang tak kalah penting untuk diketahui, -masih menurut Abu Musa-, bahwa di belakang Musa ada seorang Ummi Musa yang kuat, yang hampir tidak pernah tidur siang, sampai malam. Sangat luar biasa mengatur pekerjaannya dan mengajar anaknya. Kalau sekedar sakit gigi, tidak akan berhenti dengan kegiatannya, demam tinggilah yang akhirnya mengharuskan istirahat total.

Via Assalamualaikum Indonesia

(nahimunkar.com)