Setahun Jokowi berkuasa, dia sukses membuat rakyat semakin menderita, dan pedih kehidupan mereka. Rakyat bertambah mlarat, dan tanpa masa depan. Asset negara jatuh  ke tangan Asing dan A Seng,  sementara rakyat jelata tak terlindungi lagi.

Orang-orang miskin terus bertambah dengan drastis,…. Ini benar-benar bencana “disaster” (sangat merusak karena kurang perencanan, red NM) bagi masa depan Indonesia.

Jokowi sangat sukses menaikan jumlah orang miskin alias mlarat secara signifikan. Lebih dari 30 juta rakyat miskin bertambah di era pemerintahan Jokowi. Indikator dari berbagai lembaga riset, menunjukan jumlah pengangguran meningkat secara signifikan. Apalagi, didesa-desa terjadi tingkat kemiskinan yang sangat luar biasa.

Jokowi sukses “menjual” negeri Indonesia kepada cukong-cukong Cina.

Indonesia sudah menjadi ‘milik’ cukong Cina.

Bahkan, Cina yang melakukan investasi di Indonesia, bukan saja melakukan investasi, tapi juga membawa ribuan buruh dari Cina, di tengah meningkatnya pengangguran.

BUMN Indonesia juga sudah “dilego” kepada Cina, termasuk Bank Mandiri, Bank BNI, dan Bank BRI.

Jokowi juga sukses menjual Freeport kepada Amerika, sebagai ‘sesaji’ secara diam-diam. Freeport yang akan habis tahun 2021, diperpanjang sampai tahun 2041. Ini benar-benar luar biasa. Di mana asset negara yang penting diserahkan kepada Amerika, seumur hidup!

Ilustrasi munduk-munduk di hadapan orang asing/ foto lingkarannews

Silakan simak.

***

Inilah Kisah Sukses ‘Sucses Story’ Setahun Jokowi Berkuasa

JAKARTA (voa-islam.com) – Berbagai kritik rakyat membuncah terhadap setahun pemerintahan Jokowi. Namun, inilah kisah “sukses” yang selalu diimpikan, dan harus dicamkan oleh rakyat tentang : “The Sucses Story”,  setahun pemerintahan Jokowi.

Pertama,  diawal pemerintahannya Jokowi sukses mencekik leher rakyatnya dengan menaikan harga BBM. Dampak sangat luar biasa. Sangat sistemik. Sampai sekarang. Rakyat tak dapat lagi bangkit. Terhimpit akibat kenaikan harga BBM. Meskipun, harga minyak dunia, sekarang hanya $ 42 dolar/parbarel, tapi tetap Jokowi tak menurunkan harga BBM. Jokowi hanya membuat pemanis, menurunkan harga solar Rp 200 saja.

Kedua, Jokowi sangat sukses menaikan jumlah orang miskin alias mlarat secara signifikan. Lebih dari 30 juta rakyat miskin bertambah di era pemerintahan Jokowi. Indikator dari berbagai lembaga riset, menunjukan jumlah pengangguran meningkat secara signifikan. Apalagi, didesa-desa terjadi tingkat kemiskinan yang sangat luar biasa. Ditambah dengan musim kemarau yang panjang dan banyaknya panen yang gagal.

Ketiga, Jokowi sukses menaikan harga-harga kebutuhan pokok, yang membuat rakyat menjerit. Harga “sembako” naik dengan drastis, yang sulit dijangkau bagi rakyat miskin. Apalagi, akibat daya beli rakyat sudah tidak ada lagi. Mereka tidak memiliki kemampuan membeli kebutuhan pokok yang sangat penting bagi kehidupan mereka sehari.

Keempat, Jokowi sukses menciptakan pengangguran yang semakin menggelembung, mengikuti deret ukur. Pabrik-pabrik gulung tikar, akibat pertumbuhan ekonomi negatif, hanya 4,6 persen. Ditambah kurs rupiah yang terus melorot dan tidak stabil. Indonesia juga bergantung kepada ekonomi Cina, yang sekarang ini, mengalami pelambatan pertumbuhan yang pertama sejak 2009, dan ekonomi Cina hanya tumbuh 6 persen.

Kelima, Jokowi sukses “menjual” negeri Indonesia kepada cukong-cukong Cina. Indonesia sudah menjadi ‘milik’ cukong Cina. Bahkan, Cina yang melakukan investasi di Indonesia, bukan saja melakukan investasi, tapi juga membawa ribuan buruh dari Cina, di tengah meningkatnya pengangguran. BUMN Indonesia juga sudah “dilego” kepada Cina, termasuk Bank Mandiri, Bank BNI, dan Bank BRI.

Keenam, Jokowi sukses menaikan dolar atas rupiah. Janji Jokowi waktu kampanye, kalau terpilih menjadi presiden rupiah langsung menjadi Rp 10.000/1USD. Ternyata rupiah menjadi Rp 14.800/1USD. Meskipun, sekarang berada di angka Rp 13.500/1USD.

Ketujuh, Jokowi juga sukses menjual Freeport kepada Amerika, sebagai ‘sesaji’ secara diam-diam. Freeport yang akan habis tahun 2021, diperpanjang sampai tahun 2041. Ini benar-benar luar biasa. Di mana asset negara yang penting diserahkan kepada Amerika, seumur hidup!

Kedelapan, Jokowi sukses mengobrak-abrik tata hukum dan pemerintahan di Indoenesia. Terjadi sungsang sengkarut atas kehidupan hukum. Termasuk akan mematikan KPK. Ini semua karena Jokowi hanyalah : PETUGAS PARTAI.

Kesembilan, Jokowi sukses menempatkan orang-orang yang “bodoh”, dan tidak memiliki kapabelitas dalam bekerja. Akhirnya Jokowi bongkar pasang kabinetnya. Seperti tak tahu bagaimana mengatur dan memilih orang-orang yang memiliki kemampuan mengelola negara.

Kesepuluh, Jokowi sukses melumpuhkan KMP, melalui unsur-unsur orang-orang dalamnya. Seperti Golkar, PPP, dan PAN menyusul Demokrat. Sehingga, tida ada “check and balance” (perimbangan), semua sekarang hanya kumpulan orang yang bisa mengatakan kuur : “SETUJU!”.

Kesebelas, Jokowi sukses memporak-porandakan olah raga termasuk PSSI. Padahal, jutaan orang menggantungkan hidupnya dari sepakbola. Tapi, dihancurkan oleh Jokowi, sampai sekarang dibiarkan. Bahkan, ada pemain PSSI yang beralih profesis menjadi tukang ojek.

Keduabelas, Jokowi berhasil menciptakan jurang antara kaya dengan miskin. Indek gini sudah mencapai diangka 40. sudah lampu merah. Pertumbuhan orang kaya meningkat dengan drastis. Sementara itu, orang-orang miskin terus bertambah dengan drastis, dan tidak berubah secara signfikan “income” mereka. Ini benar-benar bencana “disaster” (sangat merusak karena kurang perencanaan, red NM) bagi masa depan Indonesia.

Ketiga belas, last but not least, Jokowi dengan  sangat sukses “mengasapi” rakyat Pekanbaru,  Jambi,  Palembang, Palangkaraya,  Samarinda, dan sejumlah  wilayah lainnya. Sampai sekarang tidak ada tindakan tegas, terhadap pelaku pembakaran hutan, dan tidak pernah diumumkan siapa pelakunya. Karena kebanyakan para cukong Cina pemilik perkebunan yang membakar lahan hutan. Sungguh. Ratusan ribu rakyat terkena ISPA.  Miliaran kerugian rakyat. Termasuk jasa penerbangan. Tapi, tidak ada tindakan atas kejahatan mereka.

Setahun Jokowi berkuasa, dia sukses membuat rakyat semakin menderita, dan pedih kehidupan mereka. Rakyat bertambah mlarat, dan tanpa masa depan. Asset negara jatuh  ke tangan Asing dan A Seng,  sementara rakyat jelata tak terlindungi lagi. Wallahu a’lam.

voa-islam.com, Selasa, 7 Muharram 1437 H / 20 Oktober 2015 14:30 wib

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.586 kali, 1 untuk hari ini)