58183_540652155986724_326493117_n

  • Kontes Miss World, Racun Berbalut Madu
  • Miss World Bertentangan dengan Syariat Islam. Islam melarang para perempuan melakuan tabarruj (QS.24:60), yaitu memperlihatkan perhiasan dan kecantikan di hadapan laki-laki yang bukan mahram. Sementara dalam ajang ini perempuan bahkan ditampilkan sedemikian rupa di depan laki-laki dan perempuan.
  • Mendukung ajang Miss World ini sama saja dengan melanggengkan penjualan tubuh perempuan
  • Ajang Arus Penyesatan. Perlu diketahui, pihak penyelenggara saat ini sedang giat melakukan “kampanye penyesatan”. Mereka mengaburkan opini seolah-olah kontes tersebut akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Misal opini bahwa kontestan Miss World disyaratkan melakukan aksi sosial/kemanusiaan, beda dengan kontes Miss Universe

Penyelenggaraan ajang kontes kencatikan dunia yang diberi nama “Miss World” telah berjalan. Bahkan Panitia terus menderaskan promosi dan publikasi lewat berbagai media dan dengan beragam cara. Sekalipun pihak yang menolak terus bermunculan, mereka seakan tidak peduli pada kritikan bahkan tetap menunjukkan ambisinya untuk menggolkan acara tersebut.

Demi mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, penyelenggara sibuk mengangkat sosok Miss Indonesia {yang jelas perwakilannya dari orang Kafir yakni Vania Larissa (17 tahun), Gadis kelahiran Pontianak, Kalimantan Barat} dan kontestan lainnya. Mereka dikenalkan sebagai pribadi yang cerdas, peduli pada pendidikan, aktif dalam berbagai kegiatan sosial, dan atribut lainnya. Tak sekedar mengangkat citra positif kontestan, mereka pun melakukan kunjungan silahturahmi ke berbagai pihak yang memiliki nilai dukung cukup besar, seperti pesantren dan pejabat daerah. Para pejabat pun memaparkan beberapa manfaat yang akan diperoleh Indonesia selepas ajang internasional ini, seperti meningkatnya nilai devisa Negara dari sektor pariwisata dan bisnis ekonomi kreatif, serta diprediksi akan mendongkrak ketenaran Indonesia dalam pergaulan dunia. Benarkah pernyataan tersebut? Atau hanya iming-iming menggiurkan dibalik bahaya yang siap menghadang? layaknya madu berbalut racun?

Mengapa kita harus Tolak Miss world? Ini ada 7 alasannya:

1.  Kapitalisasi Perempuan

  • Apapun namanya, kontes kecantikan itu benang merahnya cuma satu; mencari perempuan tercantik fisiknya untuk dieksploitasi. Itu sudah menjadi ideologi kontes kecantikan sejak dulu. Awalnya Miss World bernama Bikini Contest. Sudah tentu yang dijual adalah kemolekan tubuh perempuan itu. Kontes kecantikan hanyalah stempel bagi legalisasi eksploitasi tubuh perempuan agar tampak elegan.
  • Kontes kecantikan menjadikan perempuan dan tubuhnya sebagai barang dagangan di atas penggung, catwalk, majalah, Koran, dan televisi. Kecantikan dan tubuh perempuan peserta kontes dijadikan alat promosi industri rating media, industri alat komestik, dan industri fashion
  • Jadi kontes ini kita tolak karena kontes didasari pandangan eksploitasi dan moral destruktif dan perendahan martabat perempuan.

2.  Dusta Konsep 3 B

  • Konsep 3B dalam kontes kecantikan yakni Brain (kecerdasan), Beauty (Kecantikan) dan Behaviour (Kepribadian) adalah konsep dusta untuk membungkus kontes semacan ini agar diterima masyarakat
  • Meski Brain & Beuty nya selangit. Kalau fisik Beautynya njeblok atau nge-pas. Tidak ada NILAI nya!
  • Maka mendukung ajang ini sama saja dengan melanggengkan penjualan tubuh perempuan dan pembiaran Dusta 3B

3.  Kampanye Liberalisasi Budaya

  • Posisi Indonesia sebagai negeri Muslim terbesar di dunia, juga tren dewasa ini bahwa Indonesia menjadi “kiblat” dunia Islam. Bukan “Kiblat prestasi” tapi akan jadi “Kiblat Liberalisasi” rendahan.
  • Penerimaan Indonesia atas Miss World akan meneguhkan opini bahwa Islam tidak mempermasalahkan eksistensi perempuan melalui kontes kecantikan. Hal ini akan menjadi model bagi negeri-negeri muslim lain agar lebih toleran dan terbuka terhadap tipuan “kemajuan” kaum perempuan. Jadi, Indonesia akan menjadi kiblat liberalism budaya! Naudzubillah

4.  Motif Eksploitasi Ekonomi terselubung

Populasi 235 juta penduduk negeri ini adalah market menggiurkan bagi penjualan berbagai komoditi. Pemegang hak siar malam final Miss World yang di Indonesia di tangan MNC misalnya, dipastikan akan meraup pundi-pundi rupiah dari para pemasang iklan yang mengerubutinya. Belum lagi penjualan produk-produk para sponsor.

5.  Kedok Pariwisata

  • Manfaat penyelenggaraan Miss World dengan dalih meningkatkan pariwisata dan citra bangsa di dunia internasional adalah alasan picik, konyol & mengada-ada serta menunjukkan ketidakmampuan Negara untuk mengelola Negara dengan kaidah yang bersendikan moralitas bangsa yang mulia dan cerdas
  • Pelecehan terhadap umat Islam Indonesia yang sedang bergiat menegakkan syariat Islam Kaffah.

6.  Ajang Arus Penyesatan

Perlu diketahui, pihak penyelenggara saat ini sedang giat melakukan “kampanye penyesatan”. Mereka mengaburkan opini seolah-olah kontes tersebut akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Misal opini bahwa kontestan Miss World disyaratkan melakukan aksi sosial/kemanusiaan, beda dengan kontes Miss Universe.

7.  Membawa Negara Tunduk pada Korporasi

  • Bila dengan berbagai penolakan yang ada pemerintah tetap ijinkan, berarti menegaskan pemerintah tidak peduli dan gagal menjaga moralitas bangsa.
  • Bila diperlukan tentu pengerahan masa harus dilakukan. Untuk menunjukkan pada umat bahwa pemerintah telah “tunduk” di bawah pengaruh pemilik korporasi, tidak melindungi rakyat dari bahaya liberalism budaya. Juga menjelasakan bagaimana seharusnya umat menolak kontes ini. Khalayak ramai tetap perlu kita selamatkan dari pengaruh negatif penyelenggaranya.

Oleh karena itu, sungguh aneh jika ada muslim yang menerima apalagi mendukung ajang maksiat ini. Islam menempatkan perempuan pada posisi mulia, sebagai kehormatan sebuah keluarga bahkan sebuah bangsa, kalau hanya begini terus maka tidak akan ada perubahan. Makanya umat membutuhkan penerapan syariat Kaffah dalam Negara Khilafah agar terlindungi kehormatan kaum perempuan dan umat terjaga dari liberalisasi global.

Kontes Miss World, Racun Berbalut Madu

Tidak dipungkiri bahwa ajang internasional ini mungkin akan memberikan manfaat bagi Negara yang menjadi tuan rumah. Seperti yang diadakan di Indonesia pada bulan September yang ditayangkan oleh berbagai stasiun TV dan akan disiarkan ke seluruh pelosok dunia terutama Group MNC TV, dimana penontonnya mencapai lebih dari 1 milyar pasang mata. Acara ini sendiri diikuti oleh 132 negara. Stasiun TV yang mengantongi hak siar akan meraup keuntungan yang tidak sedikit, baik dari hasil penjualan hak siar dari stasiun TV lain maupun dari pembayaran tayangan iklan. Berikutnya, Indonesia boleh jadi akan semakin dikenal dan diperbincangkan dan mungkin akan menarik investor serta wisatawan asing. Itulah madu yang ditawarkan.

Miss World Bertentangan dengan Syariat Islam

Penyelenggaraan kontes Miss World jelas bertentangan dengan Islam dari berbagai sisi:
1.  Melanggar batasan aurat. Dalam Islam tubuh perempuan adalah kehormatan yang harus dijaga. Karenanya syariat Islam menjadikan seluruh tubuh perempuan (kecuali muka dan telapak tangan) sebagi aurat dan memerintahkan perempuan muslimah untuk menutupinya dari pandangan laki-laki yang bukan mahram (QS.24:31). Sementara kontes ini sudah pasti akan mengumbar aurat
2.  Islam melarang para perempuan melakuan tabarruj (QS.24:60), yaitu memperlihatkan perhiasan dan kecantikan di hadapan laki-laki yang bukan mahram. Sementara dalam ajang ini perempuan bahkan ditampilkan sedemikian rupa di depan laki-laki dan perempuan.
3.  Hukum Ghaddhul bashor. Alloh SWT menyuruh laki-laki dan perempuan beriman untuk menahan pandangan dari hal-hal yang diharamkan seperti aurat dan pandangan yang disertai syahwat. Firman Alloh SWT dalam QS.(24:30)
4.  Tasyabbuh (Meniru) pada Orang Kafir. Ajang Kontes Miss World jelas-jelas berasal dari budaya orang kafir. Dalam Islam orang yang paling baik bukanlah yang paling cantik parasnya atau paling proposional bentuk tubuhnya, tapi orang yang paling takwa (QS.49:13)

Dari Abdullah bin Amr bin Al Ash RadhiyAllohu Anhu, dia berkata: “Sesungguhnya Rasululloh shallAllohu alaihi wasallam bersabda: ‘Bukan termasuk golongan kami orang yang menyerupai kaum selain kami ”. (HR. At Tirmidzi no. 2695).

Sikap Umat Islam

Ajang kontes Miss World dan yang sejenisnya adalah kemungkaran yang hanya terjadi karena tidak ada penerapan Islam kaaffah dalam bingkai Syariat Islam di tengah umat Islam. Karena tidak ada ketegasan dari Kholifah/Ulil Amri, pemimpin Islam yang sholih dan melindungi umat, akhirnya terjadi pro kontra di antara kaum muslimin tentang boleh-tidak/ perlu- tidaknya penyelenggaraan event maksiat ini.
Sabda Rasululloh Shallallohu’ Alaihi wa Sallam:

(( مَنْ رَأى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ ، فَإنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ ، فَإنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ ، وَذَلِكَ أضْعَفُ الإيمَانِ )) رواه مسلم

“Barang siapa diantara kalian melihat kemunkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lisannya, jika tidak mampu maka dengan hatinya, dan itu selemah-lemahnya iman” (al-Hadist riwayat Muslim).
Kontes Miss World jelas merupakan bentuk kemunkaran karena melanggar Syariat Islam. Maka umat Islam harus Wajib menolaknya walaupun sedang berjalan di Bali. Berikutnya adalah wajib atas Umat Islam amar ma’ruf nahi munkar sehingga pelanggaran tersebut tidak terus terjadi di Bumi milik Alloh Subhanahu wa Ta’ala.

#SayNotoMissWorld
#TolakMissWorld

Al faqir ilalloh Azza wa jalla

Muhammad Faisal, S. Pd, M. MPd Alumnus S1 Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Prodi/Program Studi Pendidikan Luar Sekolah, S2 Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (IMNI), Jakarta – Pasca Sarjana, konsentrasi Manajemen Pendidikan

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.271 kali, 1 untuk hari ini)