Inilah Kontroversi Wiranto soal Fatwa MUI

 

Setelah Wiranto ditusuk orang di Banten Jawa Barat, Kamis (10/10), lalu di media beredar sejumlah pernyataan kontroversi Wiranto, namun jarang yang menampilkan kontroversi dia soal fatwa MUI.

 

Ternyata Menko Polhukam Wiranto pernah menyampaikan pernyataan kontroversi: MUI harus melakukan koordinasi kepada Kepolisian dan Kementrian Agama sebelum mengeluarkan fatwa.

 

Tentu saja pihak MUI menanggapinya.

Silakan simak ini.

***

 

Respons Berani MUI terhadap Pernyataan Kontroversi Menteri Wiranto

 

Wiranto (ilustrasi-m.bolabanget.com)

 

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyampaikan pernyataan kontroversi beberapa waktu lalu. Ia menyebutkan, MUI harus melakukan koordinasi kepada Kepolisian dan Kementrian Agama sebelum mengeluarkan fatwa.

 

Menanggapi pernyataan kontroversi Menteri Wiranto, MUI pun menyampaikan respons sebagai bentuk sehatnya interaksi dalam berdemokrasi. Pasalnya, keberadaan MUI sebagai salah satu organisasai masyarakat (ormas) Islam dijamin oleh undang-undang dan bebas dari intervensi pihak mana pun.

 

Dalam membuat fatwa, MUI tidak gegabah sebagaimana dituduhkan banyak pihak. MUI menerima sekian banyak keluhan masyarakat Muslim dan melihat realita di lapangan. Setelah menerima laporan, komisi Fatwa MUI pun menggelar rapat untuk memutuskan langkah selanjutnya.

 

Sehingga, pernyataan Menteri Wiranto tersebut dinilai sebagai salah satu bentuk kemunduran dalam kehidupan berdemokrasi di Indonesia.

 

“Pernyataan tersebut, menurut saya, sebagai bentuk kemunduran dalam praktek kehidupan berdemokrasi di Indonesia,” ujar Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid Sa’adi sebagaimana diwartakan Republika, Rabu (21/12/16)

 

Zainut juga menjelaskan, MUI senantiasa memasukkan pertimbangan kebhinnekaan, toleransi, dan kerukunan antar umat beragama sebelum memutuskan membuat Fatwa lalu mempublikasinnya kepada masyarakat. [Tarbawia/Om Pir]

 

tarbawia.com Om Pirman 10:57  Nasional

 

***

 

Gejala Buruk Ini Dikhawatirkan Termasuk Pertanda Imarah Sufaha’

 

Gejala buruk ini dikhawatirkan termasuk dalam hadits tentang ruwaibidhah dan lebih celakanya lagi keadaan ini dikhawatirkan termasuk pertanda imarah sufaha’.

حَدِيث أَنَس ” أَنَّ أَمَام الدَّجَّال سُنُونَ خَدَّاعَات يُكَذَّب فِيهَا الصَّادِق وَيُصَدَّق فِيهَا الْكَاذِب وَيُخَوَّن فِيهَا الْأَمِين وَيُؤْتَمَن فِيهَا الْخَائِن وَيَتَكَلَّم فِيهَا الرُّوَيْبِضَة ” الْحَدِيث أَخْرَجَهُ أَحْمَد وَأَبُو يَعْلَى وَالْبَزَّار وَسَنَده جَيِّد , وَمِثْله لِابْنِ مَاجَهْ مِنْ حَدِيث أَبِي هُرَيْرَة وَفِيهِ ” قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَة ؟ قَالَ الرَّجُل التَّافِه يَتَكَلَّم فِي أَمْر الْعَامَّة “( فتح الباري).

Hadits Anas: Sesungguhnya di depan Dajjal ada tahun-tahun banyak tipuan –di mana saat itu– orang jujur didustakan, pembohong dibenarkan, orang yang amanah dianggap khianat, orang yang khianat dianggap amanah, dan di sana berbicaralah Ruwaibidhoh. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, apa itu Ruwaibidhoh? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Orang yang bodoh (tetapi) berbicara mengenai urusan orang banyak/ umum. (Hadits dikeluarkan oleh Imam Ahmad, Abu Ya’la, dan Al-Bazzar, sanadnya jayyid/ bagus. Dan juga riwayat Ibnu Majah dari Abu Hurairah. Lihat Kitab Fathul Bari, juz 13 halaman 84 ).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّهَا سَتَأْتِي عَلَى النَّاسِ سِنُونَ خَدَّاعَةٌ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ السَّفِيهُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ

“Sesungguhnya akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh tipu daya. Para pendusta dipercaya sedangkan orang jujur dianggap berdusta. Penghianat diberi amanah sedangkan orang yang amanat dituduh khianat. Dan pada saat itu, para Ruwaibidhah mulai angkat bicara. Ada yang bertanya, ‘Siapa itu Ruwaibidhah?’ Beliau menjawab, ‘Orang dungu yang berbicara tentang urusan orang banyak (umat).” (HR. Ahmad, Syaikh Ahmad Syakir dalam ta’liqnya terhadap Musnad Ahmad menyatakan isnadnya hasan dan matannya shahih. Syaikh Al-Albani juga menshahihkannya dalam al-Shahihah no. 1887)

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِكَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ أَعَاذَكَ اللَّهُ مِنْ إِمَارَةِ السُّفَهَاءِ قَالَ وَمَا إِمَارَةُ السُّفَهَاءِ قَالَ أُمَرَاءُ يَكُونُونَ بَعْدِي لَا يَقْتَدُونَ بِهَدْيِي وَلَا يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِي فَمَنْ صَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ لَيْسُوا مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُمْ وَلَا يَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُمْ وَسَيَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي

الراوي : جابر بن عبدالله المحدث : الألباني

المصدر : صحيح الترغيب الصفحة أو الرقم: 2242 خلاصة حكم المحدث : صحيح لغيره

/Dorar.net

Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Ka’b bin’ Ujroh, “Semoga Allah melindungimu dari pemerintahan orang-orang yang bodoh”, (Ka’b bin ‘Ujroh Radliyallahu’anhu) bertanya, apa itu kepemerintahan orang bodoh? (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) bersabda: “Yaitu para pemimpin negara sesudahku yang tidak mengikuti petunjukku dan tidak pula berjalan dengan sunnahku, barangsiapa yang membenarkan mereka dengan kebohongan mereka serta menolong mereka atas kedholiman mereka maka dia bukanlah golonganku, dan aku juga bukan termasuk golongannya, mereka tidak akan datang kepadaku di atas telagaku, barang siapa yang tidak membenarkan mereka atas kebohongan mereka, serta tidak menolong mereka atas kedholiman mereka maka mereka adalah golonganku dan aku juga golongan mereka serta mereka akan mendatangiku di atas telagaku. (Musnad Ahmad No.13919, shahih lighairihi menurut Al-Albani dalam Shahih at-Targhib).

Allahul Musta’an. Wa laa haula walaa quwwata illaa billahil ‘aliyyil ‘adhiim.

 

(nahimunkar.org)

***

5 Pernyataan Kontroversial Wiranto

 

 

Menkopolhukam Wiranto diserang dua orang yang diduga teroris di Pandeglang, Banten, Jawa Barat, Kamis (10/10). Wiranto kini tengah mendapatkan perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto.

 

Sebagai Menkopolhukam, dalam beberapa bulan terakhir, Wiranto memang dihadapkan beberapa situasi sulit. Kerusuhan terjadi di beberapa titik di Papua, kericuhan akibat demo mahasiswa dan pelajar, hingga kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan.

 

Wiranto menjadi sosok yang dinilai punya kapasitas dan bertanggung jawab berbicara di hadapan publik terkait hal-hal di atas. Apa pun yang diucapkannya menjadi sorotan publik.

 

Ada beberapa ucapan Wiranto yang mendapat perhatian lebih dari publik. Berikut rangkuman pernyataan Wiranto tersebut:

 

1. Karhutla Tak Separah yang Diberitakan

 

Pernyataan ini disampaikan Wiranto pada 16 September 2019. Ia mengatakan hal ini usai meninjau beberapa wilayah terdampak karhutla di Sumatera dan Kalimantan.

 

“Kemarin ketika saya mengunjungi bersama Presiden, antara realitas yang dikabarkan dengan realitas yang ada itu, sangat berbeda. Dan ternyata kemarin waktu kita di Riau, itu tidak separah yang diberitakan,” ungkap Wiranto di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (18/9).

 

2. Anggap Pengungsi Gempa Ambon Beban Pemerintah

 

Wiranto sempat mengimbau warga Ambon kembali ke rumah masing-masing usai gempa yang terjadi pada Kamis pagi (26/9). Sebab, situasi sudah aman dan pemerintah harus menanggung kehidupan mereka di pengungsian.

 

Pernyataan ini disampaikan Wiranto saat konferensi pers di Kemenkopolhukam pada Senin (30/9).

 

“Diharapkan masyarakat bisa kembali ke tempat tinggal masing-masing untuk mengurangi besaran pengungsi, pengungsi terlalu besar ini sudah menjadi beban pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,” kata Wiranto.

 

Terkait hal ini, Wiranto sudah meminta maaf kepada warga Ambon. Ia menyebut tak bermaksud menyakiti hati para korban gempa 6,8 magnitudo itu.

 

“Saya sampaikan bahwa kalau ada ucapan dan kalimat yang saya sampaikan apabila dirasa mengganggu perasaan masyarakat Maluku dan menyakiti hati, dan sebagainya itu pasti bukan karena saya sengaja untuk menyakiti hati dan menyinggung perasaan masyarakat Maluku. Tapi apabila kalau ada yang tersinggung dan sakit hati secara tulus saya minta dimaafkan,” ujar Wiranto di Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (4/10).

 

3. Sebut Demo Penolakan Revisi UU KPK dan RKUHP Aneh

 

Wiranto mengaku heran masih ada rencana demo menolak regulasi itu. Padahal menurutnya, pemerintah telah berusaha mengomunikasikan masalah ini dengan semua pihak dan mencari jalan keluar.

 

“Kita juga masih hadapi demonstrasi yang tolak UU KPK dan UU KUHP. Ini memang agak aneh karena sudah ada jalur komunikasi, sudah ada jalur penyelesaian,” jelas Wiranto di Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (30/9).

 

“Tapi mengapa masih ada demo yang mengedepankan penolakan masalah itu. Tentu nanti kita bicarakan bersama,” imbuhnya.

 

4. Ungkap Ada Kelompok Islam Radikal di Demo Revisi UU KPK

 

Wiranto mengungkap soal kelompok-kelompok yang turun ke jalan berunjuk rasa menentang revisi UU KPK, RKUHP, dan UU Pemasyarakatan. Mulai dari kelompok mahasiswa, pelajar, suporter sepakbola, hingga kelompok Islam radikal.

 

“Gelombang baru ini akan mengerahkan kelompok Islam radikal, kelompok Islam garis keraslah, istilahnya begitu,” jelas Wiranto dalam jumpa pers tentang situasi terkini di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Kamis (26/9)

 

Wiranto mengungkapkan, gerakan ini bertujuan menguasai gedung DPR dan menggagalkan pelantikan Presiden Jokowi.

 

5. Jangan Pulangkan Eks ISIS karena Dianggap Bibit Penyakit

 

Pada Juli 2019 lalu, Wiranto meminta simpatisan ISIS jangan sampai merugikan masyarakat di Indonesia. Ia juga menyebut eks ISIS jangan jadi bibit penyakit baru di RI dengan sikap antipancasila.

 

“Jangan sampai kita memulangkan bibit-bibit penyakit yang sudah di-brain wash (cuci otak) untuk anti Pancasila dan anti NKRI untuk kembali ke Republik Indonesia yang kita cintai,” ujar Wiranto di kantornya, Jakarta, Jumat (19/7). [kp]

@geloranews

11 Oktober 2019

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.170 kali, 1 untuk hari ini)