• Tamparan Nyata bagi “Menteri Miras” yang mencabut 9 Perda pelarangan Miras: Malam Pesta Miras, Pagi Tabrak Mati 9 Orang.
  • Tidak ada hubungannya, angka 9 orang tewas akibat ditabrak pemabok miras dengan 9 perda pelarangan miras yang dicabut oleh “menteri miras”.

Malamnya pesta miras dan ekstasi, paginya menabrak pejalan kaki 12 orang, hingga yang 9 orang meninggal.

KOMPAS.com/RIANA AFIFAH Mobil Daihatsu Xenia hitam dengan nomor polisi B 2479 XI menabrak dan menewaskan delapan orang pada kecelakaan di Jalan Ridwan Rais, Minggu (22/1/2012) siang.

Foto yang beredar di dunia maya yang menunjukkan wanita yang diduga sebagai Apriani Susati, sopir Xenia Maut, saat tengah pesta miras./ trbn

Inilah kronologi  dan berita tabrak maut oleh wanita mabok miras dan ekstasi.

***

Xenia Hantam Pejalan Kaki

Tur Malam Apriani Si Sopir Xenia Maut: 8 Jam di Klub Malam Stadium

Tribunnews.com – Selasa, 24 Januari 2012 01:22 WIB

JAKARTA – Tragedi penabrakan 12 pejalan kaki di di Jalan MI Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat pada Minggu (22/1/2012) siang yang berujung 9 orang meniggal dunia bukan sekadar musibah. Faktor kelalaian si sopir Xenia maut, Apriani Susanti terjadi karena tersangka menjalani kehidupan malam nan glamour di Jakarta.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Nugroho Aji Wijayanto, dari hasil interogasi Apriani dan ketiga orang yang berada dalam Xenia itu mengatakan, Apriani Cs melakukan serangkaian ‘tur’ malam betabur minuman keras dan narkotika sebelum menjadi perantara maut bagi sembilan orang tak berdosa.

“Hasil tesnya positif dia pakai ekstasi dan minum-minuman keras. Tapi penyebab kecelakaan lebih kuat karena minuman keras ini soalnya dikonsumsi dari jam 2 sampai 10 pagi,” ujar Nugroho.

Berikut kronologi ‘tur malam’ Apriani Cs yang dihimpun tim liputan Tribunnews.com bedasarkan keterangan para tersangka yang diperoleh kepolisian:

Sabtu (21/1/2012)

Pukul 20.00 WIB: Apriani (29), Arisandi (34), Denny M (30), dan Adistina (26) berangkat memenuhi undangan pesta pernikahan seorang teman ke Hotel Borobudur, Jakarta.

Pukul 22.00 WIB: Keempatnya pergi melanjutkan acara di sebuah kafe di Kemang, Jakarta Selatan. Di kelab malam itu, keempatnya mabuk miras.

“Mereka pergi dengan beberapa mobil,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.

Minggu (22/1/2012)

Pukul 02.00 WIB: Acara berlanjut. Keempat orang memutuskan pindah acara ke kelab malam Stadium di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat. Mereka mengendarai mobil Daihatsu Xenia maut. Mobil lainnya diparkir di Kemang.

“Di diskotek itu mereka makan pil ekstasi, ekstasi juga didapat dengan beli patungan di dalam diskotek,” papar Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.

Selain ekstasi, seorang di antara tersangka mengaku mengisap ganja yang didapat dari pemberian seorang teman. Selain mengonsumsi ekstasi, rombongan juga kembali menenggak minuman keras. Mereka terus berada di Stadium sampai pukul 10.00 WIB. Selam delapan jam di Stadium, Nugroho menyebut mereka terus mengonsumsi miras.

Pukul 10.00 WIB: Rombongan bertolak kembali ke Kemang untuk mengambil mobil yang ditinggal.  Pun, pengaruh miras dan narkotika membuat mereka -termasuk Apriani- masih high.

Sekitar Pukul 10.30 WIB: Xenia melintas di Jalan MI Ridwan Rais, Apriani yang menyetir mobil kehilangan kendali akibat tidak konsentrasi. Mobilnya melaju 100 km/jam dan langsung oleng ke kiri menghantam dua belas pejalan kaki. Delapan orang meninggal seketika, satu orang meninggal di rumah sakit dan beberapa lainnya luka berat. (tribunnews/yogi/maulana/theresia/malau). Editor: Hasiolan Eko P Gultom

***

Tabrak maut

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut terjadi di Jalan MI Ridwan Rais, kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, pukul 11.00 WIB, Minggu siang. Sebuah mobil Daihatsu Xenia B 2479 XI menabrak sejumlah pejalan kaki yang sebagian besar baru saja selesai berolahraga di Monumen Nasional (Monas). Mobil Xenia yang dikendarai Afriani Susanti (29), saat itu melaju kencang dan sempat oleng sampai akhirnya menghantam para pejalan kaki di trotoar dan halte. Mobil baru berhenti setelah merangsek masuk ke halaman kantor Kementerian Perdagangan.

Akibat peristiwa ini, delapan orang tewas di tempat, lima orang luka-luka. Korban tewas dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), sementara korban luka-luka dilarikan ke RSPAD. Delapan orang yang tewas yakni Moch Hudzaifah al Ujay (16), Firmansyah (21), Suyatmi (51), Yusuf Sigit (16), Ari (2,5), Nanik Riyanti (25), dan Fifit Alfia Fitriasih (18), dan Wawan (17). Sementara, lima orang luka yakni Siti Mukaromah (30), Mohammad Akbar (22), Keny (8), Indra (11), dan Teguh Hadi Purnomo (30). http://megapolitan.kompas.com

***

Selain Wiski, Sopir Xenia Maut Pakai Ekstasi

Hasil tes laboratorium, Afriyani Susanti tidak hanya memakai sabu-sabu.

SENIN, 23 JANUARI 2012, 11:15 WIB

Ita Lismawati F. Malau, Beno Junianto

VIVAnews – Pengemudi ‘Xenia maut’  Afriyani Susanti (29) tak hanya memakai sabu-sabu, malam sebelum kecelakaan maut di Tugu Tani, Jakarta. Dari hasil uji laboratorium, dia juga dinyatakan positif memakai ekstasi dan menenggak minuman keras, di malam sebelum kecelakaan.

“Pakai ekstasi, amfetamin atau metafetamin. Keempatnya juga positif memakai sabu,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, Senin 23 Januari 2012. “Sempat minum minuman keras, whisky di satu kafe,” kata dia.

Selain itu, kepolisian juga menemukan adanya pemakaian ganja oleh para tersangka, tapi tidak menjelaskan secara detail siapa yang positif menggunakannya. “Kami masih periksa maraton,” jelasnya.

Setelah dari kafe, Afriyani dan tiga rekannya pergi ke sebuah tempat hiburan. “Di situ baru menggunakan ekstasi,” Rikwanto menjelaskan.

Sembilan orang tewas dalam insiden Minggu siang, 22 Januari 2012. Empat di antara korban tewas berasal dari Jepara. Jenazah mereka dipulangkan untuk dikebumikan di kampung halaman.

Afriyani Susanti sebelumnya telah menjalani pemeriksaan urine dan darah. Dalam pemeriksaan awal pada Minggu sore 22 Januari 2012, tidak ditemukan kandungan alkohol dan narkoba di dalam darah tersangka. Namun polisi mencurigai pelaku menggunakan narkoba. Pada malam harinya, polisi melakukan uji lebih detil dengan test kit khusus untuk obat terlarang.

Afriyani awalnya mengaku rem mobilnya blong, dan tidak fokus saat menyetir mobil. Tiga penumpang lain di dalam Xenia itu, semula juga mengatakan bahwa Afriyani mengantuk karena semalaman bergadang.

Akan tetapi, pemeriksaan lanjutan menyimpulkan Afriyani dan sejumlah temannya itu positif mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang itu. (kd) VIVAnews

***

Beredar Foto Pengemudi ‘Xenia Maut’ Berpesta

Ia duduk di depan meja yang penuh dengan gelas, botol minuman, dan bungkus rokok.

SENIN, 23 JANUARI 2012, 10:18 WIB

Pipiet Tri Noorastuti, Beno Junianto

VIVAnews – Afriyani Susanti, pengemudi Daihatsu Xenia B 2479 XI, yang mengalami kecelakaan di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, menjadi sorotan. Sebuah foto merekam aktivitasnya beberapa jam sebelum tragedi yang menewaskan sembilan orang itu pun menjadi perbincangan.

Foto dengan pencahayaan temaram itu memperlihatkan Afriyani dengan balutan busana sama seperti ketika diamankan polisi, pada Minggu siang, 22 Januari 2012.

Ia duduk di depan meja yang penuh dengan gelas, botol minuman, dan bungkus rokok. Ia tak sendiri. Di sekeliling meja, juga tampak beberapa orang yang diduga kawan-kawannya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto, mengatakan bahwa kepolisian juga mendapat foto itu dari seorang kawan Afriani. Namun, kepolisian belum bisa mengambil kesimpulan apakah itu pesta narkotika atau bukan. Kepolisian belum melakukan konfirmasi dengan Afriyani.

“Foto itu belum menggambarkan kondisi dia (pesta narkotika), kami belum konfirmasikan, dia masih dalam proses pemeriksaan,” kata Rikwanto, dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin, 23 Januari 2012.

Menurut Rikwanto kepolisian masih mendalami temuan kandungan sabu-sabu dalam urin Afriyani, dan tiga temannya yang ada di dalam mobil saat kejadian. “Akan kami dalami, termasuk narkoba itu dari mana awalnya, siapa saja yang menggunakan,” katanya.

Dalam keterangan sebelumnya, para penumpang tersebut mengatakan bahwa mereka tidak tidur pada malam sebelum kejadian. Mereka menggelar pesta perpisahan kawannya yang hendak berangkat ke Australia di Hotel Borobudur.

“Ketiga saksi (penumpang) mengatakan pengemudi mengantuk, sempat tertidur, hilang kesadaran beberapa detik dan langsung menghantam ke bagian kiri jalan,” ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Dwi Sigit Nurmantyas, Minggu malam.

Hasil pemeriksaan urin itu memperberat jeratan hukum pengemudi yang terancam pasal berlapis. Selain pemakaian narkotika, pengemudi juga terbukti berkendara tanpa membawa STNK, tak memiliki SIM, merusak fasilitas umum dan menghilangkan nyawa orang lain. • VIVAnews

(nahimunkar.com)

(Dibaca 7.952 kali, 1 untuk hari ini)