Inilah Lima Pernyataan Menteri Agama yang Menuai Sorotan (Arsip)


Menteri Agama Fachrul Razi

Banyak yang mempertanyakan, usai Presiden Jokowi menunjuk mantan Wakil panglima TNI Jenderal (Purn) Fachrul Razi sebagai Menetri Agama. Karena, eks timses Jokowi di Pilpres itu dinilai oleh beberapa pihak tidak punya kemampuan untuk menjadi Menteri Agama.

Namun, Jokowi yakin, Ketua Relawan Bravo 5 itu ditunjuk sebagai Menteri Agama untuk memberantas radikalisme. Karena, background Fachrul di TNI. Tapi, dua pekan menjabat, Fachrul Razi menuai sorotan. Tujuan awalnya untuk menghentikan radikalisme justeru telah menimbulkan kenyataan lain.

Beberapa pernyataan Fachrul Razi tak sedikit yang menuai kontroversi. Sekalipun, niatnya sudah sesuai visi Jokowi, yaitu memberantas radikalisme.

Inilah Lima pernyataan Fachrul Razi yang menuai kontroversi dilansir dari kumparan, Minggu (3/11/2019):

Saya Bukan Hanya Menteri Agama Islam

Saat berbicara di depan publik usai dilantik Jokowi, yang pertama Fachrul Razi ingatkan bahwa dirinya adalah bukan menteri agama Islam.

Selama ini memang Menag tidak hanya mengurusi agama Islam, namun entah mengapa Fachrul menegaskan dengan membuat pernyataan tersebut beberapa menit setelah dia dilantik.

“Satu, saya kan bukan menteri agama Islam. Saya Menteri Agama RI yang dalamnya 5 agama,” ungkap Fachrul di Istana Negara, Rabu (23/10).

Jokowi Pilih Saya karena Suka Ibadah dan Ceramaah

Fachrul Razi memperkirakan alasan Jokowi memilihnya sebagai Menteri Agama. Salah satunya, kata dia, mungkin saja karena dirinya suka beribadah dan ceramah.

“Saya memang suka ibadah, suka memberikan ceramah, suka memberikan khotbah. Meskipun bukan kiai kiai level saya. Tapi setiap ceramah saya temanya enggak ada lain, satu, Islam yang damai. Kedua, toleransi. Ketiga, bagaimana memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa,” urai pria kelahiran Aceh berusia 72 tahun ini.

“Mungkin Pak Jokowi melihat wah Pak Fachrul kalau begitu. Ini saya diharapkan banyak untuk bisa menangkal radikalisme,” sambung Fachrul.

ASN Pakai Celana Cingkrang, Keluar!

Fachrul Razi juga sempat menyoroti soal pakaian yang seharusnya dipakai Aparatur Sipil Negara (ASN). Fachrul menyinggung soal celana cingkrang.

“Kemudian masalah celana cingkrang-cingkrang itu tidak dilarang dari aspek agama. Karena memang agama pun tidak melarang. Tapi dari aturan pegawai bisa, misal di tempat ditegur celana kok tinggi gitu?” ungkap Fachrul Razi di Kemenko PMK, Kamis (31/10).

“Kamu enggak lihat aturan negara gimana? kalau enggak bisa ikuti keluar kamu,” tegas dia.

Rekomendasikan ASN Tak Boleh Bercadar

Fachrul Razi menjelaskan soal pelarangan cadar (yang kerap disebut niqab dalam bahasa Arab), bagi pegawai di instansi pemerintahan.

“Cadar tidak melarang. Tidak ada (pelarangan, -red), saya sebut niqab itu tidak ada ayatnya, tidak ada hadisnya,” kata Fachrul di Kantor Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (31/10).

Ia juga membantah telah memulai kajian soal pelarangan tersebut. “Belum. Belum pernah ngomong, itu bukan urusan Menag,” ujar dia.

“Kalau instansi pemerintah kan memang sudah jelas ada aturannya, kalau kamu PNS memang boleh pakai tutup muka?” lanjut eks Wakil Panglima TNI itu.

Soal cadar juga celana cingkrang, Fachrul Razi kemudian memberikan klarifikasi bahwa ia tak bisa melarang. Ia hanya sebatas merekomendasikan ke instansi lain.

Imbau Doa di Masjid Disisipi Bahasa Indonesia

Demi mengantisipasi tidak pahamnya warga Indonesia akan bahasa Arab, Ketua Relawan Bravo 5 itu, mengeluarkan imbauan agar doa disertai Bahasa Indonesia.

“Dalam berdoa gunakan juga bahasa Indonesia agar umat dan masyarakat mengerti, karena tidak semua umat, warga bangsa ini mengerti bahasa Arab,” kata Fachrul Razi.

“Oh iya, harus ada. Karena kadang-kadang, kalau doa semua bahasa Arab, misalnya mengajak Islam yang damai disampaikan dengan Bahasa Arab, belum tentu orang semua paham,” sambungnya.

Oleh

 Redaksi

 –

Sumber: kumparan

indeksnews.com, 3 November 2019

 

***

Menag Fachrul dinilai curiga ke orang2 sholeh, hafal Qur’an, bercelana cingkrang dll…

Posted on 3 September 2020by Nahimunkar.org

NASIONAL

 

Menag Fachrul dinilai curiga ke orang2 sholeh, hafal Qur’an, bercelana cingkrang dll…

 

 

 

 

 

Tifatul Sembiring

 

@tifsembiring

 

 

 

Pak Menag, usul: ajak masyarakat mendekatkan diri kpd Allah dan berdoa agar bebas dari corona. Daripada curiga sama orang2 sholeh, hafidz Al-Qur’an, cingkrang dll…

 

 

 

Menag Sebut Radikalisme Masuk Masjid Lewat Anak Good Looking

 

Radikalisme masuk masjid-masjid disebut bermula dari masuknya orang berpaham radikal yang punya kemampuan keagamaan dan penampilan mumpuni.

 

cnnindonesia.com

 

 

 

9.42 AM · 3 Sep 2020·Twitter for Android

 

 

 

173 Retweet

19

Tweet Kutipan

554

Suka

 

Demikian cuitan Tifatul Sembiring @tifsembiring

 

***

 

{ إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِ} [البروج: 10]

 

10. Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar. [Al Buruj:10]

 

{) وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا } [الأحزاب: 58]

 

58. Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata. [Al Ahzab:58]

 

Silakan simak berita ini.

 

***

 

 

 

Menag Sebut Radikalisme Masuk Masjid Lewat Anak Good Looking

 

Menag Fachrul Razi mengungkap cara kelompok radikal menyusupkan pahamnya ke masjid-masjid. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

 

Jakarta, CNN Indonesia —

 

Menteri Agama Fachrul Razi membeberkan cara masuknya kelompok maupun paham-paham radikalisme ke masjid-masjid yang ada di lingkungan pemerintahan, BUMN, dan di tengah masyarakat.

 

Salah satunya dengan menempatkan orang yang memiliki paham radikal dengan kemampuan keagamaan dan penampilan yang tampak mumpuni.

 

“Caranya masuk mereka gampang; pertama dikirimkan seorang anak yang good looking, penguasaan Bahasa Arabnya bagus, hafiz (hafal Alquran), mereka mulai masuk,” kata Fachrul dalam webinar bertajuk ‘Strategi Menangkal Radikalisme Pada Aparatur Sipil Negara’, di kanal Youtube Kemenpan RB, Rabu (2/9).

 

Fachrul menyatakan orang itupun perlahan-lahan bisa mendapatkan simpati dari para pengurus dan para jemaah masjid. Salah satu indikatornya, orang tersebut dipercaya menjadi imam hingga diangkat menjadi salah satu pengurus masjid.

 

Setelah mendapatkan posisi strategis tersebut, lanjut Fachrul, orang itu mulai merekrut sesama rekan-rekannya yang memiliki pemahaman radikal lainnya masuk menjadi pengurus masjid.

 

“Lalu masuk teman-temannya. Dan masuk ide-idenya yang kita takutkan,” kata dia.

 

Di sisi lain, Fachrul menegaskan bahwa masjid-masjid yang berada di lingkup institusi pemerintahan dan BUMN potensial disusupi oleh paham-paham radikal.

 

Bahkan, ia bercerita sempat mendengarkan ceramah yang berisikan pemahaman radikal ketika sedang ibadah Salat Jumat di salah satu masjid milik kementerian.

 

“Sehingga saya pernah ingatkan seorang menteri, karena saya pernah Salat Jumat di masjid itu, saya terkejut, saya WhatsApp ke menteri yang bersangkutan, ‘bu, bahaya sekali, kok Salat Jumat di situ khotbahnya menakutkan banget,” kata Fachrul, tanpa merinci kementeriannya.

 

Melihat hal itu, Fachrul mewanti-wanti agar seluruh rumah ibadah khususnya di lingkungan pemerintahan dan BUMN untuk mewaspadai gerakan dari kelompok radikal di masjidnya masing-masing.

 

Salah satu upayanya, kata dia, seluruh jajaran pengurus masjid di lembaga tersebut wajib diisi oleh pegawai yang bekerja di instansi yang bersangkutan.

 

“Pengurusnya harus pegawai pemerintah kalau masjidnya di lingkungan pemerintahan. Tak boleh ada masyarakat umum di situ ikut jadi pengurus [masjid],” kata Fachrul.

 

(rzr/arh)

 

CNN Indonesia | Kamis, 03/09/2020 05:15 WIB

 

***

 

 

Yang Paling Layak Dicopot: Mendikbud Nadiem, Menag Fachrul, dan Menkumham Yasonna Laoly

 

 

Posted on 21 Agustus 2020

 

by Nahimunkar.org

 

Nadiem, Yasonna, Fachrul. Foto/batamtodaycom

Ada tiga menteri yang layak dicopot oleh Presiden Joko Widodo. Yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, Menteri Agama Fachrul Razi dan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly.

 

Itu menurut Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid (HNW).

 

https://www.nahimunkar.org/yang-paling-layak-dicopot-mendikbud-nadiem-menag-fachrul-dan-menkumham-yasonna-laoly/

 

(nahimunkar.org)

 

 


 

(Dibaca 673 kali, 2 untuk hari ini)