• Muslim tapi menghadiri perayaan kemusyrikan
  • Tokoh Islam tapi doa bersama dengan orang-orang musyrik di acara kemusyrikan

Tauhid adalah lawan dari syirik. Tauhid mengesakan Allah Ta’ala, sedang syirik menyekutukan atau meyakini adanya tandingan bagi Allah Ta’ala.

Islam agama haq (benar) berlandaskan keyakinan Tauhid, dan wajib menjauhi syirik. Karena syirik adalah dosa paling besar dan pelakunya tidak diampuni oleh Allah Ta’ala (bila sampai menjelang ajalnya tidak bertobat). Pelakunya disebut musyrik, haram masuk surga dan kekal di neraka.

Oleh karena itu, Islam sangat melarang syirik (menyekutukan) terhadap Allah Ta’ala, karena kalau musyrik maka haram masuk surga dan tempatnya kekal di neraka.

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, Maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (QS Al-Maaidah/ 5: 72).

{إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا} [النساء: 116]

116. Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, Maka Sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. (QS An-Nisaa’/ 4: 116).

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ (٦)

6. Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.(QS Al Bayyinah/ 98: 6).

Di samping ancaman keras terhadap pelaku kemusyrikan, dilarang pula mencampur adukkan yang haq (benar) dengan yang batil.

وَلا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ (٤٢)

42. dan janganlah kamu campur adukkan yang haq dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.(QS Al-Baqarah: 42).

Islam agama yang haq. Keyakinan apapun selain Islam adalah batil. Maka orang Islam dilarang mengikutinya, mencampur adukkannya, apalagi mencontohi untuk ikut ataupun mencampur adukkannya. Itu sangat buruk, sangat melanggar Islam. Apalagi mengadakan doa bersama dengan orang-orang musyrik, maka itu melakukan pelanggaran berat, bahkan ketika diekspose maka menjadi contoh nyata terang-terangan menunjuki jalan keburukan. Sedang dalam hadits telah diancam, orang yang menunjuki jalan keburukan itu mendapatkan dosa, ditambah dengan dosa dari para penirunya tanpa berkurang sedikitpun.

 مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ

“Barangsiapa yang memulai mengerjakan perbuatan baik dalam Islam, maka dia akan memperoleh pahalanya dan pahala orang yang mencontoh perbuatan itu, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa yang memulai kebiasaan buruk, maka dia akan mendapatkan dosanya, dan dosa orang yang mengikutinya dengan tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.” (Hadits shahih riwayat Muslim NO – 1691).

مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلَا يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ عَلَيْهِ مِثْلُ وِزْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلَا يَنْقُصُ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ

‘Barang siapa dapat memberikan suri tauladan yang baik dalam Islam, lalu suri tauladan tersebut dapat diikuti oleh orang-orang sesudahnya, maka akan dicatat untuknya pahala sebanyak yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun pahala yang mereka peroleh. Sebaliknya, barang siapa memberikan suri tauladan yang buruk dalam Islam, lalu suri tauladan tersebut diikuti oleh orang-orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa sebanyak yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa yang mereka peroleh sedikitpun. (Hadits shahih riwayat Muslim NO – 4830).

Bandingkan antara ancaman keras dalam Islam dengan tindakan mereka.

***

Minggu, 24 Februari 2013, 20:42:42 WIB

Presiden Hadiri Perayaan Cap Go Meh

Presiden SBY dalam Cap Go Meh_823623754
Presiden SBY dan Ibu Ani menghadiri Perayaan Cap Go Meh Bersama Tahun 2013 di Arena PRJ, Kemayoran, Minggu (24/2) malam. (foto: abror/presidenri.go.id)

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono menghadiri Perayaan Cap Go Meh Bersama Tahun 2013 yang diselenggarakan oleh Forum Bersama Indonesia Tionghoa (FBIT) di Hall D, Arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Minggu (24/2) pukul 19.30 WIB. Perayaan Cap Go Meh kali ini mengambil tema ‘Majulah Indonesiaku’.

Terlihat hadir dalam perayaan Cap Go Meh kali ini Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo, Jaksa Agung Basrief Arief, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Marsetio, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama.

http://www.presidenri.go.id/index.php/fokus/2013/02/24/8782.html

***

Presiden SBY dalam Cap Go Meh_823623755

JAKARTA, 3/3 – CAP GO MEH. Lima orang agamawan dari lima agama melakukan doa bersama pada acara Perayaan Cap Go Meh bersama “Tanah Airku” di Hall D, JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Rabu (3/3) malam. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Boediono serta beberapa Menteri Kabinet Bersatu II ikut menghadiri acara tersebut.FOTO ANTARA/pandu dewantara z/08

3/3/2010 21:10

http://www.antarafoto.com/peristiwa/v1267625407/cap-go-meh

***

Para pemuka agama di Solo berdoa bersama dalam Perayaan Cap Go Meh

Perayaan Imlek_834625382943

Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik

Para pemuka agama di Solo berdoa bersama dalam Perayaan Cap Go Meh di Pendhapi Gede Balaikota Solo, Minggu (24/2) malam. Dalam perayaan yang menjadi puncak diakhirinya rangkaian acara pergantian Tahun Baru Imlek 2564 tersebut ditutup dengan memanjatkan doa oleh pemuka agama dari enam keyakinan di Indonesia.

Perwakilan umat beragama tersebut di antaranya Doni Hadi Santoso (Budha), Pinandita Bagyo Hadi (Hindu), KH Helmi Sakdilah (Islam), Romo (Katholik), Pdt Anthon Karundeng, STh (Kristen) dan Js Tjhie Sian Gie SPd (Konghuchu). (sumber: Timlo.net  Senin, 25 Februari 2013 | 04:01 WIB)

***

Ancaman keras bagi orang yang mengikuti selain jalan orang mukmin

{وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا } [النساء: 115]

115. dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu[348] dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. (QS An-Nisaa’: 115).

[348] Allah biarkan mereka bergelimang dalam kesesatan.

Betapa ruginya bila mereka sampai menjelang ajalnya tidak bertobat dengan taubatan nashuha (murni senar-benarnya tobat).

Hidup di dunia ini akan dibalas di akherat kelak, sesuai dengan amal masing-masing. Maka  penting sekali kita pelihara diri kita dan keluarga kita dari api neraka, jangan sampai ikut orang-orang yang terang-terangan mencampur adukkan yang haq dengan yang batil serta mengikuti selain jalan orang mukmin yang sangat di kecam dan diancam oleh Allah Ta’ala dalam ayat-ayatNya itu.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 6.260 kali, 1 untuk hari ini)