Betapa cepatnya perubahan yang ada pada sosok Ma’ruf Amin dedengkot NU (Nahdlatul Ulama). Ibarat esuk dele sore tempe (pagi-pagi masih berupa kedelai, sore hari sudah jadi tempe).  Kemarin bicaranya mebela aqidah Islam iyah yang benar, tapi setelah Jadi “Jontrot” Kelompok Pembela Penista Agama , yang dibela justru apa yang disebut Islam  Nusantara yang dianggap sebagai Islam  sejati, sedang Islam  Timur Tengah disebut Islam  abal-abal bahkan penjajah. Sampai-sampai, dia sewot terhadap MUI Sumbar (Sumatera Barat) yang tegas menolak Islam  Nusantara. Padahal orang pun tahu, Islam  Nusantara itu bikinan orang-orang NU dan kelompok berfaham liberal pluralisme agama alias kemusyrikan baru. (Lihat Bukti NU Bersekongkol dengan JIL Bentuk Islam  Nusantara https://www.nahimunkar.org/bukti-nu-bersekongkol-dengan-jil-bentuk-Islam -nusantara/ )

Entah apa yang dia cari. Tetapi nasihat yang tadinya dia sampaikan kepada para pelajar di Masjid Nabawi Madinah (7/03/2017) waktu itu masih bisa kita simak kembali.

Inilah nasihat yang dimaksud.

***

PETUAH KH. MA’RUF AMIN UNTUK MAHASISWA UIM

Madinah – Dalam rangakaian perjalan umrohnya, KH. Ma’ruf Amin, Rais ‘Aam Syuriyah PBNU menyempatkan dirinya untuk duduk bersama para mahasiswa Universitas Islam  Madinah di Masjid Nabawi (7/03/2017). Pada kesempatan yang singkat ini, Mantan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI ini memberikan wejangan yang sangat berharga bagi para mahasiswa.

Beliau menyampaikan beberapa permasalahan yang sedang dihadapi oleh umat muslim di Indonesia di antaranya:

  • Harokatu Tadhlil: Gerakan yang bertujuan untuk menyesatkan umat dengan cara menyebarkan aqidah yang menyimpang.
  • Harokatu Takfir wal Irtidad: Gerakan pengkafiran serta pemurtadan. Gerakan ini terancang secara sistematis dan masif. Sehingga dibutuhkan penangkalan dan perlindungan dari para tokoh dan pakar agama untuk membentengi umat dari gerakan ini.
  • Harokatul Ifsad: Gerakan yang bertujuan menghancurkan umat Islam dari dalam, semisal penyebaran narkoba dan kerusakan akhlak.
  • Harokatul Tadh’if: Gerakan yang bertujuan melemahkan umat Islam baik dalam bidang pendidikan maupun ekonomi.
  • Gerakan Radikalisme dan Liberalisme: Gerakan yang terlalu jumud dengan teks dan gerakan yang keluar dari koridor syariat.

KH. Ma’ruf Amin menawarkan sebuah solusi,
“Maka hendaknya kita menjadi para pemikir yang i’tidal (seimbang) tidak berlebihan seperti mereka. Kita harus menjadi generasi yang moderat tapi tidak bebas dan menjadi generasi yang berpikir  berkembang dan tidak monoton, namun tetap dalam koridor manhaj yang benar,” ujar beliau.

Beliau juga mengingatkan para mahasiswa untuk bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, guna melanjutkan tongkat estafet para ulama’ yang satu-persatu telah tiada. Beliau mengutip sebuah hadits nabi -shalallahu ‘alaihi wassalam-:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

“Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu sekaligus mencabutnya dari hamba, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ulama hingga bila sudah tidak tersisa ulama maka manusia akan mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh, ketika mereka ditanya mereka berfatwa tanpa ilmu, mereka sesat dan menyesatkan.” (HR: Bukhari )

Di akhir pertemuan beliau mengingatkan para mahasiswa agar kedepannya bisa membawa perubahan dan perbaikan di Indonesia. Beliau juga menganjurkan mahasiswa agar segera kembali ke tanah air untuk mengabdikan diri setelah lulus nanti.

Demikian nasihat yang beliau sampaikan pada kesempatan tersebut.

Semoga Allah membalas kebaikan beliau serta memberinya kesehatan dan umur panjang.

PPMI Madinah

Sumber : ppmimadinah.org

(nahimunkar.org)

(Dibaca 7.429 kali, 1 untuk hari ini)